banner 1080x250
banner 728x250
Daerah  

Wabup Badung Apresiasi Gotong Royong Krama Padang Luwih Gelar Upacara Yadnya Massal

Foto - Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta didampingi Ketua WHDI Kabupaten Badung Nyonya Yunita Alit Sucipta meninjau pelaksanaan Upacara Pitra Yadnya dan Manusa Yadnya Kinembulan di Jaba Pura Dalem Kahyangan Penataran Tegaljaya, Dalung, Kuta Utara.

BADUNG – Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta memberikan apresiasi tinggi terhadap semangat gotong royong dan kemandirian krama Desa Adat Padang Luwih dalam melaksanakan Upacara Pitra Yadnya (Atma Wedana/Sekah) dan Manusa Yadnya Kinembulan di Jaba Pura Dalem Kahyangan Penataran Tegaljaya, Dalung, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Kamis (27/8).

Pelaksanaan upacara secara massal dan swadaya tersebut dinilai menjadi bukti nyata kuatnya kebersamaan masyarakat dalam menjaga serta melestarikan adat, agama dan budaya Bali. Semangat menyama braya yang ditunjukkan krama juga menjadi kekuatan penting dalam menjaga tradisi warisan leluhur agar tetap hidup dan diteruskan kepada generasi mendatang.

banner 728x250

Dalam kesempatan tersebut, Wabup Bagus Alit Sucipta hadir didampingi Ketua WHDI Kabupaten Badung, Nyonya Yunita Alit Sucipta. Wabup meninjau langsung sejumlah lokasi pelaksanaan upacara, mulai dari tempat sawa hingga lokasi prosesi metatah atau potong gigi. Ia juga berdialog dengan krama yang tengah mengikuti rangkaian kegiatan.

Foto – Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta didampingi Ketua WHDI Kabupaten Badung Nyonya Yunita Alit Sucipta meninjau pelaksanaan Upacara Pitra Yadnya dan Manusa Yadnya Kinembulan di Jaba Pura Dalem Kahyangan Penataran Tegaljaya, Dalung, Kuta Utara.

Upacara tersebut dipuput oleh Welaka Griya bersama Pemangku Kahyangan Tiga. Rangkaian Pitra Yadnya dilaksanakan sebagai bagian dari prosesi penyucian roh leluhur menjadi Dewa Pitara sebelum dilinggihkan di merajan keluarga.

Dalam sambrama wacananya, Wabup Bagus Alit Sucipta menyampaikan dukungan terhadap pelaksanaan karya suci tersebut. Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Badung, ia mengapresiasi semangat serta antusiasme krama Desa Adat Padang Luwih yang mampu melaksanakan upacara secara bersama-sama dan swadaya.

Menurutnya, pola pelaksanaan upacara secara komunal tidak hanya memperkuat nilai kebersamaan, tetapi juga menjadi salah satu bentuk nyata pelestarian adat dan tradisi Bali. Dengan dilaksanakan secara gotong royong, beban pelaksanaan upacara dapat ditanggung bersama sehingga tidak sepenuhnya menjadi tanggung jawab ekonomi masing-masing keluarga.

Wabup juga berpesan agar krama Desa Adat Padang Luwih terus menjaga persatuan dan memupuk semangat menyama braya. Kebersamaan yang telah terbangun diharapkan tetap dipertahankan sebagai modal sosial dalam menjalankan berbagai kegiatan adat dan keagamaan di tengah perkembangan zaman.

Sementara itu, Bendesa Adat Padang Luwih, I Ketut Adi Ardana, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran jajaran Pemerintah Kabupaten Badung di tengah-tengah krama. Kehadiran pemerintah daerah dinilai menjadi bentuk perhatian sekaligus dukungan terhadap keberlangsungan adat dan budaya masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa Karya Atma Wedana sebelumnya direncanakan dilaksanakan setiap lima tahun sekali. Namun, meningkatnya jumlah peserta membuat pelaksanaan tahun ini dimajukan menjadi empat tahun sekali.

Upacara massal tersebut diikuti ratusan peserta dengan berbagai rangkaian yadnya. Untuk Pitra Yadnya atau Sekah tercatat sebanyak 74 sawa, sementara Manusa Yadnya Metatah diikuti 93 orang. Selain itu, Mepetik atau Tiga Bulanan diikuti 55 orang dan Ngelungah sebanyak lima orang.

Besarnya jumlah peserta menunjukkan tingginya partisipasi krama dalam pelaksanaan kegiatan adat secara bersama-sama. Selain menjadi momentum pelaksanaan kewajiban keagamaan, kegiatan tersebut juga menjadi ruang mempererat hubungan kekeluargaan antarwarga Desa Adat Padang Luwih.

Pelaksanaan upacara secara swadaya sekaligus memperlihatkan bahwa nilai gotong royong dan menyama braya masih menjadi bagian kuat dalam kehidupan masyarakat Bali. Tradisi tersebut menjadi modal penting dalam menjaga keberlanjutan adat, agama dan budaya di tengah perubahan sosial yang terus berkembang.

Pemerintah Kabupaten Badung berharap semangat kebersamaan yang ditunjukkan krama Desa Adat Padang Luwih dapat terus dipertahankan. Pelaksanaan berbagai kegiatan adat dan keagamaan yang dilandasi rasa persatuan diharapkan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat serta menjaga keharmonisan kehidupan desa adat.

Agenda tersebut turut dihadiri Bendesa Alitan Kecamatan Kuta Utara, tokoh masyarakat Desa Adat Padang Luwih, Kelian Adat dan Kelian Dinas Desa Adat Padang Luwih, serta seluruh krama Desa Adat Padang Luwih.

( NDR )

Loading

banner 728x250
banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x250