banner 1080x250
banner 728x250
BUDAYA  

Bupati Adi Arnawa Ikuti Prosesi Mulang Pekelem di Puncak Karya Pura Luhur Uluwatu, Wujud Bhakti dan Harmoni Jagat

Foto - Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Ketua DPRD Kabupaten Badung I Gusti Anom Gumanti, Ketua TP. PKK Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, serta jajaran mengikuti prosesi Mulang Pekelem pada Puncak Karya Tawur Balik Sumpah Agung, Pujawali Pedudusan Agung (Catur Niri) Panca Lingga di Pura Luhur Uluwatu, Desa Adat Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Selasa (7/7).

Kuta Selatan – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa mengikuti prosesi Mulang Pekelem dalam rangkaian Puncak Karya Tawur Balik Sumpah Agung, Pujawali Pedudusan Agung (Catur Niri) Panca Lingga di Pura Luhur Uluwatu, kawasan Pantai Pura Luhur Uluwatu, Desa Adat Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Selasa (7/7). Kehadiran Bupati menjadi wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Badung dalam mendukung pelestarian adat, agama, dan budaya, khususnya pelaksanaan karya di salah satu Pura Sad Kahyangan Jagat di Bali.

Sebelum mengikuti prosesi Mulang Pekelem, Bupati Adi Arnawa bersama Ketua DPRD Kabupaten Badung I Gusti Anom Gumanti, Ketua TP. PKK Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, jajaran pimpinan perangkat daerah Kabupaten Badung, Bendesa Adat Pecatu, para pengempon, serta krama terlebih dahulu menghaturkan bhakti di Utama Mandala Pura Luhur Uluwatu.

banner 728x250

Prosesi Mulang Pekelem merupakan salah satu tahapan utama dalam pelaksanaan Tawur Balik Sumpah Agung yang memiliki makna sebagai persembahan suci ke tengah samudra. Upacara tersebut melambangkan penyelarasan hubungan manusia dengan alam semesta serta ungkapan syukur dan permohonan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar senantiasa tercipta keseimbangan, keselamatan, dan kerahayuan jagat. Prosesi dilaksanakan di kawasan Pantai Pura Luhur Uluwatu setelah seluruh rangkaian upacara utama di kawasan pura selesai dilaksanakan.

Bupati Adi Arnawa menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Badung berkomitmen memberikan dukungan penuh terhadap seluruh rangkaian pelaksanaan karya di Pura Luhur Uluwatu. Menurutnya, kehadiran pemerintah bersama masyarakat dalam upacara tersebut merupakan bentuk bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa sekaligus dukungan nyata terhadap pelestarian tradisi dan nilai-nilai spiritual yang diwariskan oleh para leluhur.

Ia menegaskan bahwa melalui pelaksanaan yadnya tersebut seluruh umat memanjatkan doa agar alam semesta senantiasa berada dalam kondisi harmonis, masyarakat diberikan keselamatan, serta Kabupaten Badung selalu dilimpahi kedamaian, kesejahteraan, dan kerahayuan.

Bupati juga berharap pelaksanaan Tawur Balik Sumpah Agung menjadi doa bersama bagi terwujudnya situasi yang aman, damai, dan kondusif, tidak hanya di Kabupaten Badung dan Bali, tetapi juga bagi Indonesia di tengah berbagai dinamika global yang sedang berlangsung.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa dukungan Pemerintah Kabupaten Badung terhadap pelaksanaan karya keagamaan merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah dalam menjaga kelestarian adat, agama, dan budaya Bali. Sebagai salah satu Pura Sad Kahyangan yang berada di wilayah Kabupaten Badung, Pura Luhur Uluwatu memiliki nilai spiritual yang sangat tinggi sehingga pelaksanaan seluruh rangkaian karya mendapat perhatian penuh dari pemerintah daerah sejak awal hingga puncak pujawali.

Sementara itu, Bendesa Adat Pecatu I Made Sumerta menjelaskan bahwa rangkaian karya telah berlangsung sejak sekitar satu bulan lalu dan akan berlanjut hingga 14 Juli 2026. Selama masa pujawali, jumlah umat yang datang untuk melaksanakan persembahyangan diperkirakan mencapai 30.000 hingga 40.000 orang setiap harinya.

Untuk menjaga kelancaran pelaksanaan upacara sekaligus mengantisipasi kepadatan pemedek, pengempon Pura Luhur Uluwatu menerapkan pengaturan khusus selama hari puncak karya. Umat diarahkan melaksanakan persembahyangan di area penyawang atau bagian bawah pura mulai pukul 08.00 hingga 18.00 Wita, mengingat di kawasan Utama Mandala dan Madya Mandala masih berlangsung rangkaian upacara dan upakara yang menjadi bagian dari pelaksanaan karya agung tersebut.

Melalui pelaksanaan Puncak Karya Tawur Balik Sumpah Agung ini diharapkan nilai-nilai kesucian, keharmonisan, dan keseimbangan alam semesta senantiasa terjaga, sekaligus memperkuat eksistensi Pura Luhur Uluwatu sebagai salah satu pusat spiritual umat Hindu dan destinasi budaya yang menjadi kebanggaan Kabupaten Badung serta Pulau Bali.

( K.I )

Loading

banner 728x250
banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x250