Badung – Semangat kebersamaan dan jiwa muda mewarnai perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-54 Sekaa Teruna (ST) Widya Dharma Banjar Tengah, Desa Adat Pecatu, Kuta Selatan, Rabu (20/5). Perayaan yang dirangkaikan dengan pelantikan pengurus baru periode 2026–2029 ini menjadi momentum penting dalam memperkuat peran generasi muda sebagai penjaga adat, budaya, dan fondasi pariwisata berbasis kearifan lokal di Kabupaten Badung.
Kegiatan yang berlangsung di Wantilan Murdha Ulangun, Desa Adat Pecatu, tersebut dihadiri langsung Bupati Badung bersama sejumlah tokoh masyarakat, anggota DPRD Kabupaten Badung, perangkat desa, serta para pemuda-pemudi Sekaa Teruna yang tampak antusias mengikuti rangkaian acara.
Dalam sambutannya, Bupati Adi Arnawa menegaskan bahwa keberadaan Sekaa Teruna memiliki posisi strategis dalam menjaga keberlangsungan adat dan budaya Bali, khususnya di kawasan Pecatu yang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata dunia. Menurutnya, kekuatan utama pariwisata Bali tidak hanya terletak pada keindahan alam, tetapi juga pada keluhuran tradisi dan budaya yang diwariskan secara turun-temurun.
“Sekaa Teruna bukan sekadar organisasi kepemudaan biasa, tetapi harus mampu menjadi motor penggerak pelestarian adat, tradisi, dan budaya Bali. Pecatu merupakan kawasan pariwisata internasional yang daya tarik utamanya lahir dari budaya dan nilai-nilai lokal masyarakatnya,” ujar Adi Arnawa di hadapan para anggota ST Widya Dharma.
Lebih lanjut, ia menilai organisasi Sekaa Teruna merupakan ruang pembelajaran sosial yang sangat penting bagi generasi muda untuk membangun karakter, solidaritas, dan jiwa kepemimpinan sejak dini. Dari organisasi desa adat inilah, menurutnya, akan lahir generasi penerus dan calon pemimpin masa depan Kabupaten Badung.
“Di sinilah tempat belajar berorganisasi, belajar bertanggung jawab, serta membangun leadership. Generasi muda harus mampu menjadi penerus yang menjaga keharmonisan desa adat sekaligus membawa inovasi positif bagi kemajuan daerah,” imbuhnya.
Momentum peringatan HUT ke-54 ST Widya Dharma tahun ini juga terasa istimewa karena berlangsung bertepatan dengan suasana Hari Kebangkitan Nasional. Semangat kebangkitan tersebut dinilai sejalan dengan semangat generasi muda untuk terus bergerak, berkarya, dan menjaga identitas budaya Bali di tengah derasnya arus modernisasi dan perkembangan industri pariwisata global.
Bupati Adi Arnawa berharap kepengurusan baru ST Widya Dharma periode 2026–2029 mampu memperkuat sinergi antara pemuda, desa adat, dan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas sosial serta keberlangsungan pariwisata budaya di wilayah Kuta Selatan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut anggota DPRD Kabupaten Badung dan , Perbekel Desa Pecatu , serta tokoh masyarakat dan mantan Wakil Bupati Badung .
( dd99 )
Langsung ke konten







