banner 1080x250
banner 728x250

Dari Tatami Olimpiade ke Kursi Kapolda Bengkulu, Jejak Irjen Pol Yudhi Sulistianto Wahid

Foto - Irjen Pol Yudhi Sulistianto Wahid, Sang Judoka Olimpiade yang Kini Pimpin Polda Bengkulu.

BENGKULU — Tidak banyak perwira tinggi Kepolisian Negara Republik Indonesia yang memiliki perjalanan hidup seperti Irjen Pol. Yudhi Sulistianto Wahid, S.I.K. Sebelum menyandang pangkat jenderal bintang dua dan memimpin Kepolisian Daerah Bengkulu, namanya lebih dahulu tercatat dalam sejarah olahraga Indonesia sebagai judoka yang membawa Merah Putih hingga panggung Olimpiade.

Dari kerasnya latihan di atas tatami, tampil menghadapi judoka dunia di Olimpiade Barcelona 1992, menjalani pendidikan Akademi Kepolisian, meniti karier dari tingkat Polsek hingga Mabes Polri, kemudian dipercaya memegang tongkat komando Polda Bengkulu, perjalanan Yudhi mempertemukan dua dunia yang sama-sama menuntut disiplin, keberanian, konsistensi, dan tanggung jawab.

banner 728x250

Yudhi lahir di Ujung Pandang, Sulawesi Selatan, 22 Agustus 1972. Ia merupakan alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 1996. Namun jauh sebelum dikenal sebagai perwira Polri, Yudhi telah mengenakan lambang Garuda di dada sebagai atlet judo Indonesia.

Catatan International Judo Federation (IJF) mengabadikan namanya sebagai SULISTIANTO Wahid Yudhi, judoka Indonesia yang berlaga pada Olympic Games Barcelona 1992. Ia turun pada nomor putra kelas ringan -71 kilogram. Data Olympedia mencatat Yudhi berada di posisi bersama peringkat ke-22 pada nomor tersebut.

Keikutsertaan di Olimpiade menjadi catatan penting dalam perjalanan seorang Yudhi. Ketika itu usianya baru sekitar 19 tahun. Pada usia yang relatif muda, ia telah berdiri membawa nama Indonesia di salah satu panggung olahraga terbesar dunia.

Jejak internasional itu tidak berhenti di Barcelona. Data resmi IJF juga mencatat Yudhi tampil dalam World Championships Chiba 1995 di Jepang. Dengan demikian, namanya tercatat setidaknya dalam dua kompetisi utama IJF: Olimpiade Barcelona 1992 dan Kejuaraan Dunia Chiba 1995.

Polda Bengkulu juga mencatat Yudhi pernah memperkuat Indonesia dalam empat edisi SEA Games, yakni SEA Games 1991 di Filipina, 1993 di Singapura, 1995 di Chiang Mai, Thailand, serta 1997 di Jakarta. Rekam jejak tersebut menunjukkan bahwa judo bukan sekadar aktivitas olahraga dalam kehidupannya, melainkan bagian penting dari perjalanan panjang yang membentuk karakter dan kedisiplinannya.

Dari Atlet Nasional Menuju Korps Bhayangkara

Setelah memasuki dunia kepolisian, Yudhi meniti karier melalui berbagai penugasan.

Ia pernah dipercaya sebagai Kapolsek Lemahabang Polres Karawang Bekasi pada 2001. Kariernya berlanjut sebagai Kapolsek Koja Polres Jakarta Utara pada 2007 dan Kapolsek Cakung Polrestro Jakarta Timur pada 2010.

Yudhi kemudian mengemban berbagai jabatan lain, antara lain Kabag Binopsnal Ditbinmas Polda Maluku Utara, Kapolres Majalengka pada 2015–2016, Kapolres Subang pada 2016–2017, hingga Wadirresnarkoba Polda Banten pada 2018–2019.

Perjalanan kariernya kemudian membawanya ke lingkungan Divisi Profesi dan Pengamanan Polri. Ia pernah menjabat Kaden C Ropaminal Divpropam Polri pada 2019, Analis Kebijakan Madya Bidang Paminal Divpropam Polri pada 2020, serta Kabagpamwal Biro Provos Divpropam Polri pada 2022.

Pada tahun yang sama, Yudhi mendapat kepercayaan sebagai Kepala Pelayanan Markas (Kayanma) Polri. Setelah itu, kariernya bergerak ke Badan Reserse Kriminal Polri dengan menjabat Kepala Biro Perencanaan dan Administrasi (Karorenmin) Bareskrim Polri.

Posisi tersebut menempatkan Yudhi dalam lingkungan strategis Bareskrim sebelum akhirnya mendapatkan amanah memimpin kepolisian kewilayahan.

Dipercaya Memimpin Polda Bengkulu

Tonggak penting berikutnya terjadi pada Mei 2026.

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memimpin serah terima jabatan sejumlah pejabat utama Mabes Polri dan Kapolda di Rupattama Mabes Polri, Jakarta, pada 17 Mei 2026. Dalam sertijab tersebut, Brigjen Pol. Yudhi Sulistianto Wahid, S.I.K., resmi menjadi Kapolda Bengkulu menggantikan Irjen Pol. Mardiyono, S.I.K., M.Si.

Pada 21 Mei 2026, Yudhi tiba di Bengkulu dan disambut jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah serta pejabat utama Polda Bengkulu. Sehari kemudian, dalam rangkaian farewell parade, Pataka Waspada Jananuraga diserahkan dari Mardiyono kepada Yudhi sebagai simbol estafet kepemimpinan Polda Bengkulu.

Perjalanan kariernya kembali mencatat momentum penting pada 30 Juni 2026. Yudhi resmi memperoleh kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi dari Brigadir Jenderal Polisi menjadi Inspektur Jenderal Polisi. Dengan kenaikan tersebut, Kapolda Bengkulu itu resmi menyandang dua bintang di pundaknya.

Puluhan Tahun Berlalu, Kembali Bertarung di Tatami

Hal yang membuat perjalanan Yudhi semakin menarik adalah hubungannya dengan judo ternyata tidak berakhir setelah ia meninggalkan arena kompetisi elite internasional.

Lebih dari tiga dekade setelah tampil di Olimpiade Barcelona, Yudhi kembali mengenakan judogi dan bertanding membawa nama Polri serta Indonesia.

Pada World Police and Fire Games (WPFG) 2025 di Birmingham, Alabama, Amerika Serikat, Yudhi—ketika itu berpangkat Brigjen Pol dan menjabat Karorenmin Bareskrim Polri—turun pada nomor judo 73 kg Masters.

Hasilnya bukan sekadar partisipasi.

Yudhi berhasil merebut medali emas.

Prestasi tersebut menjadi bagian dari keberhasilan besar Tim Judo Polri yang mengumpulkan total 10 medali dalam WPFG 2025, terdiri atas enam medali emas, satu perak, dan tiga perunggu. Ajang tersebut berlangsung di Birmingham pada 27 Juni hingga 6 Juli 2025.

Keberhasilan itu terasa semakin kuat karena perjalanan menuju Amerika Serikat tidak berjalan mulus. Yudhi menceritakan tim harus melalui perjalanan sekitar 72 jam akibat penundaan dan pembatalan penerbangan di tengah situasi keamanan dan geopolitik ketika itu. Setelah perjalanan panjang tersebut, ia tetap mampu turun ke tatami dan menjadi salah satu penyumbang emas bagi kontingen Polri.

Prestasi itu seolah menyambungkan kembali dua titik yang terpisah lebih dari tiga dekade: Barcelona 1992 dan Birmingham 2025.

Di Barcelona, Yudhi adalah atlet muda Indonesia yang berjuang di panggung Olimpiade. Di Birmingham, ia kembali ke tatami sebagai seorang jenderal polisi dan membuktikan bahwa hubungan panjangnya dengan judo belum berakhir.

Tatami dan Pengabdian

Judo mengenal prinsip disiplin, penghormatan kepada lawan, penguasaan diri, ketepatan mengambil momentum serta kemampuan bangkit setelah terjatuh. Nilai-nilai tersebut pula yang menjadi benang merah menarik ketika melihat perjalanan panjang Yudhi dari seorang atlet menuju perwira tinggi Polri.

Karier kepolisiannya dibangun secara bertahap.

Dari memimpin Polsek, menjadi Kapolres, bertugas di bidang narkoba, mengemban jabatan di Divpropam, Kayanma Polri, masuk ke lingkungan strategis Bareskrim hingga akhirnya menerima amanah sebagai Kapolda Bengkulu.

Sementara dalam dunia olahraga, jejaknya terbentang dari SEA Games, Olimpiade Barcelona 1992, Kejuaraan Dunia Judo Chiba 1995, hingga kembali merebut medali emas pada World Police and Fire Games 2025.

Dua perjalanan itu akhirnya bertemu dalam satu figur yang sama.

Satu perjalanan dibangun melalui tatami dan kompetisi.

Perjalanan lainnya ditempa melalui tugas, jabatan, tanggung jawab serta pengabdian di institusi Polri.

Kini, sebagai Kapolda Bengkulu dengan pangkat Inspektur Jenderal Polisi, Yudhi Sulistianto Wahid memikul tanggung jawab yang berbeda dibandingkan ketika dirinya berdiri di atas tatami. Jika dahulu targetnya adalah menghadapi lawan dan membawa nama Indonesia dalam pertandingan internasional, kini tanggung jawabnya berada pada kepemimpinan organisasi, pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum serta pelayanan kepada masyarakat Bengkulu.

Namun satu hal tetap menjadi penghubung: disiplin.

Dari seorang pemuda yang membawa Merah Putih ke Olimpiade Barcelona 1992, seorang judoka yang kembali merebut emas di Amerika Serikat lebih dari tiga dekade kemudian, hingga akhirnya menjadi jenderal bintang dua dan Kapolda Bengkulu, perjalanan Irjen Pol. Yudhi Sulistianto Wahid menjadi kisah tentang panjangnya proses membangun prestasi dan pengabdian.

Dari tatami menuju Korps Bhayangkara, dari Olimpiade menuju kursi Kapolda—jejak Yudhi Sulistianto Wahid mempertemukan olahraga, disiplin dan pengabdian dalam satu perjalanan panjang untuk Indonesia.

( dd99 )

Loading

banner 728x250
banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x250