JAKARTA — Komisaris Jenderal Polisi Wahyu Hadiningrat resmi mengemban amanah baru sebagai Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri). Presiden Prabowo Subianto melantik Wahyu di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026), bersamaan dengan pelantikan Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri.
Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 96/POLRI Tahun 2026 dan Nomor 97/POLRI Tahun 2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan Kapolri serta Wakapolri. Dalam prosesi pelantikan, Presiden Prabowo memandu langsung pengucapan sumpah jabatan kedua pimpinan tertinggi Polri tersebut.
Wahyu Hadiningrat menggantikan Komjen Pol. Dedi Prasetyo sebagai Wakapolri. Kehadirannya sebagai orang nomor dua di Korps Bhayangkara membawa rekam jejak panjang karena jenderal bintang tiga tersebut telah melewati berbagai penugasan, mulai dari fungsi reserse, pemberantasan tindak pidana, siber, intelijen hingga perencanaan dan anggaran.
Alumni Akpol 1992, Lahir di Bandung
Komjen Pol. Wahyu Hadiningrat lahir di Bandung, Jawa Barat, pada 4 Juni 1970. Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1992. Selepas menyelesaikan pendidikan Akpol, Wahyu memulai perjalanan pengabdiannya sebagai perwira pertama di Polda Jawa Barat pada 1993.
Perjalanan kariernya kemudian banyak bersentuhan dengan bidang reserse. Berdasarkan riwayat jabatan yang dipublikasikan, Wahyu pernah menjadi Wakapolsekta Cirebon Selatan pada 1994, Kapolsek Soreang Polres Bandung pada 1995, Kasat Serse Polres Bandung pada 1997 hingga Kasat Serse Polresta Bogor pada 1998.
Kariernya terus berkembang. Wahyu kemudian menjalankan sejumlah tugas pada Direktorat Reserse Kriminal Polda Jawa Barat. Ia juga pernah dipercaya sebagai Kasatgaswil Jawa Barat Densus 88/Antiteror Polri.
Dari Kapolres hingga Dirreskrimsus Polda Metro Jaya
Pengalaman Wahyu tidak berhenti di bidang operasional reserse. Ia kemudian mendapatkan kepercayaan memegang komando kewilayahan dengan menjabat Kapolres Metro Bekasi pada 2011.
Setahun kemudian, pada 2012, Wahyu dipercaya menjadi Kapolres Metro Jakarta Selatan. Penugasan di wilayah hukum Polda Metro Jaya tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan kariernya sebelum memasuki jenjang jabatan yang semakin strategis.
Setelah menyelesaikan tugasnya sebagai Kapolres Metro Jakarta Selatan, Wahyu dipercaya menjadi Analis Kebijakan Madya Bidang Pidana Umum Bareskrim Polri pada 2016. Pada tahun yang sama, ia kemudian menduduki jabatan Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Metro Jaya.
Penugasan tersebut memperluas pengalaman Wahyu dalam penanganan tindak pidana khusus dan berbagai persoalan penegakan hukum yang memiliki kompleksitas tinggi.
Masuk Bidang Siber dan Intelijen
Perjalanan karier Wahyu berikutnya bersinggungan dengan bidang yang semakin strategis seiring perkembangan teknologi informasi dan ancaman kejahatan digital.
Pada 2017, Wahyu tercatat pernah menduduki posisi Wakil Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri. Ia kemudian mendapat penugasan sebagai Direktur Respons Ancaman pada Deputi Bidang Intelijen Siber Badan Intelijen Negara (BIN).
Pengalaman tersebut menambah spektrum penugasannya. Dari penyidikan konvensional, Wahyu masuk ke ranah kejahatan siber dan intelijen, bidang yang memiliki peran semakin penting dalam menghadapi perkembangan ancaman keamanan modern.
Dipercaya Menjadi Wakapolda Metro Jaya
Pada 2018, Wahyu kembali ke lingkungan kewilayahan Polri dengan mengemban jabatan Wakapolda Metro Jaya.
Jabatan Wakapolda Metro Jaya menempatkannya pada posisi strategis di salah satu wilayah hukum dengan dinamika keamanan dan ketertiban masyarakat yang kompleks.
Dua tahun kemudian, pada 2020, perjalanan kariernya kembali berlanjut ke Mabes Polri. Wahyu dipercaya menjabat Wakil Kepala Badan Reserse Kriminal (Wakabareskrim) Polri.
Posisi tersebut sekaligus memperkuat rekam jejaknya di bidang reserse karena Bareskrim merupakan unsur pelaksana utama Polri dalam penyelidikan dan penyidikan berbagai tindak pidana pada tingkat nasional.
Dari Wakabareskrim Menuju Perencanaan dan Anggaran
Setelah berkecimpung cukup panjang dalam fungsi reserse dan penegakan hukum, Wahyu kemudian memasuki bidang perencanaan organisasi.
Pada 2021, ia dipercaya sebagai Asisten Kapolri Bidang Perencanaan Umum dan Anggaran atau Asrena Kapolri. Ia menjalankan jabatan tersebut hingga 2024 sebelum kemudian dipercaya menduduki posisi Asisten Utama Kapolri Bidang Perencanaan dan Anggaran (Astamarena) Kapolri.
Penunjukan sebagai Astamarena juga berjalan beriringan dengan kenaikan pangkat Wahyu menjadi Komisaris Jenderal Polisi atau jenderal bintang tiga pada 2024.
Di bidang perencanaan dan anggaran, Wahyu berada pada ranah strategis yang berkaitan dengan perencanaan organisasi, program serta dukungan anggaran Polri.
Dengan demikian, perjalanan kariernya menunjukkan pengalaman pada sejumlah fungsi berbeda: operasional kewilayahan, reserse, tindak pidana khusus, antiteror, siber, intelijen, Bareskrim hingga perencanaan dan anggaran.
Pendidikan hingga Doktor Ilmu Hukum
Selain perjalanan kedinasan, Wahyu juga menempuh pendidikan kepolisian dan akademik.
Setelah lulus Akpol 1992, ia melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Sekolah Staf dan Pimpinan Polri (Sespim), serta Sespimti pada 2016. Wahyu juga menempuh pendidikan doktoral di Universitas Padjadjaran dan tercatat menjalani pendidikan Doktor Ilmu Hukum pada periode 2020–2024.
Latar belakang pendidikan tersebut melengkapi perjalanan panjangnya sebagai perwira Polri yang bergerak dari penugasan lapangan hingga level perumusan kebijakan dan manajemen organisasi.
Kini Mendampingi Kapolri Suyudi Ario Seto
Puncak baru perjalanan pengabdian Wahyu Hadiningrat datang pada 1 Oktober 2026. Presiden Prabowo Subianto resmi melantiknya sebagai Wakapolri mendampingi Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto.
Posisi Wakapolri menempatkan Wahyu pada jajaran kepemimpinan tertinggi Korps Bhayangkara. Dengan rekam jejak lintas fungsi, ia membawa pengalaman dari tingkat polsek, polres dan polda hingga Bareskrim serta Mabes Polri.
Perjalanan tersebut sekaligus menggambarkan jenjang karier yang panjang: berangkat dari perwira pertama Polda Jawa Barat, menjalani tugas-tugas reserse, memimpin satuan kewilayahan, menangani bidang siber dan intelijen, menjadi Wakapolda Metro Jaya, Wakabareskrim, Asrena, Astamarena, hingga akhirnya dipercaya menjadi Wakapolri.
Kini, sebagai Wakapolri, Komjen Pol. Wahyu Hadiningrat memasuki babak baru pengabdiannya. Bersama Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto, ia berada di pucuk pimpinan Polri dengan tanggung jawab membantu memastikan organisasi kepolisian menjalankan fungsi pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum, serta perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat.
( dd99 )
Langsung ke konten







