banner 1080x250
banner 728x250
BUDAYA  

Hadiri Padudusan Alit di UNHI, Wakapolda Bali Ajak Jaga Kondusivitas dan Lestarikan Budaya Bali

Foto - Wakapolda Bali Hadiri Padudusan Alit di UNHI, Ajak Bersama Jaga Kondusivitas, Adat dan Budaya Bali.

DENPASAR – Wakapolda Bali Brigjen Pol. I Made Astawa, S.I.K., M.Si., menghadiri rangkaian Upacara Padudusan Alit, Catur Rebah, lan Rsi Gana yang berlangsung khidmat di Pura Maha Widya Saraswati, Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar, Sabtu (26/9/2026).

Kehadiran Wakapolda Bali disambut hangat oleh jajaran civitas akademika UNHI Denpasar, para penglingsir, tokoh agama, serta umat yang mengikuti rangkaian upacara. Suasana religius dan penuh kebersamaan terasa sejak prosesi dimulai hingga persembahyangan bersama.

banner 728x250

Upacara tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan yadnya sebagai wujud bakti ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, sekaligus memohon kerahayuan, keselamatan, keharmonisan, dan kelancaran bagi seluruh aktivitas di lingkungan kampus maupun kehidupan masyarakat.

Bagi Wakapolda Bali, kehadiran Polri dalam kegiatan keagamaan dan kebudayaan memiliki makna penting. Selain sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai spiritual masyarakat Bali, momentum tersebut juga menjadi ruang untuk mempererat komunikasi dan sinergi antara kepolisian, kalangan akademisi, tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat.

Brigjen Pol. I Made Astawa menegaskan bahwa keamanan dan ketertiban masyarakat tidak hanya dibangun melalui pendekatan penegakan hukum. Kondusivitas Bali juga membutuhkan kebersamaan, komunikasi, toleransi, serta komitmen seluruh elemen masyarakat dalam menjaga adat, budaya, dan nilai-nilai luhur yang selama ini menjadi kekuatan Pulau Dewata.

“Selain sebagai wujud bakti kita kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, kehadiran kami di sini juga untuk mempererat tali silaturahmi dengan civitas akademika UNHI dan masyarakat. Sinergi antara kepolisian, akademisi, tokoh agama, dan tokoh adat sangat penting dalam menjaga keamanan sekaligus kelestarian adat dan budaya Bali,” ujar Wakapolda Bali di sela-sela kegiatan.

Menurutnya, Bali memiliki karakteristik tersendiri karena kehidupan sosial masyarakatnya tidak dapat dipisahkan dari adat, agama, tradisi, dan budaya. Karena itu, menjaga keamanan Bali juga berarti menjaga ruang agar masyarakat dapat menjalankan kehidupan keagamaan dan tradisinya dengan aman, nyaman, dan penuh kedamaian.

Wakapolda Bali turut mengajak seluruh komponen masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas agar tetap kondusif. Perbedaan pandangan maupun dinamika sosial diharapkan dapat disikapi dengan mengedepankan komunikasi, musyawarah, rasa saling menghormati, serta semangat menyama braya.

Kampus, menurutnya, juga memiliki posisi strategis dalam menjaga kehidupan masyarakat yang harmonis. Perguruan tinggi tidak hanya menjadi tempat melahirkan sumber daya manusia berpengetahuan, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral dalam membangun generasi yang berkarakter, berintegritas, serta memiliki kepedulian terhadap kelestarian budaya dan kehidupan sosial.

Dalam konteks tersebut, UNHI sebagai institusi pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai Hindu dan kebudayaan memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan antara kemajuan ilmu pengetahuan dengan pelestarian kearifan lokal Bali.

Rangkaian Upacara Padudusan Alit, Catur Rebah, lan Rsi Gana dipuput oleh para Rsi/Sulinggih dan berlangsung dengan khusyuk mengikuti tata upacara Hindu Bali. Prosesi meliputi Pecaruan Rsi Gana, Padudusan Alit, hingga persembahyangan bersama seluruh umat yang hadir.

Suasana kebersamaan antara jajaran kepolisian, civitas akademika, tokoh agama, dan masyarakat dalam upacara tersebut menjadi cerminan bahwa keamanan, pendidikan, spiritualitas, serta pelestarian budaya merupakan unsur yang saling berkaitan dalam menjaga keharmonisan Bali.

Rektor UNHI bersama jajaran civitas akademika menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wakapolda Bali dalam rangkaian upacara tersebut. Kehadiran pimpinan Polda Bali dinilai semakin memperkuat hubungan harmonis antara institusi kepolisian dan dunia pendidikan, khususnya dalam membangun kehidupan masyarakat yang aman, damai, dan tetap berakar pada nilai-nilai budaya Bali.

Melalui momentum ini, sinergitas antara Polri, akademisi, tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat diharapkan semakin kuat. Tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga dalam merawat warisan budaya serta nilai spiritual Bali di tengah perkembangan zaman.

“Jaga Bali bukan hanya menjaga keamanannya, tetapi juga menjaga kerukunan, adat, budaya, dan nilai-nilai luhur yang menjadi jati diri Pulau Dewata.”

( dd99 )

Loading

banner 728x250
banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x250