banner 1080x250
banner 728x250
NEWS  

“The Journey Begins from Jatiluwih”, ASITA Bali Siapkan Bali Tourism Run 2026: Perpaduan Sport Tourism, Budaya, dan Aksi Sosial di Jantung Alam Bali

Foto - ASITA Bali Siap Gelar Bali Tourism Run 2026 di Jatiluwih.

Denpasar – Semangat kebangkitan sport tourism berbasis budaya dan keberlanjutan kembali digaungkan di Pulau Dewata. Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia atau ASITA DPD Bali resmi menggagas ajang bergengsi bertajuk Bali Tourism Run 2026 yang akan digelar pada Minggu, 21 Juni 2026, di kawasan Daerah Tujuan Wisata (DTW) Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan.

Mengusung tema besar “The Journey Begins from Jatiluwih”, event ini tidak sekadar menjadi ajang olahraga lari semata, melainkan simbol dimulainya perjalanan baru pariwisata Bali yang lebih berkualitas, berkelanjutan, serta memberi dampak nyata bagi masyarakat lokal.

banner 728x250

Dengan latar panorama hamparan sawah terasering Jatiluwih yang telah diakui UNESCO sebagai Situs Warisan Budaya Dunia, Bali Tourism Run 2026 menghadirkan perpaduan unik antara olahraga, wisata alam, budaya, kuliner tradisional, hingga kegiatan sosial kemanusiaan dalam satu momentum besar.

Ketua DPD ASITA Bali sekaligus penginisiasi kegiatan, I Putu Winastra, menegaskan bahwa Bali Tourism Run 2026 merupakan bagian dari langkah strategis menuju Road to 100 Years of Bali Tourism pada tahun 2027 mendatang.

Menurutnya, Jatiluwih dipilih bukan hanya karena keindahan alamnya yang mendunia, tetapi juga karena kawasan tersebut dinilai mampu merepresentasikan wajah pariwisata Bali yang autentik, alami, serta sarat nilai budaya dan spiritualitas masyarakat lokal.

“Melalui Bali Tourism Run ini, kami ingin menunjukkan bahwa Jatiluwih adalah destinasi wisata berkualitas yang aman, nyaman, dan mampu memberikan pengalaman berwisata yang berkesan bagi wisatawan domestik maupun mancanegara,” ujar Winastra saat konferensi pers di Denpasar, Senin (18/5/2026).

 

ASITA Bali juga ingin mendorong perubahan pola kunjungan wisatawan agar tidak lagi sekadar datang untuk berfoto lalu meninggalkan lokasi wisata. Wisatawan diharapkan dapat menikmati pengalaman yang lebih mendalam, mulai dari mencicipi kuliner khas lokal, menginap di homestay dan desa wisata, hingga berinteraksi langsung dengan masyarakat sekitar.

“Pariwisata harus memberikan positive impact to the community. Karena itu kami melibatkan UMKM lokal Tabanan agar manfaat ekonomi benar-benar dirasakan masyarakat,” tambahnya.

Ajang ini sekaligus menjadi bentuk promosi pariwisata Bali yang lebih sehat, ramah lingkungan, dan berbasis pengalaman atau experience tourism, yang kini semakin diminati wisatawan dunia.

Sementara itu, Wakil Ketua Panitia I Ketut Purna yang akrab disapa Jhon K Purna menjelaskan bahwa seluruh aspek teknis penyelenggaraan telah dipersiapkan secara matang. Mulai dari pengaturan lalu lintas, sistem parkir, jalur peserta, hingga pengamanan yang akan melibatkan aparat kepolisian dan pecalang setempat.

“Kami akan melibatkan Polres, Polsek, dan pecalang agar event berjalan aman dan nyaman bagi peserta maupun masyarakat,” jelasnya.

Panitia juga menaruh perhatian besar terhadap aspek keberlanjutan lingkungan. Sebagai kawasan wisata berbasis konservasi alam dan budaya, daya tampung atau carrying capacity Jatiluwih menjadi prioritas utama dalam perencanaan kegiatan.

Karena itu, jumlah peserta dan konsep acara dirancang secara terukur agar tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan maupun aktivitas masyarakat setempat.

Ketua Panitia Bali Tourism Run 2026, I Wayan Suberata, mengatakan bahwa kategori yang dibuka tahun ini adalah rute 5K dengan target sekitar 2.000 peserta dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara.

Momentum pelaksanaan pada 21 Juni juga dinilai sangat strategis karena bertepatan dengan masa libur sekolah, peringatan Hari Bung Karno, serta rangkaian kegiatan Pesta Kesenian Bali (PKB) 2026. Bahkan sehari sebelumnya masyarakat juga dapat menikmati kemeriahan Jatiluwih Festival yang akan berlangsung pada Sabtu, 20 Juni 2026.

Antusiasme masyarakat pun mulai terlihat sejak pendaftaran dibuka pada 13 Mei lalu. Hingga kini lebih dari 100 pelari telah mendaftarkan diri dan jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah mendekati hari pelaksanaan.

Tidak hanya mengedepankan olahraga dan pariwisata, Bali Tourism Run 2026 juga membawa misi sosial dan kemanusiaan yang menjadi bagian penting dari gerakan ASITA Bali.

Koordinator Logistik dan Perlengkapan, Ketut Sediya Yasa, mengungkapkan bahwa event ini turut menghadirkan program charity berupa pemberian beasiswa kepada dua anak kurang mampu serta bantuan bedah rumah bagi masyarakat yang membutuhkan.

“ASITA tidak hanya bergerak di bidang biro perjalanan wisata, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial. Kami ingin event ini memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.

Pendaftaran Bali Tourism Run 2026 masih dibuka secara online melalui platform runon.id dengan kategori harga Early Bird sebesar Rp250 ribu untuk periode 13–21 Mei 2026 dan Regular Rp300 ribu mulai 22 Mei 2026.

Event ini mendapat dukungan penuh dari ASITA Bali, Bali Tourism Board, Pemerintah Kabupaten Tabanan, serta berkolaborasi dengan 32 stakeholder pariwisata di Bali.

Ke depan, Bali Tourism Run ditargetkan menjadi agenda tahunan sport tourism Bali yang akan digelar secara bergilir di berbagai kabupaten di Pulau Dewata sebagai bagian dari penguatan citra Bali sebagai destinasi wisata dunia yang tidak hanya indah, tetapi juga sehat, berbudaya, dan berkelanjutan.

( dd99 )

Loading

banner 728x250
banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x250