GUNUNGKIDUL – Estafet kepemimpinan di Polres Gunungkidul, Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), segera berganti. AKBP Rosana Albertina Labobar, perwira menengah Polri lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 2007, dipercaya mengemban amanah baru sebagai Kapolres Gunungkidul.
Penunjukan tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1878/VIII/KEP./2026 tertanggal 30 Agustus 2026, yang memuat rotasi dan promosi sejumlah perwira di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia.
AKBP Rosana Albertina Labobar ditunjuk menggantikan AKBP Damus Asa, yang selanjutnya mendapat amanah baru sebagai Kapolres Ponorogo, Polda Jawa Timur.
Pergantian pucuk pimpinan Polres Gunungkidul menjadi bagian dari dinamika organisasi Polri dalam rangka pembinaan karier, penyegaran organisasi, sekaligus penguatan kinerja kepolisian di tingkat kewilayahan.
Sebelum dipercaya memimpin Polres Gunungkidul, AKBP Rosana menjabat Kasi Dinkam Subditbinkamsa Ditbinpotmas Korbinmas Baharkam Polri. Penugasan sebagai Kapolres Gunungkidul sekaligus menandai babak baru perjalanan kariernya dengan kembali mengemban tanggung jawab langsung di wilayah.
Alumni Akpol 2007, Sarat Pengalaman Kewilayahan
AKBP Rosana bukan sosok baru dalam tugas-tugas operasional dan kewilayahan. Lulusan Akademi Kepolisian tahun 2007 tersebut memiliki rekam perjalanan tugas di berbagai satuan dan fungsi kepolisian.
Rosana tercatat pernah bertugas sekitar enam tahun di lingkungan Polda Sulawesi Tenggara. Pengalaman tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan kariernya sebelum melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK).
Kariernya kemudian berlanjut di lingkungan Polda Metro Jaya. Sejumlah jabatan penting pernah dipercayakan kepadanya, baik dalam fungsi reserse narkoba maupun sebagai pimpinan kepolisian sektor.
Rosana pernah menjabat Kanit 5 Subdit 1 Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya. Ia kemudian dipercaya sebagai Wakil Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat.
Pengalaman di bidang pemberantasan narkotika tersebut memperkaya rekam jejaknya dalam penegakan hukum dan penanganan tindak pidana.
Tidak hanya berkecimpung dalam fungsi reserse, Rosana juga memiliki pengalaman memimpin sejumlah wilayah strategis di Jakarta.
Ia pernah dipercaya menjabat sebagai Kapolsek Tanjung Duren, kemudian Kapolsek Tambora, hingga Kapolsek Menteng. Tiga wilayah tersebut memiliki karakteristik keamanan, sosial, ekonomi, dan mobilitas masyarakat yang berbeda sehingga menuntut kemampuan kepemimpinan serta pengelolaan keamanan yang adaptif.
Pengalaman sebagai Kapolsek juga menempatkan Rosana dalam posisi yang bersentuhan langsung dengan berbagai persoalan masyarakat, mulai dari pemeliharaan keamanan dan ketertiban, penegakan hukum hingga pelayanan kepolisian.
Pada awal 2023, Rosana dipercaya sebagai Analis Kebijakan Pertama Biro SDM Polda Metro Jaya dalam rangka mengikuti pendidikan Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen).
Setelah menyelesaikan pendidikan Sespimmen, perjalanan kariernya berlanjut dengan menjabat Kasi Dinkam Subditbinkamsa Ditbinpotmas Korbinmas Baharkam Polri.
Kini, pengalaman panjang tersebut akan dibawanya ke Gunungkidul.
Tantangan Baru Memimpin Gunungkidul
Menjadi Kapolres Gunungkidul tentu membawa tanggung jawab besar. Posisi Kapolres tidak hanya berkaitan dengan pengendalian operasional kepolisian, tetapi juga bagaimana membangun komunikasi dengan pemerintah daerah, TNI, kejaksaan, tokoh masyarakat, tokoh agama, pelaku usaha hingga seluruh elemen masyarakat.
Gunungkidul memiliki karakteristik wilayah yang beragam dengan bentang geografis luas, kawasan permukiman, jalur transportasi hingga sejumlah destinasi wisata yang menjadi magnet bagi wisatawan.
Kondisi tersebut membutuhkan strategi pengamanan yang mampu menyesuaikan dengan dinamika wilayah dan perkembangan aktivitas masyarakat.
Di bawah kepemimpinan AKBP Rosana, masyarakat tentu akan menantikan bagaimana Polres Gunungkidul menjaga stabilitas keamanan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan penegakan hukum.
Pengalaman Rosana di bidang reserse narkoba, kepemimpinan wilayah hingga pembinaan keamanan masyarakat menjadi modal penting untuk menjalankan amanah tersebut.
Tantangannya bukan sekadar menjaga situasi tetap aman dan kondusif. Kapolres juga dituntut mampu membangun serta mempertahankan kepercayaan publik terhadap institusi Polri.
Kehadiran kepolisian yang profesional, responsif, transparan dan humanis menjadi bagian penting dalam menjawab tuntutan masyarakat terhadap pelayanan penegakan hukum yang semakin berkualitas.
Pengalaman memimpin sejumlah Polsek di wilayah metropolitan juga dapat menjadi bekal bagi Rosana dalam membangun pola komunikasi langsung dengan masyarakat. Pendekatan preventif, deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan serta penyelesaian persoalan secara cepat menjadi bagian penting dalam kepemimpinan kewilayahan.
Damus Asa Dapat Amanah Baru di Ponorogo
Sementara itu, AKBP Damus Asa yang sebelumnya memimpin Polres Gunungkidul juga mendapat kepercayaan baru dari pimpinan Polri.
Ia dimutasi untuk mengemban amanah sebagai Kapolres Ponorogo, Polda Jawa Timur.
Perpindahan tersebut menunjukkan bahwa pergantian kepemimpinan di Polres Gunungkidul merupakan bagian dari mekanisme pembinaan organisasi dan pengembangan karier personel Polri.
Rotasi jabatan merupakan hal yang lazim dilakukan dalam tubuh Polri. Selain memberikan penyegaran organisasi, mutasi menjadi bagian dari proses regenerasi kepemimpinan sekaligus penempatan personel berdasarkan kebutuhan organisasi.
Bagi masyarakat Gunungkidul, hadirnya AKBP Rosana Albertina Labobar sebagai Kapolres baru menjadi momentum untuk melihat arah dan pola kepemimpinan baru di jajaran kepolisian setempat.
Harapan publik tentunya tidak berhenti pada terciptanya situasi yang aman. Masyarakat juga membutuhkan kepolisian yang mudah diakses, cepat merespons laporan, tegas terhadap pelanggaran hukum, tetapi tetap mengedepankan profesionalitas dan pendekatan humanis.
Dengan pengalaman panjangnya di berbagai fungsi kepolisian, AKBP Rosana kini menghadapi tantangan untuk menerjemahkan rekam jejak tersebut menjadi kinerja nyata di Gunungkidul.
Dari penanganan narkotika, memimpin sejumlah Polsek strategis di Jakarta, menempuh pendidikan pengembangan kepemimpinan hingga bertugas di Korbinmas Baharkam Polri, perjalanan panjang AKBP Rosana Albertina Labobar kini memasuki fase baru: memegang kendali Polres Gunungkidul dan mengemban tanggung jawab menjaga keamanan sekaligus merawat kepercayaan masyarakat.
( dd99 )
Langsung ke konten







