banner 1080x250
banner 728x250

Amor Ing Acintya: Sunyi yang Menelan Malam di Tukad Batang

Karangasem – Malam yang seharusnya tenang di jalur Amlapura–Singaraja berubah menjadi duka yang membekas. Di bawah gelapnya langit, suara air Tukad Batang mengalir seperti biasa, namun malam itu membawa kisah pilu yang sulit dilupakan. Sebuah peristiwa tragis terjadi di jembatan Batang, tepat di perbatasan Desa Culik dan Desa Labasari, Kecamatan Abang, Karangasem, pada Rabu malam (29/4/2026).

Seorang perempuan, yang dikenal sebagai warga Banjar Dinas Penggak Sajeng, Desa Labasari, mengakhiri hidupnya dengan cara yang begitu menyayat hati. Ia nekat melakukan ulah pati, melompat dari jembatan ke derasnya aliran sungai di bawahnya. Keputusan yang diambil dalam sunyi itu meninggalkan luka mendalam bagi keluarga, kerabat, dan masyarakat sekitar.

banner 728x250

Menurut informasi yang beredar, korban baru saja kembali dari Denpasar beberapa hari sebelumnya. Tak banyak yang mengetahui apa yang sebenarnya bergolak dalam batinnya. Di balik senyum yang mungkin masih sempat terlihat, tersimpan beban yang tak terucap, kegelisahan yang tak tersampaikan, hingga akhirnya bermuara pada keputusan tragis tersebut.

Peristiwa ini seakan menjadi pengingat getir bahwa tidak semua luka tampak di permukaan. Ada kesedihan yang tersembunyi, ada tekanan yang dipendam, dan ada keheningan yang ternyata begitu berisik di dalam hati seseorang. Malam itu, jembatan Batang menjadi saksi bisu sebuah perjuangan batin yang berakhir dalam keputusasaan.

Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut langsung diguncang rasa kaget dan duka. Suasana yang biasanya lengang berubah menjadi penuh keprihatinan. Doa-doa pun dipanjatkan, berharap arwah korban mendapat tempat terbaik di sisi-Nya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.

“Amor Ing Acintya” — kembali kepada Sang Pencipta — menjadi kalimat yang tak sekadar kata, tetapi sebuah perenungan mendalam. Bahwa setiap kehidupan adalah perjalanan yang rapuh, dan setiap jiwa membutuhkan ruang untuk didengar, dipahami, dan dirangkul.

Tragedi ini meninggalkan pesan sunyi bagi kita semua: bahwa kepedulian, perhatian, dan kehadiran sederhana mungkin bisa menjadi penolong bagi mereka yang sedang berada di ambang keputusasaan. Di balik gelapnya malam di Tukad Batang, tersimpan pelajaran tentang pentingnya saling menjaga, sebelum semuanya terlambat.

( dd99 )

Loading

banner 728x250
banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x250