banner 1080x250
banner 728x250

Sopir Truk dan Travel Baku Hantam di Pelabuhan Gilimanuk

Foto - ilustrasi.

Jembrana – Aktivitas antrean kendaraan di kawasan Pelabuhan Gilimanuk yang biasanya dipenuhi kendaraan logistik dan angkutan penumpang mendadak diwarnai keributan. Perkelahian antara seorang sopir truk dan sopir travel pecah di Areal Parkir MB I Pelabuhan Gilimanuk, Sabtu (6/6/2026) pagi, hingga menyebabkan salah satu pihak tak sadarkan diri dan harus mendapatkan perawatan medis.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 07.50 WITA saat ratusan kendaraan tengah mengantre untuk masuk ke kapal penyeberangan menuju Bali maupun Jawa. Keributan yang berlangsung di tengah antrean itu sempat menarik perhatian para sopir dan pengguna jasa pelabuhan lainnya.

banner 728x250

Informasi yang diperoleh menyebutkan, perkelahian melibatkan G. Aditya Saputra (28), sopir truk bernomor polisi N 8793 ET asal Dusun Blokagung, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Kabupaten Banyuwangi, dengan Rizal Darmawan (33), sopir travel bernomor polisi B 1233 NZG asal Dusun Langsepan, Desa Rowo Indah, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan sopir truk, insiden bermula ketika dirinya sedang tertidur di dalam kendaraan saat antrean berlangsung. Dalam kondisi kelelahan setelah menempuh perjalanan panjang, ia dibangunkan oleh sopir travel yang berada tepat di belakang kendaraannya.

Namun, saat terbangun secara mendadak, sopir truk mengaku kaget dan kehilangan konsentrasi sesaat. Ketika hendak menggerakkan kendaraannya mengikuti antrean yang mulai berjalan, truk justru bergerak mundur sebanyak dua kali.

Akibat manuver yang tidak disengaja tersebut, bagian kap depan mobil travel yang berada tepat di belakang truk mengalami kerusakan. Kerusakan kendaraan itu kemudian memicu emosi sopir travel yang merasa dirugikan.

Adu mulut pun tidak dapat dihindari. Ketegangan yang awalnya hanya berkaitan dengan kerusakan kendaraan berubah menjadi konfrontasi fisik. Di tengah padatnya antrean kendaraan, kedua pria tersebut terlibat perkelahian yang menjadi tontonan para pengguna jasa pelabuhan.

Dalam insiden tersebut, sopir truk dilaporkan menerima pukulan hingga terjatuh dan kehilangan kesadaran. Melihat kondisi tersebut, sejumlah petugas bersama warga sekitar segera memberikan pertolongan dan mengevakuasi korban ke Kantor Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Pelabuhan Gilimanuk untuk mendapatkan penanganan medis.

Beruntung, setelah menjalani pemeriksaan dan perawatan, kondisi korban berangsur membaik. Sopir truk akhirnya sadar kembali dan dinyatakan dalam kondisi yang memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan.

Peristiwa ini menjadi perhatian serius mengingat lokasi kejadian berada di salah satu gerbang utama distribusi barang dan mobilitas masyarakat antara Pulau Jawa dan Bali. Sedikit saja keterlambatan penanganan dapat memicu kemacetan panjang dan mengganggu kelancaran operasional penyeberangan.

Meski sempat memanas, kedua belah pihak akhirnya memilih jalan damai. Sekitar pukul 09.30 WITA, sopir truk dan sopir travel sepakat menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan.

Kesepakatan damai itu dituangkan dalam surat pernyataan yang ditandatangani kedua pihak serta disaksikan sejumlah saksi. Dalam surat tersebut, keduanya sepakat tidak akan saling menuntut, baik secara pidana maupun perdata, atas kejadian yang telah terjadi.

Setelah proses mediasi selesai, kedua sopir melanjutkan perjalanan menuju tujuan masing-masing. Situasi di kawasan Pelabuhan Gilimanuk kembali kondusif dan aktivitas penyeberangan berlangsung normal seperti biasa.

Meski telah tercapai perdamaian, informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa peristiwa tersebut masih dalam penanganan dan pemantauan aparat Polsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk untuk memastikan seluruh proses penyelesaian berjalan sesuai prosedur serta tidak menimbulkan persoalan lanjutan di kemudian hari.

Insiden ini sekaligus menjadi gambaran bagaimana tekanan pekerjaan, kelelahan akibat perjalanan jarak jauh, dan emosi yang tidak terkendali dapat berubah menjadi konflik fisik hanya dalam hitungan menit. Di jalur penyeberangan yang menjadi urat nadi logistik nasional, kewaspadaan, kesabaran, dan pengendalian diri para pengemudi menjadi faktor penting demi menjaga keselamatan bersama serta mencegah peristiwa serupa terulang kembali.

( dd99 )

Loading

banner 728x250
banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x250