banner 1080x250
banner 728x250
BUDAYA  

Bupati Adi Arnawa Ngupasaksi Puncak Karya di Pura Dalem Petanian Dukuh Kelan, Tegaskan Pentingnya Pelestarian Adat dan Budaya Bali

Foto - Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa ngupasaksi Puncak Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Padudusan Alit dan Caru Wraspati Kalpa di Pura Dalem Petanian Dukuh Kelan, Desa Adat Kelan, Kelurahan Tuban, Kecamatan Kuta, Senin (22/6).

Kuta – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri sekaligus ngupasaksi Puncak Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Padudusan Alit dan Caru Wraspati Kalpa di Pura Dalem Petanian Dukuh Kelan, Desa Adat Kelan, Kelurahan Tuban, Kecamatan Kuta, Senin (22/6). Kehadiran Bupati dalam upacara tersebut merupakan wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Badung dalam mendukung pelestarian adat, agama, seni, dan budaya Bali sebagai jati diri masyarakat.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Bendesa Adat Kelan I Wayan Sukrena, perwakilan Camat Kuta, Lurah Tuban, para Kelian Adat, Kepala Lingkungan Kelan Desa dan Kelan Abian, serta krama pengempon Pura Dalem Petanian Dukuh Kelan yang dengan penuh rasa bhakti mengikuti seluruh rangkaian upacara.

banner 728x250

Dalam sambrama wacananya, Bupati Adi Arnawa menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh krama pengempon atas semangat gotong royong dan kebersamaan yang telah ditunjukkan dalam mempersiapkan hingga menyukseskan pelaksanaan karya tersebut.

Menurut Bupati, pelaksanaan yadnya tidak akan dapat berjalan dengan baik tanpa adanya persatuan, kekompakan, dan semangat ngayah dari seluruh masyarakat. Nilai-nilai gotong royong inilah yang selama ini menjadi kekuatan utama masyarakat Bali dalam menjaga keberlangsungan adat dan tradisi warisan leluhur.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Badung, saya menyampaikan terima kasih, apresiasi, dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh krama pengempon yang telah mampu bergotong royong, bekerja sama, dan mempersiapkan karya ini sehingga dapat terlaksana dengan baik,” ujar Bupati.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa di tengah pesatnya pembangunan dan perkembangan sektor pariwisata di Kabupaten Badung, masyarakat tidak boleh melupakan akar budaya yang menjadi identitas daerah. Menurutnya, kemajuan pembangunan harus berjalan seiring dengan upaya menjaga dan melestarikan adat, agama, seni, serta budaya Bali.

“Badung saat ini mengalami perkembangan pembangunan yang sangat pesat. Namun, kemajuan tersebut tidak boleh membuat kita melupakan adat, agama, seni, dan budaya yang menjadi identitas masyarakat Bali. Kita wajib menjaga dan melestarikannya karena itulah warisan leluhur yang harus tetap dijaga,” tegasnya.

Bupati juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas keamanan dan kedamaian di Kabupaten Badung. Sebagai daerah yang bertumpu pada sektor pariwisata, kondisi keamanan yang kondusif menjadi faktor utama dalam menjaga keberlanjutan pembangunan ekonomi daerah. Untuk itu, melalui pelaksanaan karya suci ini, Bupati mengajak seluruh masyarakat untuk senantiasa memohon kerahayuan dan keselamatan kepada Ida Sesuhunan agar Kabupaten Badung selalu dianugerahi kedamaian dan kesejahteraan.

Selain menyampaikan pesan terkait pelestarian adat dan keamanan daerah, Bupati Adi Arnawa juga memaparkan sejumlah program prioritas Pemerintah Kabupaten Badung di bidang pendidikan. Salah satunya adalah program beasiswa pendidikan tinggi gratis jenjang Strata Satu (S1) selama delapan semester bagi masyarakat kurang mampu dan keluarga petani.

Di samping itu, Pemerintah Kabupaten Badung juga telah melaksanakan program pendidikan gratis bagi siswa SMA Negeri, bantuan biaya pendidikan bagi sekolah swasta mitra, serta penyaluran seragam sekolah gratis bagi peserta didik baru.

Menurut Bupati, berbagai program tersebut merupakan bentuk investasi jangka panjang untuk menyiapkan sumber daya manusia Kabupaten Badung yang unggul, berdaya saing, dan siap menjadi pelaku utama pembangunan daerah di masa depan.

“Program ini merupakan investasi untuk menyiapkan sumber daya manusia Kabupaten Badung, baik untuk masa sekarang maupun masa yang akan datang,” jelasnya.

Sementara itu, Prawartaka Karya I Made Eling Payana menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran Bupati Badung beserta perhatian dan dukungan yang selama ini diberikan Pemerintah Kabupaten Badung terhadap keberadaan Pura Dalem Petanian Dukuh Kelan.

Ia menjelaskan bahwa sejak tahun 2024, Pemkab Badung telah memberikan bantuan pembangunan fisik berupa penyengker dan candi bentar, serta pada tahun 2026 kembali memberikan bantuan dana untuk mendukung pelaksanaan upacara keagamaan.

“Kami sangat mengapresiasi perhatian Pemerintah Kabupaten Badung, baik dalam pembangunan fisik maupun pelaksanaan upacara keagamaan. Bantuan tersebut sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar I Made Eling Payana seraya berharap dukungan terhadap pelestarian pura dan kegiatan adat keagamaan dapat terus berlanjut.

( K.I )

Loading

banner 728x250
banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x250