banner 1080x250
banner 728x250
BUDAYA  

PKK Badung Gencarkan Gerakan Peduli Residu, Dorong Perubahan Gaya Hidup Ramah Lingkungan dari Rumah Tangga

Foto - Nyonya Rasniathi Adi Arnawa Serahkan Paket Ramah Lingkungan dalam Gerakan Badung Peduli Residu.

Badung – Pemerintah Kabupaten Badung terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan melalui pengurangan sampah residu berbasis sumber. Komitmen tersebut diwujudkan lewat kegiatan Sosialisasi Badung Peduli Residu dan Optimalisasi Bank Sampah Mangu Srikandi yang digelar di Ruang Kertha Gosana, Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung, Kamis (4/6), dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 yang mengusung tema “Saatnya Bekerja untuk Iklim.”

Kegiatan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat ini menjadi momentum penting untuk membangun kesadaran kolektif tentang bahaya sampah residu yang sulit terurai serta pentingnya perubahan pola konsumsi menuju penggunaan produk yang lebih ramah lingkungan.

banner 728x250

Dalam kesempatan tersebut, Ketua TP PKK Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, menyerahkan secara simbolis sebanyak 600 paket popok kain dan pembalut pakai ulang ramah lingkungan kepada TP PKK Kecamatan se-Kabupaten Badung dan enam sekolah perwakilan. Bantuan ini tidak hanya menjadi bentuk dukungan terhadap gerakan pengurangan sampah residu, tetapi juga sarana edukasi bagi masyarakat untuk mulai mengurangi ketergantungan terhadap produk sekali pakai yang berpotensi menjadi beban lingkungan.

Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menegaskan bahwa menjaga lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan kewajiban seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, perubahan besar dapat dimulai dari langkah sederhana di lingkungan keluarga dengan membiasakan penggunaan produk yang dapat digunakan kembali.

Ia mengajak masyarakat untuk mengubah pola pikir bahwa penggunaan popok kain dan pembalut ramah lingkungan bukanlah sesuatu yang merepotkan. Sebaliknya, hal tersebut merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap masa depan lingkungan dan generasi mendatang.

Sebagai Duta Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber Kabupaten Badung, Rasniathi juga menegaskan komitmennya untuk terus menggulirkan Program Badung Peduli Residu hingga ke tingkat banjar, desa, kelurahan, dan kecamatan. Ia berharap seluruh kader PKK, Posyandu, organisasi perempuan, hingga masyarakat luas dapat menjadi agen perubahan yang aktif mengedukasi lingkungan sekitarnya mengenai pentingnya pengurangan sampah residu sejak dari rumah tangga.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Badung, Made Rai Warastuthi, menyampaikan bahwa upaya pengelolaan sampah berbasis sumber yang selama ini dilakukan telah menunjukkan hasil positif. Tingkat pemilahan sampah di Kabupaten Badung kini telah mencapai 72 persen, sementara pengurangan sampah yang dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) mencapai sekitar 33 persen.

Meski demikian, tantangan terbesar saat ini masih berada pada pengelolaan sampah residu yang belum dapat dimanfaatkan secara optimal. Oleh karena itu, Program Badung Peduli Residu terus didorong sebagai langkah strategis untuk mengubah perilaku masyarakat agar lebih bijak dalam memilih, menggunakan, dan mengelola produk sehari-hari sehingga jumlah residu yang dihasilkan dapat ditekan semaksimal mungkin.

Selain mengedukasi masyarakat, kegiatan ini juga bertujuan mengoptimalkan peran Bank Sampah Mangu Srikandi sebagai pusat pembelajaran pengelolaan sampah sekaligus penggerak ekonomi sirkular di masyarakat. Kehadiran bank sampah diharapkan mampu memberikan nilai tambah ekonomi dari sampah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai, sekaligus memperkuat budaya pemilahan sampah dari sumbernya.

Kegiatan sosialisasi ini mendapat dukungan luas dari berbagai pihak, mulai dari instansi pemerintah pusat dan provinsi, perangkat daerah Kabupaten Badung, organisasi perempuan, dunia pendidikan, pelaku usaha, hingga Forum Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP/CSR). Kolaborasi lintas sektor tersebut menjadi bukti bahwa upaya menjaga lingkungan membutuhkan keterlibatan bersama dan komitmen berkelanjutan.

Melalui gerakan Badung Peduli Residu, Pemerintah Kabupaten Badung berharap kesadaran masyarakat terhadap pengurangan sampah semakin meningkat, sehingga tercipta lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. Langkah ini sekaligus menjadi kontribusi nyata Badung dalam menghadapi tantangan perubahan iklim serta mewujudkan pembangunan yang selaras dengan kelestarian lingkungan.

( dd99 )

Loading

banner 728x250
banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x250