BADUNG – Bunda PAUD Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, menjadi narasumber dalam Focus Group Discussion (FGD) terkait rencana pembangunan Tempat Penitipan Anak (TPA) di lingkungan Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Badung, yang berlangsung di Ruang Rapat Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Badung, Kamis (30/7). Kegiatan ini menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Badung dalam menghadirkan fasilitas pengasuhan dan pendidikan anak usia dini yang aman, berkualitas, serta berbasis kearifan lokal sebagai upaya mewujudkan Generasi Emas Nak Badung.
FGD tersebut dihadiri Kepala BRIDA Kabupaten Badung, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Tim Perumus Kebijakan Pemerintah Kabupaten Badung, serta para praktisi dan akademisi di bidang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan pengelolaan tempat penitipan anak. Hadir pula Kepala TPA Blue Dolphin Play School Kuta, Kepala iSmile Alam Atelier School, Pengelola Stala Daycare, Kepala PAUD Permata Udayana, beserta sejumlah undangan lainnya yang memberikan berbagai masukan mengenai konsep pembangunan TPA yang ideal.
Dalam pemaparannya, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menegaskan bahwa keberadaan Tempat Penitipan Anak bukan hanya menjadi solusi bagi orang tua yang bekerja, tetapi juga merupakan investasi penting dalam membentuk karakter, kecerdasan, serta masa depan anak sejak usia dini. Menurutnya, TPA harus mampu memberikan layanan pengasuhan yang profesional sekaligus menjadi ruang belajar yang menyenangkan dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

“Kita ingin mewujudkan Generasi Emas Nak Badung melalui pengasuhan dan pendidikan yang profesional berbasis kearifan lokal. Tempat Penitipan Anak tidak boleh hanya menjadi tempat menitipkan anak, tetapi harus menjadi ruang tumbuh yang menerapkan standar pengasuhan yang baik, didukung tenaga pendidik yang kompeten, sekaligus tetap menanamkan nilai-nilai luhur budaya Bali sebagai identitas generasi penerus,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa perpaduan antara pengasuhan profesional dengan penerapan nilai-nilai budaya lokal akan melahirkan anak-anak yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter yang santun, berbudaya, kreatif, dan berkepribadian kuat. Menurutnya, hal tersebut sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Badung dalam mencetak sumber daya manusia yang mampu bersaing di masa depan tanpa kehilangan jati diri dan warisan budaya Bali.
Bunda PAUD Badung juga menekankan pentingnya penyusunan standar yang komprehensif dalam pembangunan TPA, mulai dari desain dan keamanan bangunan, kelayakan fasilitas, kurikulum kegiatan, hingga kualitas dan kompetensi tenaga pengasuh. Seluruh aspek tersebut harus dirancang secara terpadu agar mampu memberikan rasa aman bagi orang tua sekaligus menciptakan lingkungan yang sehat, nyaman, dan edukatif bagi anak-anak.
Menurutnya, ketika orang tua dapat menjalankan aktivitas dan pekerjaan dengan tenang karena anak berada di lingkungan yang berkualitas, sementara anak memperoleh pengasuhan yang tepat serta pendidikan karakter berbasis budaya, maka pemerintah sedang membangun fondasi yang kokoh bagi masa depan Kabupaten Badung.
Melalui pelaksanaan FGD ini, diharapkan rencana pembangunan Tempat Penitipan Anak di lingkungan Puspem Badung dapat menghasilkan konsep yang komprehensif dan menjadi model layanan pengasuhan anak yang berkualitas, modern, ramah anak, sekaligus tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal Bali.
( NDR )
Langsung ke konten







