BADUNG – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyampaikan komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Badung dalam mendukung kelestarian adat, agama, tradisi, dan budaya Bali saat menghadiri rangkaian upacara Ngaben Kinembulan, Ngaben Ngerit, dan Atma Wedana yang dilaksanakan secara gotong royong oleh krama Desa Adat Jagapati, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Senin (31/8).
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Adi Arnawa mengapresiasi kebersamaan krama Desa Adat Jagapati yang melaksanakan karya Pitra Yadnya secara massal. Menurutnya, tradisi gotong royong menjadi wadah memperkuat persatuan dan rasa nyama braya sekaligus menjaga nilai-nilai luhur warisan leluhur.
“Pelaksanaan karya seperti ini menunjukkan bahwa semangat gotong royong dan kebersamaan masyarakat Bali masih tetap kuat. Selain sebagai bentuk bakti kepada leluhur, karya Pitra Yadnya ini juga menjadi momentum untuk mempererat persatuan serta menjaga nilai-nilai luhur yang telah diwariskan oleh para pendahulu kita,” ujarnya.

Adi Arnawa menegaskan bahwa kemajuan ekonomi harus berjalan seiring dengan pelestarian kearifan lokal. Pemkab Badung berkomitmen terus memfasilitasi kegiatan adat, agama, dan budaya melalui APBDes maupun bantuan hibah daerah dengan tetap berpedoman pada regulasi yang berlaku.
“Pemerintah Kabupaten Badung memiliki komitmen yang kuat untuk mendukung kegiatan adat, agama, dan budaya masyarakat. Namun dalam penyaluran bantuan, kita tetap harus mengikuti mekanisme, tahapan, dan aturan yang berlaku agar semuanya berjalan secara transparan, akuntabel, dan tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari,” tegasnya.
Sementara itu, Manggala Karya sekaligus Ketua Panitia menjelaskan bahwa Ngaben Ngerit Massal merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap lima tahun sekali sebagai bentuk efisiensi sekaligus upaya menjaga kelestarian adat di tengah perkembangan zaman. Seluruh sarana upakara dan uparengga dikerjakan secara mandiri oleh krama Desa Adat Jagapati dengan semangat gotong royong.
Panitia juga menyampaikan transparansi sumber pendanaan kegiatan, yakni urunan krama sebesar Rp107.100.000, punia donatur sebesar Rp130.000.000, serta bantuan APBDes senilai Rp310.000.000. Rangkaian upacara telah berlangsung selama tiga bulan, dengan prosesi Pengaskaran dijadwalkan pada 2 September dan puncak Ngaben pada 3 September 2026.
Kegiatan tersebut turut dihadiri anggota DPRD Provinsi Bali I Made Bawa, anggota DPRD Badung I Gede Budiyoga, Plt. Camat Abiansemal, Perbekel Jagapati, serta tokoh masyarakat setempat.
( NDR )
Langsung ke konten







