banner 1080x250
banner 728x250
Daerah  

Bupati Adi Arnawa Buka SPB Fest #4, Perkuat Pelestarian Budaya Layang-Layang sebagai Daya Tarik Pariwisata Bali

Foto - Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Ketua DPRD Kabupaten Badung I Gusti Anom Gumanti secara resmi membuka Sekaa Pelayang Badung Festival (SPB Fest) #4 di Pantai Mertasari, Denpasar, Sabtu (4/7), sebagai wujud komitmen melestarikan budaya layang-layang Bali dan memperkuat pariwisata berbasis budaya.

Denpasar – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Ketua DPRD Kabupaten Badung I Gusti Anom Gumanti secara resmi membuka Sekaa Pelayang Badung Festival (SPB Fest) #4 di Pantai Mertasari, Denpasar, Sabtu (4/7). Festival layang-layang tahunan tersebut menjadi salah satu upaya pelestarian budaya Bali sekaligus memperkuat pariwisata berbasis kearifan lokal melalui kolaborasi seni, budaya, dan kreativitas generasi muda.

Mengusung tema “Bayu Cita Loka”, SPB Fest #4 menggambarkan perjalanan Sekaa Pelayang Badung sejak penyelenggaraan festival perdana hingga memasuki tahun keempat. Tema tersebut mengandung makna mendalam, di mana Bayu melambangkan energi dan kekuatan angin, Cita mencerminkan harapan dan tujuan yang diterbangkan melalui energi positif, sedangkan Loka menggambarkan semangat ketulusan dalam berkolaborasi. Nilai-nilai tersebut diwujudkan melalui perpaduan seni layang-layang, seni rupa, dan seni musik sebagai identitas budaya masyarakat Badung.

banner 728x250

Turut hadir pada pembukaan festival Pembina Sekaa Pelayang Badung sekaligus Anggota DPRD Kabupaten Badung I Made Yudana, perwakilan Dinas Pariwisata Kabupaten Badung, Ketua Pelangi Denpasar, perwakilan Desa Adat Intaran, Ketua Tim Ekonomi Kreatif Kabupaten Badung, para pelaku seni, komunitas layang-layang, serta peserta festival.

Dalam sambutannya, Bupati Adi Arnawa menyampaikan apresiasi kepada Sekaa Pelayang Badung yang secara konsisten menyelenggarakan festival sebagai bentuk nyata pelestarian budaya Bali. Menurutnya, keberlangsungan festival ini menunjukkan komitmen masyarakat, khususnya generasi muda, dalam menjaga dan mengembangkan tradisi yang telah diwariskan oleh para leluhur.

Bupati menegaskan bahwa lomba layang-layang tidak semata-mata berorientasi pada kompetisi untuk meraih kemenangan, tetapi memiliki tujuan yang jauh lebih besar, yaitu menjaga eksistensi budaya Bali agar tetap hidup dan berkembang di tengah dinamika zaman. Layang-layang tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga mengandung filosofi yang erat kaitannya dengan kehidupan masyarakat Bali serta menjadi salah satu atraksi budaya yang mampu memperkuat daya tarik pariwisata Kabupaten Badung maupun Bali secara keseluruhan.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Badung sekaligus Pembina Sekaa Pelayang Badung I Gusti Anom Gumanti menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Badung dalam mendukung pelestarian budaya layang-layang yang memiliki nilai spiritual dan filosofis bagi masyarakat Bali. Dalam tradisi Bali, layang-layang bukan sekadar permainan, melainkan bagian dari warisan budaya yang berkaitan dengan nilai-nilai religius, termasuk penghormatan kepada Ida Bhatara Siwa dan Sang Hyang Bayu sebagai simbol kekuatan angin.

Ia mengajak generasi muda, khususnya di Kabupaten Badung, untuk terus menjaga dan melestarikan tradisi tersebut sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari adat, budaya, dan seni Bali. Menurutnya, perkembangan seni layang-layang yang begitu pesat saat ini merupakan hasil perjuangan panjang para pelestari budaya yang telah menjaga tradisi tersebut dari generasi ke generasi.

Sebagai pembina Sekaa Pelayang Badung, Anom Gumanti memastikan dukungan Pemerintah Kabupaten Badung terhadap berbagai kegiatan pelestarian budaya layang-layang agar terus berkembang dan semakin diminati oleh generasi muda sebagai bagian dari identitas budaya daerah.

Ketua Sekaa Pelayang Badung sekaligus Ketua Panitia, I Gusti Agung Andra, menjelaskan bahwa komunitas yang berdiri pada tahun 2023 tersebut menjadi wadah berhimpunnya para pelayang dari Badung Utara hingga Badung Selatan untuk bersama-sama melestarikan seni layang-layang Bali. Melalui festival ini diharapkan tumbuh kepedulian generasi muda terhadap pentingnya menjaga warisan budaya yang telah menjadi bagian dari identitas masyarakat Bali.

Antusiasme masyarakat terhadap SPB Fest #4 juga sangat tinggi. Sejak pendaftaran dibuka pada 22 Juni, jumlah peserta terus meningkat hingga selama dua hari pelaksanaan festival dijadwalkan sekitar 1.200 layang-layang akan menghiasi langit Pantai Mertasari. Selain menjadi ajang kompetisi, SPB Fest #4 juga menjadi ruang kolaborasi antara komunitas, seniman, pelaku ekonomi kreatif, dan pemerintah dalam memperkuat identitas budaya Bali serta mendukung pengembangan pariwisata berbasis budaya yang berkelanjutan.

( K.I )

Loading

banner 728x250
banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x250