banner 1080x250
banner 728x250
SOSIAL  

Bupati Badung Terima Bantuan Tong Komposter CSR, Perkuat Gerakan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber

Foto - Bupati Badung Terima Bantuan Tong Komposter CSR untuk Perkuat Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber.

Badung – Pemerintah Kabupaten Badung terus memperkuat komitmen dalam menangani persoalan sampah melalui kolaborasi bersama pelaku usaha. Komitmen tersebut terlihat saat Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menerima bantuan tong komposter dan mesin pencacah sampah organik dari program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP/CSR) Kabupaten Badung di Lobby Kantor Bupati Badung, Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung, Rabu (6/5).

Kegiatan penyerahan bantuan ini turut dihadiri Kadis Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Badung Made Rai Warastuthi, Kadis PMPTSP I Made Surya Dharma, Kadis Pariwisata AA. Putri Mas Agung, Plt. Kabag Administrasi Pembangunan Bayu Angga Widura, Bendahara Forum TJSP Badung Gede Suniada serta sejumlah pelaku usaha yang tergabung dalam program TJSP/CSR Kabupaten Badung.

banner 728x250

Dalam sambutannya, Bupati I Wayan Adi Arnawa menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pelaku usaha yang telah menunjukkan kepedulian nyata terhadap persoalan lingkungan, khususnya penanganan sampah di Kabupaten Badung. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi langkah strategis dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan.

“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Badung dan masyarakat menyampaikan terima kasih atas dukungan para pelaku usaha melalui program TJSP/CSR ini. Bantuan tong komposter dan mesin pencacah sampah organik ini merupakan bentuk nyata kepedulian bersama dalam membantu pemerintah menangani persoalan sampah yang saat ini menjadi tantangan serius,” ujar Bupati Adi Arnawa.

Ia menegaskan bahwa persoalan sampah bukan hanya menjadi isu lokal, namun telah menjadi perhatian global yang berdampak langsung terhadap keberlanjutan sektor pariwisata Bali, khususnya Kabupaten Badung sebagai destinasi wisata unggulan dunia. Oleh sebab itu, pemerintah terus mendorong pola pengelolaan sampah berbasis sumber dengan mengedepankan edukasi kepada masyarakat agar mulai membiasakan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga.

Menurutnya, perubahan paradigma masyarakat menjadi kunci utama dalam mengatasi persoalan sampah secara berkelanjutan. Sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah semata, melainkan dapat diolah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis dan bermanfaat bagi lingkungan.

“Sekarang kita harus mengubah paradigma. Memilah sampah harus menjadi budaya baru, mulai dari rumah tangga, sekolah, desa, hingga pelaku usaha. Jika seluruh elemen bergerak bersama, saya yakin persoalan sampah dapat teratasi secara bertahap,” tegasnya.

Bupati juga menjelaskan bahwa bantuan tersebut nantinya akan disalurkan kepada masyarakat melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Badung guna mendukung pengelolaan sampah organik secara mandiri di tingkat rumah tangga maupun lingkungan masyarakat.

Dengan adanya tong komposter dan mesin pencacah sampah organik, masyarakat diharapkan mampu mengolah sampah organik menjadi kompos yang bermanfaat untuk kebutuhan pertanian, perkebunan hingga pertamanan. Selain membantu menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat, langkah ini juga diyakini mampu mengurangi volume sampah yang dibawa ke TPA Suwung.

“Harapan kita tentu pengelolaan sampah berbasis sumber ini semakin optimal. Tidak hanya mengurangi beban TPA, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui pengolahan sampah organik menjadi kompos. Dengan kebersamaan dan kolaborasi semua pihak, kita optimistis Badung bahkan Bali ke depan dapat menjadi daerah yang lebih bersih dan bebas sampah,” pungkasnya.

Adapun total bantuan yang diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Badung terdiri dari 159 unit tong komposter dan 1 unit mesin pencacah sampah organik. Bantuan tong komposter berasal dari sejumlah perusahaan dan pelaku usaha, diantaranya Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I), Bosshe VVIP Club, Karma Resort, Furama Hotel, Aura Bali, PT Anugrah Sukses Makmur Sejahtera serta PT Duta Padmana Lestari. Sementara bantuan mesin pencacah sampah organik diserahkan oleh PT Anugrah Agung Alami (Wings Group).

Program TJSP/CSR ini diharapkan menjadi contoh nyata bagaimana dunia usaha dapat berperan aktif mendukung pembangunan daerah, tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga dalam menjaga kelestarian lingkungan dan keberlanjutan pariwisata Bali.

( dd99 )

Loading

banner 728x250
banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x250