banner 1080x250
banner 728x250
Daerah  

Badung Mulai Modernisasi Pertanian, Bupati Adi Arnawa Gerakkan Tanam Padi dengan Metode PMAAS

Foto - Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa memimpin Gerakan Tanam Padi dengan metode Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PMAAS) di Subak Tanah Yeng, Desa Sedang, Kecamatan Abiansemal, Badung.

BADUNG – Pemerintah Kabupaten Badung terus memperkuat sektor pertanian melalui penerapan teknologi modern. Langkah tersebut diwujudkan melalui Gerakan Tanam Padi dengan metode Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PMAAS) yang digelar di Subak Tanah Yeng, Desa Sedang, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Sabtu (29/8).

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa tersebut menjadi langkah konkret Pemkab Badung dalam meningkatkan produktivitas pertanian, menjaga keberlanjutan lahan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah di tengah keterbatasan lahan pertanian.

banner 728x250

Gerakan tanam ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan kerja sama antara Perumda Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana dengan Subak Tanah Yeng sebagai offtaker atau penjamin pasar hasil pertanian. Pada kesempatan tersebut, Bupati Adi Arnawa menyerahkan bantuan benih padi kepada Pekaseh serta pupuk kepada Pangliman sebagai dukungan awal bagi petani dalam menerapkan metode pertanian modern.

Foto – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa memimpin Gerakan Tanam Padi dengan metode Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PMAAS) di Subak Tanah Yeng, Desa Sedang, Kecamatan Abiansemal, Badung.

Bupati Adi Arnawa menegaskan bahwa penerapan PMAAS harus dilakukan secara berkelanjutan dan tidak berhenti hanya pada tahap penanaman. Menurutnya, seluruh pihak harus ikut mengawal proses budidaya hingga panen agar teknologi yang diterapkan benar-benar memberikan hasil nyata bagi petani.

“Astungkara, pada hari yang baik ini kita dapat melaksanakan penanaman padi berbasis teknologi baru melalui PMAAS. Saya minta setelah menanam, jangan kemudian ditinggalkan. Ini harus dikawal terus oleh seluruh pihak untuk mengantisipasi tantangan lapangan dan memastikan teknologi ini memberikan hasil riil,” tegasnya.

Menurut Bupati, program pertanian modern tersebut berawal dari gagasan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung. Pemkab Badung kemudian memberikan dukungan penuh melalui intervensi anggaran serta berbagai program yang diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

Keberpihakan pemerintah terhadap petani diwujudkan melalui sejumlah program, mulai dari beasiswa pendidikan jenjang S1 bagi anak petani, pembebasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), hingga akses kesehatan dan pendidikan gratis. Bupati juga meminta aparatur desa, penyuluh pertanian, serta pengurus subak memastikan informasi mengenai program-program tersebut dapat diterima secara merata oleh para petani penggarap.

Selain meningkatkan produksi, Pemkab Badung juga memperkuat sektor hilir dengan memastikan adanya kepastian pasar bagi hasil pertanian. Perumda Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana diharapkan dapat menyerap hasil panen petani dengan harga yang menguntungkan sehingga terbentuk ekosistem pertanian dari hulu hingga hilir.

“Perumda Pasar harus menyiapkan anggaran untuk menyerap produk petani kita. Ini ekosistem pasar yang pasti,” imbuhnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung, Anak Agung Ngurah Raka Sukadana, menjelaskan bahwa PMAAS merupakan program sinergis antara Kementerian Pertanian RI, Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kabupaten Badung, kelembagaan petani, serta BBRMP Bali.

Dalam penerapannya, metode pertanian modern ini menggunakan sistem pengelolaan yang lebih presisi dan terukur. Mulai dari pengolahan dan kesiapan lahan, tata kelola air secara digital, pemupukan, pemeliharaan, pengendalian hama berbasis data satelit dan sensor, hingga pengawasan intensif oleh penyuluh pertanian lapangan sampai tahapan panen.

Dengan pengawalan tersebut, produktivitas padi ditargetkan dapat meningkat hingga 10-12 ton per hektare. Gerakan tanam di Subak Tanah Yeng kali ini mencakup lahan seluas 50 hektare dengan proyeksi hasil mencapai 500-550 ton Gabah Kering Panen (GKP).

Untuk mendukung proses edukasi kepada petani, Pemkab Badung juga telah membangun demplot percontohan masing-masing seluas 5 are di seluruh kecamatan se-Kabupaten Badung. Demplot tersebut menjadi sarana pembelajaran penerapan teknologi pertanian modern yang didampingi langsung oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).

Pengembangan PMAAS selanjutnya akan diperluas melalui dukungan anggaran. Pada APBD Perubahan Badung 2026, Pemkab Badung mengalokasikan Rp1 miliar untuk pengembangan lahan seluas 40 hektare di empat kecamatan, yakni Abiansemal 16 hektare, Mengwi 10 hektare, Kuta Utara 10 hektare, dan Petang 4 hektare.

Sementara melalui APBN Kementerian Pertanian RI tahun 2026, direncanakan perluasan program secara lebih masif dengan cakupan sekitar 194 hektare di wilayah Kabupaten Badung.

Melalui penerapan teknologi pertanian modern yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, Pemkab Badung berharap PMAAS dapat menjadi model pertanian modern berkelanjutan di Bali. Program ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan dan swasembada pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petani.

Kegiatan tersebut turut dihadiri anggota DPRD Badung I Gede Budiyoga mewakili Ketua DPRD Badung, Ketua Komisi II DPRD Badung Made Sada, perwakilan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Asisten Perekonomian dan Pembangunan I Made Agus Aryawan, pimpinan OPD terkait, Kepala BBRMP Bali, Direktur Utama Perumda Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana, Majelis Madya Subak, serta jajaran Tripika, Perbekel, dan Bendesa Adat Sedang.

( NDR )

Loading

banner 728x250
banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x250