Badung – Bunda Anti Narkoba Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, kembali menunjukkan komitmennya dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba dengan menghadiri kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMK TI Mengwitani dan SMK Pariwisata Mengwitani, Kamis (16/7). Kegiatan yang dirangkaikan dengan penyuluhan bahaya narkoba bagi seluruh peserta didik baru ini menjadi bagian dari gerakan edukasi berkelanjutan untuk membangun kesadaran generasi muda agar mampu melindungi diri dari ancaman penyalahgunaan narkotika.
Kehadiran Bunda Anti Narkoba Badung di dua sekolah tersebut menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Badung bahwa upaya pencegahan narkoba harus dilakukan secara berkesinambungan, menyeluruh, dan menjangkau seluruh lingkungan pendidikan sebagai tempat pembentukan karakter generasi penerus bangsa.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Badung, perwakilan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Badung, Kepala SMK Pariwisata Mengwitani, Kepala SMK TI Mengwitani, jajaran guru, tenaga pendidik, serta ratusan peserta didik baru dari kedua sekolah.
Dalam arahannya, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menyampaikan bahwa masa transisi menuju jenjang pendidikan menengah merupakan fase yang sangat penting dalam kehidupan remaja. Pada masa tersebut, para siswa mulai mengenal lingkungan baru, membangun pertemanan, serta menghadapi berbagai pengaruh dari lingkungan sekitar. Karena itu, pemahaman mengenai bahaya narkoba harus ditanamkan sejak dini agar menjadi benteng yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan pergaulan.
Ia menegaskan bahwa generasi muda merupakan aset berharga bagi keluarga, masyarakat, dan daerah. Oleh sebab itu, setiap siswa harus memiliki keberanian untuk menjaga diri serta tidak mudah terpengaruh oleh ajakan yang dapat merusak masa depan.
Dalam kesempatan tersebut, Rasniathi juga mengingatkan bahwa modus peredaran narkoba saat ini semakin beragam dan menyasar kalangan remaja dengan berbagai cara yang sulit dikenali. Narkoba dapat disamarkan dalam bentuk makanan ringan, minuman kemasan, maupun barang-barang yang tampak biasa sehingga diperlukan kewaspadaan yang tinggi dari setiap pelajar.
Ia mengajak seluruh siswa untuk tidak menerima makanan, minuman, ataupun barang dari orang yang belum dikenal dengan baik serta berani menolak segala bentuk ajakan yang mengarah pada perilaku berisiko. Menurutnya, keberanian mengatakan “TIDAK” terhadap narkoba merupakan langkah awal yang sangat penting dalam melindungi diri dan menjaga masa depan.
Selain itu, Bunda Anti Narkoba Badung juga mengimbau para siswa agar tidak ragu melaporkan kepada orang tua, guru, maupun pihak berwenang apabila menemukan aktivitas atau barang yang mencurigakan di lingkungan sekolah maupun tempat tinggal. Kepedulian terhadap lingkungan menjadi salah satu upaya efektif dalam mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja.
Lebih lanjut, Rasniathi mengajak seluruh pihak, mulai dari sekolah, keluarga, hingga seluruh pemangku kepentingan, untuk terus memperkuat kolaborasi dalam memberikan edukasi mengenai bahaya narkoba. Menurutnya, pencegahan akan lebih efektif apabila dibarengi dengan pembinaan karakter melalui berbagai kegiatan positif seperti pengembangan bakat dan minat, aktivitas keagamaan, pelestarian seni dan budaya, olahraga, serta berbagai kegiatan yang mampu membentuk pribadi yang disiplin, sehat, dan berprestasi.
Kegiatan sosialisasi di kedua sekolah berlangsung dengan penuh antusiasme. Para siswa aktif mengikuti penyampaian materi, berdiskusi dalam sesi tanya jawab, serta menunjukkan semangat dalam memahami berbagai informasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba. Sebagai bentuk apresiasi, Bunda Anti Narkoba Kabupaten Badung menyerahkan hadiah kepada para siswa yang mampu menjawab pertanyaan dengan benar dan memberikan tanggapan terbaik selama kegiatan berlangsung.
Sosialisasi ini merupakan bagian dari rangkaian program edukasi yang akan terus dilaksanakan di berbagai sekolah di seluruh kecamatan di Kabupaten Badung. Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Badung berharap semakin banyak generasi muda yang memiliki pengetahuan, kesadaran, serta keberanian untuk menolak narkoba sehingga mampu tumbuh menjadi pribadi yang sehat, berkarakter, berprestasi, dan siap menjadi penerus pembangunan daerah.
( K.I )
Langsung ke konten







