Denpasar – Kabar duka menyelimuti jajaran Pemerintah Kabupaten Badung dan masyarakat Bali. Salah satu putra terbaik daerah, mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Badung sekaligus mantan Penjabat (Pj) Bupati Badung tahun 2005, , telah berpulang untuk selama-lamanya.
Almarhum menghembuskan napas terakhir pada Kamis, 30 April 2026, di RS Siloam Denpasar. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga tercinta, tetapi juga bagi rekan kerja, sahabat, serta masyarakat luas yang mengenalnya sebagai sosok pengabdi yang tenang, bijaksana, dan penuh dedikasi.
Semasa hidupnya, almarhum dikenal sebagai birokrat yang mengabdikan dirinya dengan tulus untuk kemajuan Kabupaten Badung. Kiprahnya dalam pemerintahan tidak hanya tercatat sebagai pemimpin administratif, tetapi juga sebagai figur yang mampu menjaga stabilitas dan kesinambungan pembangunan daerah di masa transisi. Sosoknya dikenal rendah hati, dekat dengan masyarakat, serta memiliki komitmen kuat terhadap pelayanan publik.
Sebelum berpulang, almarhum diketahui berjuang melawan penyakit jantung yang dideritanya. Namun di balik kondisi tersebut, semangat pengabdiannya tetap dikenang oleh banyak pihak. Kepergiannya kini menjadi kehilangan besar bagi Bali, khususnya bagi dunia birokrasi yang pernah ia dedikasikan sepenuh hati.
Ucapan duka cita mengalir deras dari berbagai kalangan. Rekan sejawat, sahabat, hingga masyarakat menyampaikan belasungkawa dan mengenang jasa-jasa almarhum. turut menyampaikan rasa duka cita yang mendalam, seraya mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi kehilangan ini.
Kepergian menjadi pengingat bahwa pengabdian yang tulus akan selalu meninggalkan jejak yang tak lekang oleh waktu. Sosoknya mungkin telah tiada, namun dedikasi dan keteladanannya akan terus hidup dalam ingatan banyak orang. Bali hari ini berduka, melepas seorang putra terbaik yang telah menorehkan jejak pengabdian sepanjang hidupnya.
( dd99 )
Langsung ke konten







