banner 1080x250
banner 728x250
Daerah  

Edukasi Dini Bentengi Generasi Muda, Bunda Anti Narkoba Badung Gencarkan Sosialisasi Bahaya Narkoba di Sekolah

Foto - Edukasi Dini Bentengi Generasi Muda, Bunda Anti Narkoba Badung Gencarkan Sosialisasi Bahaya Narkoba di Sekolah.

Badung – Upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda terus diperkuat oleh Pemerintah Kabupaten Badung melalui berbagai program edukatif. Salah satunya dilakukan Bunda Anti Narkoba Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, yang membuka kegiatan Sosialisasi Bahaya Narkoba di SMP Negeri 6 Mengwi, Rabu (3/6).

Kegiatan tersebut menjadi langkah nyata dalam memberikan pemahaman sejak dini kepada para pelajar mengenai bahaya narkotika, dampak buruk yang ditimbulkan terhadap kesehatan dan masa depan, hingga konsekuensi hukum yang mengintai para pelaku penyalahgunaan maupun peredaran narkoba. Sosialisasi ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan bebas dari ancaman narkotika.

banner 728x250

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Badung beserta jajaran, Pengawas dan Kepala SMP Negeri 6 Mengwi, Perbekel Desa Kekeran, serta narasumber dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Badung yang memberikan pemaparan langsung kepada para siswa.

Dalam sambutannya, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menegaskan bahwa pendidikan dan sosialisasi sejak usia sekolah merupakan benteng utama dalam memutus mata rantai penyalahgunaan narkoba. Menurutnya, masa remaja merupakan periode penting dalam pembentukan karakter sekaligus fase yang sangat rentan terhadap berbagai pengaruh negatif akibat tingginya rasa ingin tahu dan dinamika pergaulan sosial.

“Usia remaja adalah masa emas pembentukan karakter, namun di sisi lain juga merupakan masa yang paling rentan terhadap pengaruh negatif dan penyalahgunaan narkoba. Oleh karena itu, edukasi dan sosialisasi seperti ini sangat penting dan mendesak untuk dilakukan, agar adik-adik sekalian memiliki bekal pengetahuan yang cukup untuk menolak, menjauhi, dan berani berkata tidak terhadap segala bentuk tawaran zat berbahaya tersebut,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa ancaman narkoba saat ini semakin kompleks dengan berbagai modus yang menyasar kalangan pelajar dan generasi muda. Karena itu, pemahaman yang benar mengenai jenis-jenis narkoba, dampak kesehatan, kerusakan mental, hingga ancaman pidana harus ditanamkan sejak dini agar para siswa mampu mengenali dan menghindari segala bentuk penyalahgunaan.

Menurut Rasniathi, keberhasilan memerangi narkoba tidak bisa hanya mengandalkan aparat penegak hukum semata. Diperlukan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, sekolah, pemerintah, hingga lingkungan sosial untuk membangun sistem pengawasan dan pendampingan yang kuat bagi anak-anak dan remaja.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat meningkatkan kesadaran dan pemahaman remaja tentang bahaya narkoba, memberikan pengetahuan yang benar mengenai jenis-jenisnya dan dampak yang ditimbulkan, serta memperkuat ketahanan diri adik-adik sekalian agar tidak terjerumus. Tidak hanya itu, kami juga ingin menegaskan bahwa ada konsekuensi hukum yang tegas, dan yang paling utama adalah bagaimana kita bersama-sama melakukan pencegahan, baik dari diri sendiri, keluarga, maupun lingkungan masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengajak para siswa untuk menjadi generasi yang berani menjaga diri, memiliki cita-cita yang kuat, serta tidak mudah terpengaruh oleh ajakan maupun pergaulan yang dapat merusak masa depan. Menurutnya, masa depan bangsa berada di tangan generasi muda yang sehat, cerdas, dan bebas dari narkoba.

Kegiatan sosialisasi berlangsung interaktif dengan penyampaian materi dari narasumber BNN Kabupaten Badung yang menjelaskan berbagai jenis narkotika, dampak penyalahgunaan terhadap kesehatan fisik dan mental, serta ancaman hukum bagi pengguna maupun pengedar. Para siswa juga diberikan kesempatan untuk berdialog dan mengajukan pertanyaan terkait upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Melalui sosialisasi ini, Bunda Anti Narkoba Kabupaten Badung berharap dapat menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa perang melawan narkoba merupakan tanggung jawab bersama. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat, diharapkan tercipta lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang generasi muda yang berkarakter, berprestasi, dan terbebas dari ancaman narkoba.

( dd99 )

Loading

banner 728x250
banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x250