banner 1080x250
banner 728x250
Daerah  

Gerakan Peduli Residu dan Anti Narkoba Masuk Sekolah, Pemkab Badung Bentuk Generasi Peduli Lingkungan dan Tangguh Hadapi Ancaman Narkoba

Foto - Gerakan Peduli Residu dan Anti Narkoba Masuk Sekolah, Pemkab Badung Bentuk Generasi Peduli Lingkungan dan Tangguh Hadapi Ancaman Narkoba.

Badung – Pemerintah Kabupaten Badung bersama Tim Penggerak PKK Kabupaten Badung terus memperkuat komitmen dalam membangun generasi muda yang sehat, cerdas, berkarakter, serta peduli terhadap lingkungan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Gerakan Badung Peduli Residu dan Anti Narkoba yang digelar di SMP Negeri 1 Mengwi, Sabtu (6/6), dengan melibatkan ratusan siswa dari SMP Negeri 1 Mengwi dan SMP Negeri 1 Abiansemal.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah Kabupaten Badung dalam menanamkan kesadaran sejak dini mengenai pentingnya menjaga lingkungan hidup sekaligus membentengi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkoba yang semakin kompleks. Hadir langsung dalam kegiatan tersebut Ketua TP. PKK Kabupaten Badung sekaligus Bunda Anti Narkoba Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, didampingi Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Badung, Camat Mengwi, narasumber dari BNNK Badung, Kepala SMP Negeri 1 Mengwi, Ketua TP. PKK Kecamatan Mengwi dan Abiansemal, Tim Gerakan Badung Peduli, serta perwakilan Bumbi sebagai produsen popok dan pembalut ramah lingkungan.

banner 728x250

Dalam sambutannya, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran strategis sebagai penerus pembangunan daerah dan bangsa. Oleh karena itu, pendidikan karakter, kepedulian sosial, serta kesadaran terhadap lingkungan dan kesehatan harus ditanamkan sejak usia sekolah.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini tidak hanya terkait perkembangan teknologi dan perubahan sosial, tetapi juga ancaman kerusakan lingkungan akibat meningkatnya volume sampah residu serta bahaya penyalahgunaan narkoba yang dapat menghancurkan masa depan anak-anak bangsa.

“Anak-anakku sekalian adalah aset berharga Kabupaten Badung dan masa depan Bali. Kalian memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga lingkungan sekaligus menjaga diri dari berbagai pengaruh negatif yang dapat merusak masa depan. Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun kesadaran bahwa mencintai lingkungan dan menjauhi narkoba merupakan bagian dari tanggung jawab generasi muda yang cerdas dan berkarakter,” ujarnya.

Pada sesi Gerakan Badung Peduli Residu, para siswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan sampah sejak dari sumbernya. Dijelaskan bahwa sampah residu merupakan jenis sampah yang tidak dapat didaur ulang maupun dikomposkan sehingga berpotensi menjadi beban lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Para siswa diajak untuk membiasakan memilah sampah, mengurangi penggunaan produk sekali pakai, serta mendukung penggunaan produk yang lebih ramah lingkungan.

Nyonya Rasniathi menekankan bahwa perubahan besar selalu diawali dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten. Ia berharap para pelajar dapat menjadi agen perubahan di lingkungan keluarga maupun sekolah dalam mewujudkan Badung yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan pengurangan residu, perwakilan Bumbi turut memberikan edukasi mengenai penggunaan produk ramah lingkungan, khususnya dalam mengurangi limbah popok dan pembalut sekali pakai yang selama ini menjadi salah satu penyumbang terbesar sampah residu rumah tangga.

Selain isu lingkungan, perhatian utama dalam kegiatan ini juga tertuju pada pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja. Melalui materi yang disampaikan oleh narasumber dari BNNK Badung, para siswa diberikan pemahaman mengenai jenis-jenis narkotika, dampak buruk penyalahgunaan narkoba terhadap kesehatan fisik dan mental, serta konsekuensi hukum yang dapat menjerat pelaku penyalahgunaan maupun peredaran narkoba.

Sebagai Bunda Anti Narkoba Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi menyampaikan pesan yang tegas kepada para pelajar agar tidak pernah mencoba ataupun terpengaruh ajakan menggunakan narkoba. Ia mengingatkan bahwa narkoba merupakan ancaman nyata yang dapat merusak masa depan, menghancurkan cita-cita, serta memutus harapan keluarga.

“Narkoba adalah musuh bersama yang harus kita lawan. Jangan pernah tergoda untuk mencoba, karena sekali terjerumus, dampaknya sangat besar bagi kehidupan kalian. Katakan tidak pada narkoba, fokuslah belajar, berprestasi, dan raih masa depan yang membanggakan keluarga, daerah, serta bangsa,” tegasnya.

Melalui sosialisasi ini, Pemerintah Kabupaten Badung berharap tercipta generasi muda yang tidak hanya memiliki kepedulian tinggi terhadap kelestarian lingkungan, tetapi juga memiliki ketahanan diri yang kuat dalam menghadapi berbagai pengaruh negatif. Sinergi antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat diyakini menjadi kunci utama dalam menciptakan generasi emas Badung yang sehat, berkarakter, berprestasi, bebas narkoba, serta peduli terhadap keberlanjutan lingkungan hidup.

( dd99 )

Loading

banner 728x250
banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x250