Sumbar – Kapolri Listyo Sigit Prabowo kembali melakukan penyegaran di jajaran kepemimpinan Kepolisian Republik Indonesia dengan menunjuk Djati Wiyoto Abadhy sebagai Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Kapolda Sumbar) yang baru. Penunjukan tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/960/V/KEP./2026 tertanggal 7 Mei 2026.
Dalam mutasi tersebut, Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy dipercaya menggantikan Gatot Tri Suryanta untuk memimpin Polda Sumatera Barat. Pergantian ini menjadi bagian dari langkah strategis Polri dalam melakukan regenerasi kepemimpinan sekaligus penguatan organisasi guna menghadapi tantangan tugas kepolisian yang semakin kompleks di berbagai wilayah Indonesia.
Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy dikenal sebagai sosok perwira tinggi Polri yang memiliki rekam jejak panjang dan matang di bidang intelijen dan keamanan. Lahir di Surakarta, Jawa Tengah, pada 3 Agustus 1969, Djati merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1991 yang telah meniti karier dari berbagai posisi strategis di institusi Bhayangkara.
Sebelum dipercaya memimpin Polda Sumatera Barat, Irjen Djati menjabat sebagai Kapolda Kalimantan Utara. Selama bertugas, ia dikenal sebagai figur yang tegas, humanis, dan memiliki kemampuan analisis intelijen yang kuat dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah.
Karier Irjen Djati terbilang cukup lengkap. Ia perdam mengemban amanah sebagai Kapolres Barito Selatan, Direktur Intelkam Polda Riau, Direktur Intelkam Polda Jawa Tengah, hingga Wakapolda Metro Jaya. Pengalaman panjang tersebut dinilai menjadi modal penting dalam menjalankan tugas baru sebagai Kapolda Sumbar, wilayah yang memiliki dinamika sosial, budaya, dan keamanan yang cukup kompleks.
Penunjukan Irjen Djati juga mendapat perhatian luas karena Sumatera Barat merupakan salah satu daerah strategis yang membutuhkan pendekatan keamanan yang profesional, presisi, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. Dengan latar belakang intelijen yang kuat, Djati diharapkan mampu memperkuat sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, tokoh adat, ulama, dan masyarakat dalam menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.
Sementara itu, Kadiv Humas Polri Johnny Eddizon Isir menyampaikan bahwa mutasi jabatan di lingkungan Polri merupakan hal yang wajar dalam rangka penyegaran organisasi serta pengembangan karier personel.
Menurutnya, rotasi kepemimpinan dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat institusi Polri agar semakin profesional, modern, dan adaptif terhadap tantangan zaman. Selain Irjen Djati, Kapolri juga melakukan mutasi terhadap delapan kapolda lainnya di sejumlah wilayah Indonesia.
Mutasi ini sekaligus menjadi bentuk komitmen Polri dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, penegakan hukum, serta pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat di seluruh Indonesia.
Dengan pengalaman, dedikasi, dan kapasitas yang dimiliki Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy, masyarakat Sumatera Barat kini menaruh harapan besar terhadap hadirnya kepemimpinan baru yang mampu menjaga stabilitas keamanan, memperkuat kepercayaan publik terhadap Polri, serta menghadirkan penegakan hukum yang profesional dan berkeadilan di Ranah Minang.
( dd99 )
Langsung ke konten







