BADUNG – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menerima audiensi Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Nawa Cita Pariwisata Indonesia (NCPI) Bali bersama mantan Gubernur Jenderal Australia, David Hurley, di Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, Rabu (28/7). Pertemuan strategis tersebut membahas berbagai isu penting terkait penguatan investasi, pengembangan pariwisata berkelanjutan, peningkatan infrastruktur transportasi, penanganan kemacetan, hingga upaya bersama menangkal disinformasi atau hoaks yang dapat memengaruhi citra pariwisata Bali.
Dalam pertemuan itu, Bupati Adi Arnawa menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Badung untuk terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan keberlanjutan budaya sebagai fondasi utama pariwisata Bali. Menurutnya, keberhasilan sektor pariwisata harus tetap berpijak pada nilai-nilai budaya dan kelestarian alam yang selama ini menjadi daya tarik utama Pulau Dewata.
Bupati menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Badung saat ini tengah mempercepat pembangunan infrastruktur transportasi yang terintegrasi, modern, dan berwawasan lingkungan sebagai solusi jangka panjang dalam mengatasi kemacetan, sekaligus meningkatkan kenyamanan masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke Badung.

“Saya menyampaikan apresiasi atas kunjungan Mr. David Hurley beserta jajaran serta mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Australia yang selama ini menjadikan Bali sebagai salah satu destinasi wisata utama. Masyarakat Bali hidup sejahtera karena pariwisata yang tumbuh dari budaya. Oleh karena itu, ekosistem dan kelestarian budaya harus terus kita jaga. Kami tidak ingin pembangunan justru merusak lingkungan, sehingga seluruh pembangunan infrastruktur ke depan dirancang dengan konsep ramah lingkungan untuk mewujudkan pariwisata yang berkualitas,” ujar Bupati.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Adi Arnawa juga mengajak Pemerintah Australia untuk memperkuat sinergi dalam menyampaikan informasi yang benar mengenai kondisi pariwisata Bali. Ia menilai maraknya informasi yang tidak akurat di media sosial berpotensi menimbulkan persepsi negatif terhadap keamanan dan kenyamanan destinasi wisata di Bali.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Badung terus mengambil langkah nyata melalui pembangunan konektivitas jalan, peningkatan transportasi publik, serta berbagai kebijakan strategis lainnya untuk mengatasi persoalan kemacetan. Karena itu, ia berharap dukungan Pemerintah Australia dalam membantu menyampaikan fakta sebenarnya kepada masyarakat Australia agar tidak terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan.
Sementara itu, mantan Gubernur Jenderal Australia David Hurley menegaskan bahwa Bali tetap menjadi destinasi wisata favorit bagi masyarakat Australia. Ia menyampaikan bahwa melalui platform SmartTraveller, Pemerintah Australia secara konsisten memberikan edukasi kepada warganya agar menjadi wisatawan yang bertanggung jawab, menghormati budaya lokal, menaati aturan yang berlaku, serta menjaga etika selama berada di Bali.
“Australia sangat mencintai Bali. Melalui SmartTraveller, kami terus mengimbau warga Australia untuk menghormati budaya Bali, mematuhi peraturan yang berlaku, serta menjaga norma dan adat istiadat setempat. Kami ingin wisatawan Australia menjadi tamu yang santun dan menghargai masyarakat Bali sebagai tuan rumah,” ungkap Hurley.
Pihak Australia juga memberikan apresiasi terhadap berbagai langkah strategis Pemerintah Kabupaten Badung dalam membenahi infrastruktur pendukung pariwisata. Mereka menyatakan siap mendukung penyebaran informasi perjalanan yang akurat, objektif, dan berbasis fakta agar citra positif Bali sebagai destinasi wisata dunia tetap terjaga.
Audiensi tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung AA. Putri Mas Agung, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga I Gusti Made Dwipayana, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Made Rai Warastuthi, serta Kepala Bagian Kerja Sama Setda Badung Ida Ayu Yutri Indahgustari.
( NDR )
Langsung ke konten







