banner 1080x250
banner 728x250
Daerah  

Bupati dan Wabup Badung Tinjau Proyek Jalan Lingkar Barat, Percepat Penanganan Kemacetan Badung Selatan dan Tengah

Foto - Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta meninjau pembangunan Jalan Lingkar Barat dan sejumlah proyek infrastruktur strategis di kawasan Kuta Selatan sebagai upaya mempercepat penanganan kemacetan serta meningkatkan konektivitas wilayah, Sabtu (18/7).

Badung – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta meninjau langsung sejumlah proyek strategis yang dibiayai melalui APBD Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2026, Sabtu (18/7). Peninjauan dilakukan sebagai bagian dari monitoring dan evaluasi pengendalian pembangunan guna memastikan progres administrasi maupun fisik berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati dan Wakil Bupati didampingi Anggota DPRD Badung I Made Sumerta, Sekretaris Daerah Kabupaten Badung Ida Bagus Surya Suamba, jajaran pimpinan OPD terkait, camat, lurah, perbekel, serta unsur teknis lainnya.

banner 728x250

Beberapa proyek strategis yang menjadi fokus peninjauan meliputi pembangunan Jalan Trase Pasar Desa Adat Pecatu–Jalan Raya Uluwatu, peningkatan jalan dan drainase Ruas Jalan Pecatu–Labuan Sait, pembangunan Jalan Trase Pura Kulat–Labuan Sait, pembangunan Jalan Trase Labuan Sait–Padati, hingga pembangunan Jalan Banjar Semer–Teuku Umar Barat, termasuk Ruas Jalan Pengubengan dan Jalan Subak Kedampang.

Usai melakukan peninjauan, Bupati Adi Arnawa menegaskan bahwa pembangunan Jalan Lingkar Barat merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Kabupaten Badung dalam mengatasi persoalan kemacetan, khususnya di kawasan Kuta Selatan yang selama ini menjadi salah satu titik dengan kepadatan lalu lintas tertinggi di Bali.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur yang dilaksanakan secara bertahap pada 2026 hingga 2027 merupakan langkah nyata pemerintah daerah dalam mengurai berbagai titik kemacetan (bottleneck), terutama di sepanjang Jalan Raya Uluwatu mulai dari kawasan Politeknik Negeri Bali, Garuda Wisnu Kencana (GWK), Simpang Nirmala hingga kawasan Uluwatu.

“Mudah-mudahan dengan pembangunan Jalan Lingkar Barat yang panjangnya lebih dari 10 kilometer ini dapat menjadi solusi terhadap kemacetan yang selama ini terjadi di sepanjang Jalan Raya Uluwatu, mulai dari kawasan Politeknik, GWK, Nirmala hingga Uluwatu,” ujar Bupati.

Ia optimistis kehadiran jalan baru tersebut akan meningkatkan kenyamanan mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat kepercayaan wisatawan domestik maupun mancanegara terhadap keseriusan Pemerintah Kabupaten Badung dalam menangani persoalan kemacetan, baik di wilayah Badung Selatan maupun kawasan Badung Tengah seperti Canggu dan sekitarnya.

Selain menjadi solusi jangka panjang, pembangunan Jalan Lingkar Barat juga diproyeksikan menjadi bagian dari rekayasa lalu lintas saat menghadapi lonjakan kunjungan wisatawan, khususnya pada momentum libur Natal dan Tahun Baru ketika kawasan Uluwatu dipadati wisatawan.

Bupati menjelaskan bahwa pembangunan jalan tersebut memiliki tantangan teknis yang cukup besar, mulai dari pekerjaan pemotongan tebing, pembangunan jembatan, hingga penyediaan akses menuju Kampus Universitas Udayana. Karena itu, proses pembangunan dilakukan secara bertahap agar kualitas konstruksi tetap terjaga.

Lebih lanjut, Adi Arnawa menegaskan bahwa seluruh ruas jalan baru nantinya akan dibangun tanpa kabel utilitas yang melintang di atas permukaan jalan guna menciptakan estetika kawasan yang lebih tertata. Ia juga menginstruksikan Perumda Air Minum Tirta Mangutama agar segera memasang jaringan pipa air bersih bersamaan dengan pembangunan jalan sehingga kebutuhan dasar masyarakat di Badung Selatan dapat segera terpenuhi.

“Saya meminta Dinas PUPR memastikan jalan ini bebas dari kabel-kabel utilitas. Bersamaan dengan itu, PDAM juga harus segera memasang jaringan pipa air bersih. Persoalan air di Badung Selatan merupakan kebutuhan yang sangat mendesak dan harus ditangani secara paralel dengan pembangunan infrastruktur jalan. Infrastruktur yang representatif akan berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi dan kualitas pelayanan kepada masyarakat maupun wisatawan,” tegasnya.

Bupati juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Badung mengalokasikan anggaran sekitar Rp2,2 triliun untuk mendukung pembangunan berbagai infrastruktur strategis tersebut sebagai bentuk komitmen dalam mewujudkan konektivitas yang lebih baik, mengurangi kemacetan, serta meningkatkan daya saing pariwisata dan perekonomian daerah.

( K.I )

Loading

banner 728x250
banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x250