banner 1080x250
banner 728x250
BUDAYA  

Gubernur Koster Tegaskan Karya IBTK di Besakih Harus Berjalan Tertib, Khidmat, dan Tanpa Gangguan

Karangasem – Gubernur Bali menegaskan bahwa pelaksanaan Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) di Pura Agung harus berlangsung secara tertib, khidmat, dan berjalan tanpa hambatan selama seluruh rangkaian upacara suci berlangsung.

Penegasan tersebut disampaikan Gubernur Koster dalam sambrama wacana pada puncak karya yang digelar Kamis, 2 April 2026, bertepatan dengan Hari Purnama Kedasa, salah satu momentum sakral bagi umat Hindu di Bali. Dalam sambutannya, Koster menekankan pentingnya kesiapan menyeluruh dari seluruh unsur, mulai dari pemerintah, pengelola kawasan, desa adat, hingga seluruh krama dan pemedek, demi memastikan pelaksanaan karya berjalan dengan sebaik-baiknya.

banner 728x250

Menurutnya, sebagai pura terbesar, tertinggi, dan paling suci di Bali memiliki posisi yang sangat penting sebagai pusat spiritual umat Hindu, tidak hanya bagi masyarakat Bali, tetapi juga bagi umat dari berbagai daerah di Indonesia.

“Upacara karya ini harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya agar tidak terjadi gangguan selama pelaksanaannya,” tegas Koster.

Ia menambahkan, pelaksanaan karya yang berlangsung selama 21 hari hingga 23 April 2026 membutuhkan tata kelola yang matang mengingat tingginya antusiasme umat yang datang untuk sembahyang dari seluruh kabupaten/kota di Bali maupun dari luar pulau.

Pemerintah Provinsi Bali, lanjut Koster, telah mengambil berbagai langkah strategis guna menjamin kenyamanan, keamanan, dan kelancaran seluruh rangkaian upacara. Salah satunya adalah penyediaan layanan transportasi khusus bagi lansia, ibu hamil, dan pemedek berkebutuhan khusus dari area parkir menuju lokasi utama persembahyangan di kawasan suci Besakih.

Selain itu, pengaturan jadwal kedatangan pemedek dilakukan secara ketat dan terstruktur untuk menghindari penumpukan massa serta kemacetan di kawasan pura. Pengaturan ini mencakup kedatangan umat dari Bali hingga luar daerah seperti Jawa, Sumatera, Kalimantan, Papua, dan Nusa Tenggara.

Koster menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga kesucian dan kenyamanan kawasan Besakih selama karya berlangsung.


Penataan Kawasan Besakih Berlanjut

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Koster juga menyoroti keberlanjutan pembangunan dan penataan kawasan suci yang saat ini memasuki tahap kedua.

Setelah tahap pertama rampung pada tahun 2022 dengan anggaran sekitar Rp800 miliar, kini tahap lanjutan difokuskan pada penataan 26 titik pelinggih dengan alokasi anggaran sekitar Rp203 miliar yang bersumber dari APBD Provinsi Bali.

Ia menegaskan bahwa seluruh proses penataan dilakukan dengan prinsip menjaga nilai historis, arsitektur tradisional, kesucian, serta estetika kawasan agar tetap selaras dan autentik.

Menurut Koster, tidak boleh ada lagi ketimpangan visual pada bangunan di kawasan Besakih, baik dari sisi bahan bangunan, bentuk, maupun warna.

“Seluruh kawasan harus serasi, harmonis, dan tetap mencerminkan keaslian serta kesucian Besakih sebagai pura utama jagat Bali,” ujarnya.


Akses Jalan Menuju Besakih Masuk Tahap Perencanaan

Lebih lanjut, Koster mengungkapkan rencana tahap ketiga yang akan difokuskan pada penataan akses jalan menuju Besakih dari berbagai arah, termasuk jalur dari Klungkung dan Bangli.

Menurutnya, studi perencanaan akan dimulai pada periode 2026 hingga 2027, dengan target pembangunan fisik dimulai pada 2028 dan rampung pada 2030.

Langkah ini dinilai sangat penting guna mengantisipasi potensi kemacetan dan lonjakan jumlah pengunjung di masa depan, terutama saat berlangsungnya karya besar dan hari-hari suci keagamaan.


Pendapatan Kawasan Besakih Meningkat

Dalam sambutannya, Koster turut memberikan apresiasi kepada Badan Pengelola Kawasan Suci Besakih yang sejak dibentuk pada tahun 2023 telah menunjukkan kinerja positif.

Ia menyebutkan bahwa pada tahun 2025, kawasan Besakih berhasil mencatat pendapatan sebesar Rp14,5 miliar.

Pendapatan tersebut digunakan untuk mendukung pelaksanaan upacara keagamaan, membantu desa adat dan desa dinas di sekitar kawasan, serta menopang kebutuhan operasional pengelolaan kawasan suci.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Bali juga mengucurkan bantuan khusus sebesar Rp3,2 miliar untuk mendukung pelaksanaan Karya IBTK tahun ini.


Bali Tetap Aman dan Kondusif

Di tengah dinamika global dan berbagai tantangan yang terjadi, Gubernur Koster menegaskan bahwa kondisi Bali tetap aman, stabil, dan kondusif.

Ia menyampaikan bahwa hingga 31 Maret 2026, kunjungan wisatawan ke Bali menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Khusus wisatawan domestik, kenaikan mencapai 31 persen, yang menurutnya menjadi bukti bahwa Bali tetap menjadi destinasi favorit yang dicintai masyarakat.

Selain sektor pariwisata, Pemprov Bali juga terus mempercepat penanganan persoalan sampah melalui kebijakan strategis, di antaranya pembatasan Tempat Pembuangan Sementara yang ke depan hanya menerima sampah residu.

Targetnya, seluruh TPS dapat ditutup sepenuhnya pada Agustus 2026.

Tak hanya itu, proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik juga dijadwalkan mulai pertengahan 2026 dan ditargetkan selesai pada 2027, sehingga pada 2028 seluruh sampah di Bali diharapkan dapat diolah menjadi energi.


Puncak Karya Berlangsung Khidmat

Sementara itu, puncak Karya Ida Bhatara Turun Kabeh dipuput oleh 33 orang sulinggih yang mewakili seluruh wilayah Bali.

Prosesi suci berlangsung dengan penuh khidmat di berbagai titik utama kawasan , termasuk Penataran Agung, kawasan Catur Lawa, Catur Dala, serta sejumlah pedharman.

Rangkaian puncak karya diawali dengan persembahyangan bersama, dilanjutkan sambutan Gubernur Bali, penyerahan dana simbolis kepada Jro Bendesa, prosesi nunas tirta, nedunang Ida Bhatara ke Paselang, dan ditutup dengan persembahyangan bersama.

Sejumlah pejabat turut hadir dalam kesempatan tersebut, di antaranya Sekda Provinsi Bali , Bupati Karangasem, Bupati Buleleng, Bupati Klungkung, serta tokoh-tokoh adat dan agama Hindu Bali.

Di akhir sambutannya, Gubernur Koster mengajak seluruh masyarakat Bali untuk terus menjaga keamanan, kebersihan, dan keharmonisan Bali, serta berharap seluruh rangkaian Karya IBTK tahun ini berjalan lancar, sukses, dan membawa kerahayuan bagi Bali dan seluruh masyarakat.

( dd99 )

Loading

banner 728x250
banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x250