banner 1080x250
banner 728x250
Daerah  

Sekda Badung Tutup Pelatihan Sensus Ekonomi 2026 dan Canangkan Tiga Desa Cantik

Foto - Sekda Badung Tutup Pelatihan Sensus Ekonomi 2026 dan Canangkan Tiga Desa Cantik.

Badung – Pemerintah Kabupaten Badung terus memperkuat kualitas data sebagai fondasi pembangunan daerah. Bupati Badung melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Badung, I Made Ida Bagus Surya Suamba, secara resmi menutup Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi 2026 sekaligus mencanangkan Program Pembinaan Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) Tahun 2026 di Aston Kuta Hotel & Residence, Minggu (7/6/2026).

Dalam kesempatan tersebut, tiga desa ditetapkan sebagai Desa Cantik Kabupaten Badung Tahun 2026, yakni Desa Bongkasa Pertiwi, Desa Gulingan, dan Desa Pererenan. Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, Kepala BPS Kabupaten Badung Made Bimbo Abdi Suardika, Kepala Dinas PMD Kabupaten Badung Komang Budi Argawa, Kepala Dinas Kominfo Badung Ketut Gede Arta, perwakilan camat, para perbekel, serta ratusan petugas Sensus Ekonomi 2026.

banner 728x250

Mewakili Bupati Badung, Sekda Surya Suamba menyampaikan apresiasi kepada BPS Kabupaten Badung yang terus berupaya meningkatkan kualitas data statistik sebagai dasar perencanaan pembangunan yang akurat dan berkelanjutan. Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 memiliki peran yang sangat strategis dalam menghasilkan data yang valid, terkini, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Data yang akurat merupakan kunci dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran. Dengan data yang baik, pemerintah dapat menyusun program yang lebih efektif dalam menjawab kebutuhan masyarakat maupun dunia usaha,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang terintegrasi dengan pengumpulan data sosial ekonomi keluarga menjadi momentum penting dalam mendukung pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Data tersebut nantinya akan menjadi dasar penyusunan berbagai program pemerintah, mulai dari perlindungan sosial, pemberdayaan masyarakat hingga upaya pengentasan kemiskinan.

Menurut Surya Suamba, validitas data sangat menentukan keberhasilan program pemerintah agar bantuan dan intervensi yang diberikan benar-benar tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.

Kepada seluruh petugas sensus yang akan turun ke lapangan, Sekda Badung berpesan agar melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, menjunjung tinggi integritas, bersikap profesional, serta menjaga kepercayaan masyarakat selama proses pendataan berlangsung.

“Saya berharap seluruh petugas mampu menjalankan tugas dengan jujur, profesional dan penuh dedikasi karena hasil sensus ini akan menjadi rujukan penting dalam pembangunan nasional maupun daerah,” tegasnya.

Selain menutup pelatihan petugas sensus, Sekda Badung juga mencanangkan Program Desa Cantik 2026. Menurutnya, program tersebut merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas desa dalam mengelola dan memanfaatkan data statistik sebagai dasar pengambilan keputusan pembangunan.

Program Desa Cantik tidak hanya berfokus pada peningkatan literasi statistik aparatur desa, tetapi juga mendorong desa agar mampu membangun sistem pengelolaan data yang terintegrasi, akurat dan berkelanjutan.

“Desa yang mampu mengelola data dengan baik akan lebih mudah mengidentifikasi potensi wilayahnya, memetakan berbagai persoalan masyarakat, sekaligus merancang program pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Badung Made Bimbo Abdi Suardika mengatakan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan agenda strategis nasional yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali. Kegiatan ini bertujuan memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi dan struktur perekonomian Indonesia, termasuk perkembangan ekonomi digital, ekonomi lingkungan, serta karakteristik usaha yang berkembang di masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa pelatihan petugas telah berlangsung sejak 30 Mei hingga 7 Juni 2026 dan diikuti oleh 461 petugas sensus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 452 petugas akan melaksanakan pendataan langsung atau door to door terhadap pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), sementara 9 petugas lainnya bertugas melakukan pendataan terhadap perusahaan dan usaha berskala besar.

“Sensus Ekonomi 2026 akan dilaksanakan mulai 8 Juni hingga 31 Agustus 2026 dengan cakupan pendataan meliputi aktivitas ekonomi usaha dan kondisi sosial ekonomi keluarga,” ungkapnya.

Melalui pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dan Program Desa Cantik, Pemerintah Kabupaten Badung bersama BPS berharap dapat menghadirkan data statistik yang berkualitas, akurat dan terpercaya sebagai dasar perencanaan pembangunan yang lebih efektif, inklusif dan berkelanjutan demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat Badung.

( dd99 )

Loading

banner 728x250
banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x250