Canggu – Suasana religius dan penuh kekhidmatan menyelimuti kawasan Pura Maspahit yang berlokasi di Jalan Raya Pipitan, Canggu, Kabupaten Badung, saat digelarnya upacara Melaspas dan Pasupati Petapakan. Upacara sakral ini menjadi momentum penting bagi krama adat dalam menyucikan sekaligus memohon penyemayaman kekuatan suci pada petapakan sebagai sarana pemujaan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Minggu (12/7/2026).
Pura Maspahit merupakan pura yang diempon bersama oleh dua banjar adat, yakni Banjar Pipitan dan Banjar Kayutulang, yang berada di wilayah Desa Adat Canggu. Kebersamaan kedua banjar dalam menyelenggarakan yadnya ini mencerminkan kuatnya semangat gotong royong, persaudaraan, dan rasa tanggung jawab bersama dalam menjaga warisan adat, budaya, serta keluhuran nilai-nilai spiritual yang diwariskan oleh para leluhur.
Rangkaian upacara Melaspas dan Pasupati dipuput oleh Ida Pedanda Gede Mandara Putra Kekeran saking Griya Selat, Blahkiuh, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung. Dengan lantunan mantra suci dan prosesi keagamaan yang berlangsung sesuai sastra agama Hindu, seluruh tahapan upacara berjalan dengan khidmat, diikuti oleh para pemangku, prajuru adat, tokoh masyarakat, serta ratusan krama yang hadir dengan penuh rasa bhakti.
Dalam ajaran Hindu Bali, upacara Melaspas memiliki makna sebagai proses penyucian terhadap bangunan maupun sarana suci agar layak digunakan sebagai tempat pemujaan. Sementara itu, Pasupati merupakan prosesi sakral untuk memohon agar petapakan memperoleh kekuatan spiritual sehingga menjadi media pemujaan yang suci sesuai dengan tuntunan agama.
Pelaksanaan yadnya ini bukan hanya menjadi wujud pengabdian kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, tetapi juga menjadi sarana mempererat persatuan dan kebersamaan masyarakat adat. Semangat ngayah yang ditunjukkan oleh krama dari Banjar Pipitan dan Banjar Kayutulang menjadi bukti bahwa nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong masih tetap hidup dan terpelihara di tengah perkembangan zaman.
Melalui pelaksanaan upacara ini, diharapkan Pura Maspahit senantiasa menjadi pusat spiritual yang memberikan kedamaian, keharmonisan, serta tuntunan bagi seluruh umat. Selain itu, yadnya ini juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga kesucian pura, melestarikan adat istiadat Bali, serta mewariskan nilai-nilai budaya dan keagamaan kepada generasi muda agar tetap lestari sepanjang masa.
( dd99 )
Langsung ke konten







