JAKARTA – Perjalanan pengabdian Irjen Pol Dr. Roycke Harry Langie, S.I.K., M.H. memasuki babak baru. Setelah hampir dua tahun memimpin Kepolisian Daerah Sulawesi Utara (Polda Sulut), Roycke kini resmi mengemban amanah sebagai Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Astamaops Kapolri), salah satu jabatan strategis di lingkungan Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Irjen Pol Roycke Harry Langie resmi dilantik oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dalam upacara pelantikan dan serah terima jabatan yang berlangsung di Gedung Rupattama Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (2/9/2026).
Pelantikan tersebut sekaligus menandai berakhirnya masa pengabdian Roycke sebagai Kapolda Sulawesi Utara dan dimulainya tanggung jawab yang lebih luas di tingkat nasional.
Bagi Roycke, promosi tersebut bukan sekadar perpindahan jabatan. Amanah sebagai Astamaops Kapolri menempatkannya pada posisi strategis yang berkaitan dengan bidang operasional kepolisian serta mendukung pelaksanaan kebijakan Kapolri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Kepercayaan tersebut juga menjadi bagian penting dari perjalanan panjang karier kepolisian putra asli Desa Pakuweru, Kecamatan Tenga, Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara tersebut.
Sebelum mendapatkan amanah baru di Mabes Polri, Roycke dipercaya memimpin Polda Sulawesi Utara selama 1 tahun 11 bulan 5 hari.
Selama hampir dua tahun memimpin Polda Sulut, berbagai dinamika keamanan dan ketertiban masyarakat menjadi bagian dari perjalanan tugasnya. Namun bagi Roycke, capaian selama kepemimpinannya bukan semata-mata hasil kerja seorang Kapolda, melainkan buah dari kebersamaan seluruh personel.
Promosi jabatan tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri tertanggal 30 Agustus 2026. Keputusan itu membawa Roycke meninggalkan Sulawesi Utara dan melanjutkan pengabdiannya di Mabes Polri.
Apel Terakhir, Tinggalkan Pesan Kebersamaan
Sehari sebelum pelantikan, Selasa (1/9/2026), suasana berbeda terasa di Lapangan Presisi Mapolda Sulut.
Roycke memimpin apel pagi terakhirnya bersama jajaran Polda Sulawesi Utara sebelum bertolak menjalankan amanah baru di Jakarta.
Apel tersebut dihadiri Wakapolda Sulut Brigjen Pol Awi Setiyono, para Pejabat Utama Polda Sulut, Kapolresta Manado, para Kapolres jajaran hingga seluruh personel.
Di hadapan anggota yang selama hampir dua tahun bekerja bersamanya, Roycke menyampaikan pesan perpisahan sekaligus refleksi atas perjalanan pengabdiannya di Bumi Nyiur Melambai.
“Kalau dilihat dari kurikulum hari, saya mungkin apel pagi terakhir dengan teman-teman semua di sini. Terhitung secara kurikulum, saya bertugas 1 tahun 11 bulan 5 hari,” kata Roycke.
Roycke kemudian menyampaikan penghargaan dan rasa terima kasih kepada seluruh personel yang telah memberikan dukungan selama dirinya memimpin Polda Sulut.
Baginya, berbagai pekerjaan, tantangan maupun keberhasilan yang berhasil dilewati tidak mungkin tercapai tanpa kekompakan seluruh jajaran.
“Saya mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh anggota. Karena melalui kebersamaan, ada tiga hal yang perlu kita maknai, kita telah bekerja bersama, kita telah berjuang bersama, dan kita telah bercita-cita bersama,” ujarnya.
Pesan tersebut menggambarkan prinsip kebersamaan yang selama ini ingin dibangun Roycke di lingkungan Polda Sulut.
Jabatan boleh berganti dan tempat pengabdian dapat berubah, tetapi hubungan serta semangat kebersamaan yang telah dibangun diharapkan tetap terjaga.
“Tidak Ada Kesuksesan Tanpa Kebersamaan”
Roycke secara khusus meminta seluruh jajaran Polda Sulawesi Utara untuk tetap solid dan menjaga hubungan baik satu sama lain.
Ia mengingatkan bahwa keberhasilan sebuah organisasi tidak hanya ditentukan oleh seorang pemimpin, melainkan lahir dari kekompakan seluruh unsur di dalamnya.
“Tetap jaga kebersamaan, tetap jaga kekompakan. Tidak ada kesuksesan tanpa kebersamaan dan silaturahmi,” tegasnya.
Tak hanya soal soliditas internal, Roycke juga meninggalkan pesan penting mengenai kehormatan institusi.
Seluruh personel diminta senantiasa menjaga nama baik Polri melalui sikap, perilaku maupun pelaksanaan tugas di tengah masyarakat.
“Mari kita pertahankan harga diri dan martabat institusi, serta terus memberikan yang terbaik untuk kemajuan Polri,” lanjutnya.
Pesan tersebut menjadi salah satu amanat terakhir Roycke kepada jajaran yang pernah dipimpinnya sebelum melanjutkan tugas di tingkat pusat.
Di penghujung arahannya, Roycke juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh personel apabila selama kepemimpinannya terdapat perkataan, kebijakan maupun tindakan yang dirasakan kurang berkenan.
Pada saat yang sama, ia meminta doa serta dukungan seluruh jajaran agar amanah barunya sebagai Astamaops Kapolri dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya.
Dari Sulawesi Utara Menuju Tugas Strategis Nasional
Kini ruang lingkup tanggung jawab Roycke semakin luas.
Jika sebelumnya ia bertanggung jawab terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polda Sulawesi Utara, jabatan barunya membawa Roycke pada tanggung jawab operasional di tingkat Mabes Polri.
Posisi Astamaops Kapolri memiliki peran penting dalam mendukung pengelolaan dan koordinasi operasi kepolisian, termasuk menghadapi berbagai dinamika keamanan yang membutuhkan koordinasi lintas wilayah.
Karena itu, promosi tersebut sekaligus menjadi bentuk kepercayaan pimpinan Polri terhadap pengalaman, kemampuan manajerial dan rekam perjalanan tugas Roycke.
Perjalanan dari Sulawesi Utara menuju Mabes Polri pun memiliki makna tersendiri. Putra daerah Sulawesi Utara tersebut kini dipercaya berada pada salah satu posisi penting di jajaran pimpinan Polri.
Namun di tengah perjalanan karier yang terus meningkat, pesan terakhir Roycke kepada jajaran Polda Sulut tetap sederhana: jaga kebersamaan, pertahankan kekompakan, rawat silaturahmi dan jangan pernah mengorbankan harga diri serta martabat institusi.
Pesan itulah yang ditinggalkan Roycke ketika menutup lembar pengabdiannya sebagai Kapolda Sulawesi Utara.
Rabu, 2 September 2026, lembar baru itu resmi dibuka.
Irjen Pol Dr. Roycke Harry Langie, S.I.K., M.H. kini mengemban amanah sebagai Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi.
Dari Bumi Nyiur Melambai menuju Mabes Polri, tanggung jawabnya kini semakin besar. Bukan lagi hanya menjaga satu wilayah, tetapi ikut mengambil peran strategis dalam mendukung operasional kepolisian di tingkat nasional.
Sebuah amanah baru, tanggung jawab baru, sekaligus kelanjutan perjalanan panjang pengabdian seorang putra Sulawesi Utara untuk Polri, masyarakat, bangsa dan negara.
( dd99 )
Langsung ke konten







