DENPASAR – Kepolisian Daerah (Polda) Bali menggelar Upacara Peringatan Hari Juang Polri dengan penuh khidmat di Markas Polda Bali. Momentum bersejarah tersebut menjadi ruang refleksi bagi seluruh insan Bhayangkara untuk mengenang perjuangan para pendahulu sekaligus meneguhkan kembali komitmen pengabdian Polri kepada bangsa, negara, dan masyarakat.
Kapolda Bali Irjen. Pol. Daniel Adityajaya, S.H., S.I.K., M.Si. bertindak sebagai Inspektur Upacara dan memimpin langsung jalannya prosesi. Upacara diikuti Pejabat Utama (PJU) Polda Bali, para perwira, bintara, tamtama, serta aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Polda Bali.
Peringatan Hari Juang Polri memiliki makna penting dalam perjalanan sejarah Kepolisian Negara Republik Indonesia. Momentum tersebut tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga mengingatkan kembali keberanian dan keteguhan para polisi pada masa awal kemerdekaan dalam menentukan sikap serta berdiri bersama rakyat mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.
Salah satu peristiwa penting yang dikenang adalah Proklamasi Polisi Republik Indonesia pada 21 Agustus 1945. Peristiwa tersebut menjadi bagian penting dalam sejarah perjuangan kepolisian Indonesia setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945.
Semangat yang diwariskan para pendahulu itulah yang kembali dihidupkan dalam peringatan Hari Juang Polri di Polda Bali. Di tengah perubahan zaman dan semakin kompleksnya tantangan tugas kepolisian, nilai keberanian, patriotisme, loyalitas, integritas, serta pengabdian kepada masyarakat dinilai tetap relevan untuk menjadi pegangan setiap personel Polri.
Dalam rangkaian upacara, dibacakan narasi singkat mengenai sejarah Hari Juang Polri. Pembacaan sejarah tersebut menjadi pengingat bahwa keberadaan Polri hari ini tidak dapat dilepaskan dari perjuangan dan pengorbanan para pendahulu yang ikut mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dalam amanatnya, Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya menegaskan bahwa semangat kejuangan dan nilai-nilai yang terkandung dalam Proklamasi Polisi harus terus hidup dalam diri setiap anggota Polri.
“Hari Juang Polri bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan refleksi mendalam bagi kita semua untuk meneladani semangat heroisme para pendahulu yang telah berjuang menegakkan kedaulatan NKRI. Tugas kita hari ini adalah melanjutkan estafet pengabdian tersebut melalui kinerja yang profesional, modern, dan terpercaya,” tegas Irjen Pol. Daniel Adityajaya.
Menurutnya, bentuk perjuangan anggota Polri pada masa sekarang tentu berbeda dengan perjuangan para pendahulu di masa revolusi kemerdekaan. Jika dahulu perjuangan dilakukan untuk mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan bangsa, maka perjuangan Polri saat ini diwujudkan melalui pelayanan terbaik, penegakan hukum yang berkeadilan, perlindungan masyarakat serta pemeliharaan keamanan dan ketertiban.
Karena itu, Hari Juang Polri diharapkan menjadi momentum introspeksi bagi seluruh personel untuk terus meningkatkan kualitas diri dan institusi. Profesionalisme harus diwujudkan melalui pelaksanaan tugas yang bertanggung jawab, berintegritas, humanis serta senantiasa berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Kapolda Bali juga mengajak seluruh personel Polda Bali untuk memperkuat soliditas internal. Kekompakan dan kesatuan langkah dinilai menjadi modal penting dalam menghadapi dinamika tugas kepolisian yang semakin kompleks, khususnya di Bali yang menjadi salah satu destinasi pariwisata utama Indonesia dan mendapat perhatian masyarakat internasional.
Menjaga keamanan Bali, dengan demikian, bukan hanya menyangkut terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif bagi masyarakat setempat, tetapi juga memiliki arti strategis dalam menjaga kepercayaan wisatawan serta mendukung aktivitas ekonomi dan pembangunan daerah.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Polri tidak dapat bekerja sendiri. Sinergi dengan TNI, pemerintah daerah, instansi terkait, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, komunitas, dunia usaha hingga seluruh lapisan masyarakat harus terus diperkuat.
Kapolda Bali menekankan bahwa kolaborasi dan komunikasi menjadi bagian penting dalam menciptakan keamanan yang berkelanjutan di Pulau Dewata. Kehadiran Polri di tengah masyarakat diharapkan tidak hanya terlihat ketika terjadi gangguan keamanan atau persoalan hukum, tetapi juga melalui langkah pencegahan, pelayanan dan penyelesaian berbagai persoalan sosial secara humanis.
Semangat Hari Juang Polri sekaligus menjadi pengingat bahwa kepercayaan masyarakat merupakan salah satu modal utama kepolisian dalam menjalankan tugas. Karena itu, setiap personel dituntut menjaga sikap, perilaku dan profesionalitas, baik ketika menjalankan tugas maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Nilai perjuangan para pendahulu tidak cukup hanya dikenang melalui rangkaian upacara. Semangat tersebut harus diterjemahkan menjadi tindakan nyata, mulai dari memberikan pelayanan dengan cepat dan transparan, merespons laporan masyarakat secara profesional, menegakkan hukum tanpa pandang bulu hingga hadir memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan karakteristik kejahatan, Polri juga dituntut terus meningkatkan kemampuan serta melakukan adaptasi. Kejahatan siber, narkotika, kejahatan transnasional, perdagangan orang hingga berbagai bentuk kejahatan konvensional membutuhkan kesiapan sumber daya manusia dan strategi kepolisian yang semakin profesional.
Karena itu, semangat juang para pendahulu harus menjadi energi bagi generasi Polri saat ini untuk terus belajar, meningkatkan kompetensi dan memperkuat integritas dalam menjalankan amanah sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat.
Upacara Hari Juang Polri di Polda Bali kemudian ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa para pahlawan dan pendahulu kepolisian yang telah memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa dan negara.
Doa juga dipanjatkan bagi para anggota Polri yang gugur dalam menjalankan tugas, sekaligus memohon agar seluruh personel yang saat ini mengemban amanah menjaga keamanan masyarakat senantiasa diberikan kekuatan, keselamatan dan keteguhan dalam menjalankan tugas.
Rangkaian kegiatan selanjutnya diisi dengan ramah tamah sebagai ungkapan syukur atas perjalanan panjang pengabdian Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Melalui peringatan Hari Juang Polri, Polda Bali meneguhkan tekad untuk terus membawa nilai perjuangan para pendahulu dalam setiap pelaksanaan tugas. Semangat Proklamasi Polisi Republik Indonesia diharapkan tidak berhenti sebagai catatan sejarah, tetapi tetap hidup dalam tindakan nyata setiap insan Bhayangkara.
Dari menjaga keamanan, memberikan pelayanan, menegakkan hukum hingga membangun kedekatan dengan masyarakat, seluruhnya menjadi bagian dari estafet perjuangan Polri di era modern.
Hari Juang Polri menjadi pengingat bahwa zaman boleh berubah dan tantangan dapat berganti, namun semangat pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia harus tetap menyala dalam diri setiap insan Bhayangkara.
( dd99 )
Langsung ke konten







