Badung – Suasana penuh keceriaan, semangat, dan kebanggaan mewarnai kegiatan Pentas Seni serta Pelepasan dan Kenaikan Tingkat siswa TK Shanti Kumara III Sempidi yang berlangsung di Wantilan Desa Adat Sempidi, Sabtu (6/6). Acara tersebut menjadi momentum istimewa bagi para siswa, orang tua, dan tenaga pendidik dalam merayakan proses tumbuh kembang anak-anak yang telah menyelesaikan tahapan pendidikan usia dini.
Kegiatan ini mendapat perhatian khusus dengan kehadiran Bunda PAUD Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, yang turut memberikan dukungan dan apresiasi atas berbagai penampilan kreatif yang ditunjukkan para siswa. Hadir pula Camat Mengwi I Nyoman Suhartana, Lurah Sempidi I Gusti Ayu Kade Oka Dewi Pertiwi, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta tokoh masyarakat Desa Adat Sempidi.
Dalam suasana penuh haru dan kebanggaan, para siswa menampilkan beragam pertunjukan seni, mulai dari tari-tarian, menyanyi, pembacaan doa, matembang, hingga kemampuan berbahasa Inggris yang memukau para hadirin. Penampilan tersebut menjadi bukti nyata hasil proses pendidikan dan pembinaan yang dilakukan secara konsisten oleh para guru selama ini.
Bunda PAUD Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh siswa yang mampu tampil dengan penuh percaya diri di hadapan banyak orang. Menurutnya, keberanian dan kreativitas yang ditunjukkan anak-anak merupakan hasil dari kerja keras, kesabaran, dan dedikasi para guru serta dukungan penuh dari orang tua.
“Keberadaan anak-anak di sini tentu membuat orang tua, guru, dan seluruh hadirin merasa bangga. Hari ini mereka mampu menunjukkan kreativitasnya dengan baik. Dari yang sebelumnya masih harus ditunggui orang tuanya di sekolah, kini mereka tampil percaya diri di atas panggung. Ini merupakan perubahan luar biasa yang tidak terlepas dari keuletan, dedikasi, dan kesabaran para guru dalam mendidik,” ujar Rasniathi.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter dan kemampuan sosial anak. Menurutnya, keberhasilan pendidikan di tingkat PAUD tidak hanya diukur dari kemampuan membaca, menulis, dan berhitung semata, tetapi juga dari kemampuan anak dalam bersosialisasi, berinteraksi, berkomunikasi, serta beradaptasi dengan lingkungan sekitar.
“Jika anak-anak sudah mampu membaca dan berhitung, tentu itu menjadi nilai tambah. Namun yang paling penting adalah mereka belajar berinteraksi, mengenal lingkungan sekolah, memiliki rasa percaya diri, dan mampu mengembangkan potensi diri sejak dini. Tadi saya melihat ada yang mampu membaca doa, matembang, bahkan berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris. Ini merupakan capaian yang sangat baik dan patut diapresiasi,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala TK Shanti Kumara III Sempidi, Desak Putu Mariati, menjelaskan bahwa lembaga pendidikan yang dipimpinnya terus berkomitmen menerapkan pendekatan PAUD Holistik Integratif (HI) sebagai bagian dari upaya mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter.
Menurutnya, konsep PAUD Holistik Integratif tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga mencakup pemenuhan kebutuhan dasar anak secara menyeluruh, mulai dari gizi, kesehatan, pola pengasuhan, hingga perlindungan anak.
“Pendidikan anak usia dini merupakan pondasi penting dalam pembangunan karakter bangsa. Karena itu kami menerapkan program yang tidak hanya mengembangkan kemampuan belajar anak, tetapi juga memperhatikan kesehatan, pemenuhan gizi, dan perlindungan anak secara berkelanjutan,” jelasnya.
Ia menambahkan, salah satu program prioritas yang terus dijalankan adalah upaya pencegahan dan penanganan stunting melalui intervensi gizi serta edukasi pola hidup sehat sejak usia dini. Program tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Badung dalam mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas.
“Kami berharap melalui sinergi yang kuat bersama Bunda PAUD Kabupaten Badung dan seluruh pihak terkait, anak-anak dapat tumbuh sehat, cerdas, ceria, berkarakter, serta bebas dari stunting sehingga mampu menjadi generasi penerus bangsa yang unggul di masa depan,” ungkapnya.
Melalui kegiatan pentas seni, pelepasan, dan kenaikan tingkat ini, tidak hanya menjadi ajang menampilkan bakat dan kreativitas anak-anak, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antara sekolah, orang tua, dan pemerintah dalam mendukung tumbuh kembang anak usia dini. Semangat kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi muda Badung yang berdaya saing, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
( dd99 )
Langsung ke konten







