BADUNG — Pemerintah Kabupaten Badung terus menggencarkan upaya pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di kalangan generasi muda melalui pendekatan edukatif yang kreatif dan berbasis kearifan lokal. Salah satu langkah nyata tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) yang dikemas dalam bentuk Pagelaran Seni Budaya di SMP Negeri 5 Abiansemal, Kabupaten Badung, Kamis (15/10). Kegiatan ini menjadi upaya untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai bahaya narkoba sekaligus menanamkan nilai-nilai budaya dan karakter positif sejak dini.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bunda Anti Narkoba Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa. Turut hadir Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Badung, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Badung beserta jajaran, Kepala SMP Negeri 5 Abiansemal, para guru, serta ratusan siswa yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh antusias.
Pagelaran ini mengangkat tema “Informasi dan Edukasi Melalui Pagelaran Seni Budaya P4GN, Bersama Wujudkan Generasi Sehat, Bebas Narkoba, Berbudaya dan Berdaya Saing”. Melalui tema tersebut, kegiatan dirancang untuk menyampaikan pesan pencegahan narkoba dengan cara yang menarik, mudah dipahami, dan dekat dengan kehidupan para pelajar. Pendekatan seni budaya dipilih agar edukasi tidak hanya disampaikan melalui penjelasan formal, tetapi juga melalui pengalaman yang melibatkan kreativitas dan partisipasi siswa.

Berbagai pertunjukan seni tradisional ditampilkan dalam kegiatan tersebut, mulai dari tarian adat, tabuh gamelan, hingga teater kreatif yang mengangkat pesan moral mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba. Melalui pertunjukan tersebut, para siswa diajak memahami pentingnya menjaga kesehatan diri, memilih lingkungan pergaulan yang positif, serta berani menolak ajakan yang dapat membahayakan masa depan mereka.
Dalam sambutannya, Bunda Anti Narkoba Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah, para pendidik, dan seluruh siswa yang telah berpartisipasi aktif dalam menyukseskan kegiatan edukasi tersebut. Ia menilai bahwa keterlibatan generasi muda dalam kegiatan seni dan budaya dapat menjadi sarana yang efektif untuk membangun karakter, meningkatkan kesadaran sosial, serta memperkuat ketahanan diri terhadap pengaruh negatif lingkungan.
Menurutnya, seni dan budaya tidak hanya menjadi warisan yang harus dilestarikan, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai media pendidikan karakter bagi generasi muda. Melalui pengenalan dan kecintaan terhadap budaya daerah, para pelajar diharapkan memiliki identitas diri yang kuat, menjunjung nilai-nilai luhur, serta mampu menentukan pilihan yang tepat dalam menghadapi berbagai tantangan pergaulan.
“Seni dan budaya adalah warisan paling berharga yang kita miliki di Bali. Ketika kita mencintai budaya, kita sedang membangun fondasi karakter yang kuat. Karakter yang kokoh inilah yang akan melindungi anak-anak kita dari godaan narkoba. Masa depan yang cerah dimulai dari diri yang sehat, bebas narkoba, dan berbudaya luhur,” tegasnya.
Lebih lanjut, Rasniathi menekankan bahwa lingkungan pendidikan formal memiliki peran penting sebagai salah satu benteng utama dalam mencegah penyalahgunaan narkotika di kalangan pelajar. Sekolah tidak hanya menjadi tempat untuk memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga berfungsi sebagai ruang pembentukan karakter, penanaman nilai kedisiplinan, dan pengembangan kemampuan siswa dalam mengambil keputusan yang bertanggung jawab.
Oleh karena itu, upaya pencegahan narkoba perlu dilaksanakan secara berkelanjutan melalui berbagai kegiatan edukasi yang sesuai dengan usia dan kebutuhan peserta didik. Para siswa perlu dibekali pemahaman mengenai risiko penyalahgunaan narkoba, pentingnya menjaga kesehatan, serta kemampuan untuk menghadapi tekanan dari lingkungan pergaulan. Dengan pemahaman tersebut, generasi muda diharapkan mampu melindungi diri dan mengambil sikap tegas terhadap segala bentuk penyalahgunaan narkotika.
Selain peran sekolah, dukungan keluarga dan masyarakat juga menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang generasi muda. Orang tua diharapkan memberikan perhatian, pendampingan, dan komunikasi yang baik kepada anak-anak, sementara masyarakat dapat berperan melalui pengawasan lingkungan serta pengembangan kegiatan positif bagi remaja. Sinergi antara sekolah, keluarga, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci agar pesan pencegahan narkoba dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pelaksanaan sosialisasi P4GN melalui pagelaran seni budaya ini juga menunjukkan bahwa pelestarian tradisi lokal dapat berjalan beriringan dengan upaya membangun kesadaran terhadap persoalan sosial. Seni tradisional menjadi media untuk menyampaikan pesan edukasi secara kreatif sehingga para pelajar dapat menerima informasi dengan lebih menarik tanpa mengurangi makna penting dari materi yang disampaikan.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Badung berharap para siswa semakin memahami bahaya penyalahgunaan narkoba dan mampu menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Generasi muda juga diharapkan dapat mengembangkan potensi diri melalui kegiatan pendidikan, seni, olahraga, dan aktivitas positif lainnya yang mendukung prestasi serta pembentukan karakter.
Pagelaran Seni Budaya P4GN di SMP Negeri 5 Abiansemal menjadi salah satu bentuk komitmen bersama dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan bebas narkoba. Dengan memperkuat edukasi, menanamkan nilai-nilai budaya, serta meningkatkan kepedulian seluruh pihak, Kabupaten Badung diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang cerdas secara intelektual, tangguh secara moral, sehat secara fisik, dan memiliki daya saing untuk menghadapi masa depan.
( NDR )
Langsung ke konten







