banner 1080x250
banner 728x250

Ewang Setyo Budi Meninggal Dunia, Tinggalkan Bayi yang Baru Berusia 8 Hari

Foto - Ewang Setyo Budi Berpulang, Keluarga Pertanyakan Rangkaian Tindakan Medis yang Dijalani.

DENPASAR — Ewang Setyo Budi datang ke rumah sakit membawa satu harapan sederhana: sembuh. Ia ingin gangguan sulit menelan yang selama ini menyertainya dapat ditangani, agar kehidupannya kembali lebih nyaman bersama istri dan kedua anaknya.

Namun harapan itu berakhir menjadi kabar duka.

banner 728x250

Ewang Setyo Budi mengembuskan napas terakhir pada Kamis (15/10/2026) sekitar pukul 13.30 WITA setelah kondisinya memburuk menyusul komplikasi yang terjadi dalam rangkaian tindakan medis di RSUP Sanglah Denpasar.

Kepergian Ewang bukan hanya meninggalkan kesedihan bagi seorang istri. Ia juga meninggalkan dua orang anak, termasuk anak bungsunya yang disebut baru berusia delapan hari.

Di saat sebuah keluarga seharusnya sedang menikmati kebahagiaan menyambut anggota baru, mereka justru harus menghadapi kenyataan paling berat: kehilangan seorang suami sekaligus ayah.

DATANG DALAM KONDISI FIT, KELUARGA TAK MENYANGKA AKHIRNYA SEPERTI INI

Menurut penuturan istrinya, sebelum menjalani tindakan medis Ewang masih dalam kondisi relatif bugar dan dapat menjalankan aktivitas sehari-hari.

Keluhan yang membawanya menjalani penanganan adalah kesulitan menelan. Sang istri menjelaskan bahwa Ewang memiliki kelainan pada mekanisme saluran antara kerongkongan dan lambung, sehingga ketika makan ia membutuhkan banyak air untuk membantu makanan masuk.

Meski memiliki keluhan tersebut, keluarga menyebut Ewang sebelumnya masih sehat dan aktif.

“Sebenarnya sehat, fit suamiku,” tutur sang istri.

Kalimat singkat itu kini menyimpan kepedihan mendalam.

Ewang masuk dengan keinginan memperbaiki kualitas hidup. Keluarga pun menaruh kepercayaan kepada tenaga medis dan mengikuti arahan yang diberikan.

Mereka tentu tidak pernah membayangkan bahwa langkah menuju kesembuhan tersebut justru akan menjadi perjalanan terakhir Ewang.

KELUARGA SEMPAT PERTANYAKAN PEMANGGILAN OPERASI

Menurut keterangan keluarga, keraguan mulai muncul sejak tahap persiapan. Mereka menyebut pemberitahuan jadwal tindakan diterima secara mendadak pada hari pelaksanaan.

Meski demikian, dengan kepercayaan terhadap tim medis, keluarga tetap mengikuti prosedur yang diarahkan.

Sebelum tindakan utama dilakukan, pemeriksaan disebut menunjukkan masih terdapat sisa makanan pada saluran pencernaan sehingga dilakukan tindakan untuk membersihkannya.

Situasi kemudian berubah drastis ketika Ewang berada dalam proses tindakan dengan pembiusan umum.

Berdasarkan penuturan keluarga, Ewang mengalami muntah dan material muntahan diduga masuk ke saluran pernapasan atau mengalami aspirasi.

Kondisi tersebut kemudian diikuti keadaan kritis berupa henti napas dan henti jantung.

Operasi yang direncanakan akhirnya tidak dilanjutkan. Tim medis berupaya melakukan resusitasi untuk mempertahankan nyawa Ewang.

Denyut jantungnya disebut berhasil dikembalikan.

Namun perjuangan belum selesai.

Kondisinya justru semakin berat.

DARI HARAPAN OPERASI MENUJU PERJUANGAN MEMPERTAHANKAN NYAWA

Setelah kejadian tersebut, kondisi organ tubuh Ewang dilaporkan mengalami gangguan serius. Keluarga mendapat penjelasan bahwa ia mengalami gagal ginjal akut di tengah kondisi yang terus memburuk.

Tekanan darahnya bahkan disebut turun hingga sekitar 40 mmHg sehingga kondisinya dinilai tidak memungkinkan untuk menjalani cuci darah.

Bagi keluarga, setiap menit kemudian berubah menjadi penantian.

Harapan yang awalnya adalah melihat Ewang keluar dari ruang perawatan dalam keadaan lebih sehat berubah menjadi doa agar ia sekadar mampu bertahan hidup.

Namun takdir berkata lain.

Pada Kamis (15/10/2026), perjuangan Ewang berakhir.

Ia pergi untuk selamanya.

“AKU MENYESAL PERCAYA…”

Di tengah dukanya, istri Ewang menyampaikan kekecewaan terhadap penanganan yang diterima suaminya.

“Aku menyesal percaya dengan dokter-dokter di ruang operasi. Kok seperti tidak profesional dan hanya berkata ini di luar kendali kita,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut merupakan penilaian pihak keluarga dan belum dengan sendirinya membuktikan adanya kelalaian medis.

Namun bagi keluarga yang kehilangan orang tercinta setelah datang dengan harapan memperoleh kesembuhan, pertanyaan-pertanyaan tentu sulit dihindari.

Apa sebenarnya yang terjadi di ruang tindakan?

Bagaimana risiko aspirasi telah diantisipasi sebelum pembiusan?

Apakah seluruh tahapan pemeriksaan dan persiapan sudah dilakukan secara optimal?

Dan adakah sesuatu yang sebenarnya dapat dilakukan berbeda sehingga kejadian fatal tersebut bisa dicegah?

Pertanyaan itu menjadi penting bukan untuk mendahului kesimpulan medis maupun hukum, tetapi untuk memberikan penjelasan yang terang kepada keluarga yang sedang berduka.

RSUP SANGLAH: TINDAKAN SUDAH SESUAI SOP

Pihak RSUP Sanglah memberikan penjelasan atas peristiwa tersebut.

Manajer Hukum dan Hubungan Masyarakat RSUP Sanglah, Dr. Ns. I Made Udayana, SST., SH., S.Kep., M.Kes., menyatakan seluruh tindakan medis dilakukan berdasarkan prosedur dan persetujuan pasien atau keluarga.

Pihak rumah sakit juga menjelaskan bahwa pemanggilan pasien secara mendadak berkaitan dengan karakter tindakan yang disebut sebagai kasus khusus dan bukan operasi konvensional.

Menurut pihak rumah sakit, ketika tempat, peralatan, serta dokter telah tersedia, pasien dapat dipanggil untuk menjalani tindakan.

Terkait prosedur anestesi dan penanganan pasien, rumah sakit menyatakan riwayat medis serta faktor penunjang telah diperhitungkan. Tim medis juga disebut telah menyiapkan sejumlah skenario penanganan terhadap kemungkinan yang dapat terjadi.

“Kami sudah melakukan yang terbaik dan memperhitungkan plan A, plan B. Ternyata proses yang dialami berjalan juga dan tidak bisa kami prediksi,” demikian penjelasan pihak RSUP Sanglah.

Rumah sakit turut menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Ewang Setyo Budi.

YANG TERSISA ADALAH DUKA DAN PERTANYAAN

Kini seluruh prosedur medis itu telah berakhir.

Tetapi bagi keluarga, luka yang ditinggalkan baru saja dimulai.

Ada seorang istri yang kehilangan pasangan hidupnya.

Ada dua anak yang kehilangan ayahnya.

Dan yang paling memilukan, ada seorang bayi yang baru delapan hari hadir di dunia, tetapi harus kehilangan sosok ayah yang semestinya mendampingi perjalanan hidupnya bertahun-tahun ke depan.

Bayi itu mungkin belum mengerti apa arti kehilangan.

Belum memahami mengapa ayahnya tidak kembali.

Belum mampu bertanya mengapa pelukan seorang ayah yang seharusnya menjadi bagian dari masa kecilnya kini tinggal cerita.

Kelak, ketika anak itu tumbuh besar, keluarga mungkin hanya dapat menunjukkan foto dan menceritakan bahwa ayahnya pernah begitu menantikan kehadirannya.

Ewang datang untuk berobat dengan sebuah harapan.

Keluarganya menunggu dengan keyakinan bahwa ia akan pulang dalam keadaan lebih baik.

Namun yang terjadi justru sebaliknya.

Karena itu, di balik duka mendalam keluarga, peristiwa ini layak mendapatkan penjelasan medis yang utuh, transparan, dan dapat dipahami. Bila keluarga masih mempertanyakan proses penanganannya, evaluasi secara profesional dan objektif menjadi penting untuk menjelaskan apakah komplikasi tersebut merupakan risiko medis yang tidak dapat dihindari atau terdapat aspek pelayanan yang perlu diperbaiki.

Tidak semestinya ada kesimpulan terburu-buru sebelum seluruh fakta medis diperiksa.

Tetapi keluarga yang kehilangan seseorang juga berhak memperoleh jawaban yang terang.

Sebab bagi rumah sakit, sebuah tindakan medis mungkin berakhir ketika seluruh prosedur telah dilakukan.

Bagi keluarga Ewang, kehilangan itu akan mereka bawa sepanjang hidup.

Selamat jalan, Ewang Setyo Budi.

Niatmu datang adalah untuk sembuh dan kembali kepada keluarga.

Kini seorang istri harus melanjutkan hidup tanpa suaminya, dan dua anak harus tumbuh tanpa kehadiran ayah di sisinya.

Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan menghadapi duka yang begitu berat, dan semoga seluruh pertanyaan mengenai detik-detik terakhir Ewang memperoleh jawaban yang jelas, objektif, dan transparan.

( dd99 )

Loading

banner 728x250
banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x250