BADUNG – Desa Adat Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, resmi menggelar uji coba perdana program Badung First Car Free Day (CFD) yang dipusatkan di sepanjang Jalan Teuku Umar Barat, Kelurahan Kerobokan Kelod, Minggu (30/8). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 06.00 hingga 09.00 WITA tersebut menjadi langkah nyata dalam menghadirkan ruang publik yang lebih nyaman sekaligus mendorong kepedulian terhadap lingkungan dan pola hidup sehat masyarakat.
Pelaksanaan CFD selama tiga jam ini tidak hanya dimanfaatkan masyarakat untuk berolahraga dan beraktivitas di ruang terbuka, tetapi juga dirangkaikan dengan berbagai kegiatan sosial dan lingkungan. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung turut melakukan penghijauan dengan menanam sebanyak 200 bibit pohon di sepanjang jalur Jalan Teuku Umar Barat.
Selain kegiatan penghijauan, masyarakat yang mengikuti CFD juga mendapatkan akses pelayanan kesehatan secara gratis dari Puskesmas I Kuta Utara. Layanan tersebut memberikan kesempatan kepada warga untuk memeriksakan kondisi kesehatan sekaligus meningkatkan kesadaran pentingnya menjaga kebugaran tubuh.

Kegiatan Badung First CFD mendapat apresiasi dari Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa yang turun langsung memantau pelaksanaan kegiatan bersama Ketua TP PKK Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa. Bupati menilai keberadaan ruang publik seperti CFD memiliki manfaat besar dalam mendorong masyarakat menerapkan gaya hidup sehat sekaligus menciptakan ruang interaksi yang positif.
Menurut Adi Arnawa, pelaksanaan CFD juga memberikan dampak positif bagi sektor ekonomi masyarakat karena membuka kesempatan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal untuk memasarkan produknya di sekitar kawasan kegiatan.
“Selaku pihak pemerintah, kami akan terus melaksanakan komitmen penataan infrastruktur di wilayah Kerobokan ini. Kita semua tahu bahwa di kawasan padat Kerobokan sangat susah untuk mencari ruang terbuka hijau yang representatif. Melalui momentum kegiatan pada pagi hari ini, saya melihat sebuah langkah positif yang nyata, dan kesannya masyarakat sangat menerima dengan antusias sekaligus berbahagia,” kata Adi Arnawa.
Bupati menegaskan, penutupan jalur sepanjang kurang dari satu kilometer tersebut masih dalam tahap uji coba. Pemkab Badung selanjutnya akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan CFD sekaligus melanjutkan penataan koridor Jalan Teuku Umar Barat hingga menuju perempatan Petitenget.
Penataan tersebut diarahkan untuk mengurangi persoalan kemacetan di kawasan Kuta Utara sekaligus menciptakan ruang jalan yang lebih produktif, aman, nyaman, dan ramah bagi pejalan kaki.
“Meskipun ini baru uji coba dengan jarak yang relatif pendek, kami bergerak cepat. Saya sudah menghubungi Kepala Dinas PUPR Badung untuk segera merancang penambahan pedestrian atau fasilitas trotoar yang lebih luas. Selain itu, Kasat Pol PP Badung juga telah diinstruksikan untuk melaksanakan penertiban terhadap bangunan-bangunan kumuh, serta Kadis DLHK untuk melakukan program beautifikasi atau memperindah estetika di sepanjang jalan strategis ini,” tutur Bupati Badung.
Sementara itu, Bendesa Adat Kerobokan, Anak Agung Ngurah Putra Suryaninggrat, menjelaskan bahwa pelaksanaan Badung First CFD merupakan hasil gagasan dan inisiatif para prajuru desa bersama organisasi yowana Desa Adat Kerobokan.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar menghadirkan ruang bebas kendaraan, tetapi juga menjadi bentuk penerapan nilai kearifan lokal Tri Hita Karana, khususnya menjaga hubungan harmonis antara manusia dengan lingkungan atau Palemahan.
Anak Agung Ngurah Putra Suryaninggrat menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Badung yang selama ini telah melakukan penataan dan memperindah kawasan Jalan Teuku Umar Barat. Penataan infrastruktur tersebut dinilai telah memberikan perubahan positif terhadap wajah kawasan Kerobokan.
“Kita semua ingat dulu jalan ini masih sangat sempit dan belum memiliki fasilitas pedestrian atau trotoar yang lebar seperti sekarang. Astungkara, sekarang pemandangan wilayah kami sudah jauh lebih indah, jalanan rapi, dan fasilitas trotoarnya sudah sangat lebar untuk kenyamanan bersama,” jelasnya.
Pelaksanaan Badung First CFD diharapkan dapat menjadi ruang bersama bagi masyarakat untuk berolahraga, bersosialisasi, menikmati aktivitas luar ruang, sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Kehadiran UMKM dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendorong aktivitas ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan ruang publik secara produktif.
Kegiatan ini turut dihadiri Anggota DPRD Badung I Wayan Sandra, jajaran kepala OPD di lingkungan Pemkab Badung, Camat Kuta Utara I Nyoman Tirtayasa beserta unsur Tripika Kecamatan, Lurah Kerobokan Kelod I Made Wistawan, Lurah Kerobokan Ni Putu Budhiyani, Lurah Kerobokan Kaja I Gusti Agung Ngurah Marhaena Yasana Putra, kepala lingkungan, prajuru Desa Adat Kerobokan, serta berbagai komunitas masyarakat.
( NDR )
Langsung ke konten







