banner 1080x250
banner 728x250

Polda Bali dan Komunitas Bersatu Bangun Benteng Digital, Perang Melawan Radikalisme Demi Menjaga Harmoni Pulau Dewata

Foto - Polda Bali Perkuat Literasi Digital Demi Keamanan Pulau Dewata.

Denpasar – Ancaman radikalisme di era digital kini menjadi perhatian serius aparat keamanan. Jika dahulu penyebaran paham ekstrem dilakukan secara tertutup dan melalui pertemuan langsung, kini modus tersebut telah bertransformasi memanfaatkan media sosial, platform digital, hingga berbagai aplikasi komunikasi yang digunakan masyarakat setiap hari.

Menyikapi kondisi tersebut, Polda Bali mengambil langkah strategis dengan menggandeng berbagai komunitas dari seluruh kabupaten dan kota di Bali dalam kegiatan sosialisasi bertema “Polri Bersama Komunitas, Tangkal Radikalisme dan Membangun Benteng Digital demi Terwujudnya Harkamtibmas di Pulau Bali” yang berlangsung di Gedung Rupatama Polda Bali.

banner 728x250

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Direktur Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas) Polda Bali, Kombes Pol Suwandi Prihantoro, S.I.K., M.Han., serta menghadirkan narasumber dari Densus 88 Anti Teror dan Direktorat Siber Polda Bali. Kehadiran para peserta dari berbagai komunitas menunjukkan bahwa upaya menjaga keamanan Bali bukan hanya menjadi tugas aparat penegak hukum, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

Dalam sambutannya, Kombes Pol Suwandi Prihantoro menegaskan bahwa perkembangan teknologi digital membawa manfaat besar bagi kehidupan masyarakat. Namun di sisi lain, kemajuan teknologi juga membuka ruang bagi berbagai ancaman baru, termasuk penyebaran paham radikal, intoleransi, ujaran kebencian, propaganda ekstremisme, hingga hoaks yang dapat mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa.

Menurutnya, kelompok penyebar paham radikal kini semakin aktif memanfaatkan ruang digital untuk menyasar masyarakat, khususnya generasi muda yang memiliki intensitas tinggi dalam penggunaan internet. Melalui konten yang dikemas menarik, narasi provokatif, hingga informasi yang tampak meyakinkan, paham radikal berupaya memengaruhi pola pikir masyarakat secara perlahan tanpa disadari.

Karena itu, Polda Bali menilai keberadaan komunitas memiliki posisi yang sangat strategis sebagai garda terdepan dalam membangun ketahanan sosial. Komunitas dianggap mampu menjadi agen perubahan yang menyebarkan nilai toleransi, kebangsaan, persatuan, serta semangat menjaga keberagaman yang selama ini menjadi kekuatan utama Bali.

Dalam forum tersebut, Polda Bali juga mengajak seluruh peserta membangun apa yang disebut sebagai “Benteng Digital”, yakni kesadaran kolektif untuk menggunakan teknologi secara bijak, kritis, dan bertanggung jawab. Benteng Digital bukan hanya soal kemampuan menggunakan perangkat teknologi, tetapi juga kemampuan menyaring informasi, menolak propaganda yang menyesatkan, serta berani melawan berbagai bentuk penyebaran paham yang mengancam persatuan bangsa.

Tiga langkah sederhana yang ditekankan dalam membangun Benteng Digital antara lain melakukan verifikasi informasi sebelum membagikannya kepada orang lain, melawan hoaks dengan menyebarkan konten positif yang mengandung pesan perdamaian dan toleransi, serta aktif melaporkan akun maupun kelompok yang terindikasi menyebarkan paham radikal kepada pihak berwenang.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Para peserta tidak hanya menerima materi dari para narasumber, tetapi juga aktif berdialog mengenai berbagai persoalan keamanan digital yang saat ini berkembang di tengah masyarakat. Diskusi mencakup pola penyebaran radikalisme di media sosial, cara mengenali konten berbahaya, hingga strategi pencegahan di lingkungan keluarga dan komunitas.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen kuat Polda Bali dalam membangun sinergi dengan masyarakat untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap kondusif. Di tengah posisi Bali sebagai destinasi wisata dunia yang menjadi perhatian internasional, stabilitas keamanan menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan wisatawan, mendukung pertumbuhan ekonomi, serta mempertahankan citra Bali sebagai pulau yang damai dan penuh toleransi.

Polda Bali meyakini bahwa ancaman radikalisme tidak dapat dilawan hanya dengan penegakan hukum semata. Dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara aparat keamanan, tokoh masyarakat, komunitas, akademisi, generasi muda, dan seluruh lapisan masyarakat untuk membangun ketahanan sosial yang kokoh.

Melalui gerakan bersama membangun Benteng Digital ini, diharapkan masyarakat Bali semakin cerdas dalam memanfaatkan teknologi, semakin tangguh menghadapi berbagai bentuk provokasi di dunia maya, serta tetap menjaga nilai-nilai kebersamaan, toleransi, dan harmoni yang selama ini menjadi identitas Pulau Dewata.

Dengan sinergi yang kuat antara Polri dan masyarakat, Bali diharapkan tetap menjadi simbol kedamaian, keamanan, dan kerukunan yang tidak hanya menjadi kebanggaan Indonesia, tetapi juga menjadi contoh bagi dunia dalam menjaga keberagaman di tengah tantangan era digital yang terus berkembang.

( dd99 )

Loading

banner 728x250
banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x250