BADUNG – Sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Badung dalam menjaga kelestarian adat, budaya, dan tradisi yang menjadi kekuatan utama pariwisata Bali, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri uleman Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Mupuk Pedagingan, dan Pedudusan Alit di Pura Kayu Gede Kastuba, Banjar Gadon, Kelurahan Kerobokan Kaja, Kecamatan Kuta Utara, Kamis (30/7). Kehadiran Bupati disambut hangat oleh krama pengempon pura yang tengah melaksanakan rangkaian karya suci dengan penuh rasa bhakti dan semangat gotong royong.
Dalam sambrama wacananya, Bupati Adi Arnawa menegaskan bahwa kehadiran pemerintah pada setiap kegiatan adat dan keagamaan bukan hanya sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi, melainkan merupakan tanggung jawab nyata pemerintah daerah untuk terus mendampingi masyarakat dalam menjaga warisan leluhur yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Menurutnya, keberlangsungan sektor pariwisata di Kabupaten Badung sangat bergantung pada terjaganya adat, budaya, dan nilai-nilai spiritual masyarakat Bali. Oleh karena itu, pemerintah memiliki kewajiban untuk memastikan budaya tetap lestari tanpa membebani masyarakat yang melaksanakan kewajiban adat dan keagamaan.

“Pariwisata Bali, khususnya di Kabupaten Badung, hidup dan berkembang karena ditopang oleh adat, budaya, dan tradisi yang bernafaskan agama Hindu. Tugas pemerintah adalah memastikan kebudayaan ini tetap terawat tanpa membebani ekonomi krama. Pendapatan Asli Daerah (PAD) Badung yang sebagian besar berasal dari sektor pariwisata harus kembali dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Karena itu, berbagai program bantuan kami arahkan untuk meringankan beban masyarakat dalam melaksanakan kegiatan adat dan keagamaan,” ujar Bupati.
Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa kelestarian adat dan budaya merupakan investasi jangka panjang bagi keberlanjutan pariwisata Badung. Apabila nilai-nilai budaya terus dijaga, maka sektor pariwisata akan tetap berkembang dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Sebaliknya, apabila adat dan budaya mulai ditinggalkan, maka daya tarik pariwisata Bali akan ikut tergerus dan berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat.
Selain terus memberikan dukungan terhadap kegiatan adat dan keagamaan, Pemerintah Kabupaten Badung juga menjalankan berbagai program sosial yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Program tersebut meliputi bantuan tunai sebesar Rp2 juta bagi setiap kepala keluarga menjelang Hari Raya Galungan, insentif Rp3 juta bagi warga lanjut usia berusia 75 tahun ke atas pada setiap hari ulang tahunnya, serta bantuan Rp1 juta setiap bulan bagi penyandang disabilitas dan masyarakat yang mengalami sakit menahun (bedridden).
Di bidang pembangunan, Bupati Adi Arnawa juga menegaskan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas infrastruktur guna mendukung aktivitas masyarakat dan sektor pariwisata. Salah satu prioritas saat ini adalah percepatan pembangunan infrastruktur untuk mengurai kemacetan di kawasan Garuda Wisnu Kencana (GWK) dan Kuta Utara yang menjadi pusat aktivitas pariwisata di Kabupaten Badung.
“Fokus pembangunan saat ini diarahkan untuk mengatasi kemacetan di kawasan GWK dan Kuta Utara agar mobilitas masyarakat maupun wisatawan semakin lancar. Semoga bantuan yang diberikan pemerintah dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendukung kelancaran pelaksanaan karya sehingga seluruh rangkaian yadnya dapat berlangsung dengan baik dan membawa kerahayuan bagi kita semua,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Karya, AA. Putu Mayun, mewakili seluruh krama dan pengempon Pura Kayu Gede Kastuba, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Badung atas perhatian dan dukungan yang diberikan terhadap pelaksanaan karya.
Menurutnya, bantuan dari Pemerintah Kabupaten Badung sangat membantu masyarakat dalam membiayai pelaksanaan karya utama yang membutuhkan anggaran besar. Dukungan tersebut menjadi wujud nyata sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kelestarian adat, budaya, serta kesucian pura sebagai bagian dari identitas Bali.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Lurah Kerobokan Kaja I Gusti Agung Ngurah Marhaena Yasana Putra, Bendesa Adat Kerobokan Kaja beserta jajaran pengurus adat, serta seluruh krama pengempon Pura Kayu Gede Kastuba.
( NDR )
Langsung ke konten







