BADUNG – Badan Kerjasama Lembaga Perkreditan Desa (BKS-LPD) Kabupaten Badung memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 di Wantilan Pura Lingga Bhuwana, Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, Sabtu (22/8). Perayaan ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa sebagai simbol rasa syukur sekaligus momentum memperkuat kebersamaan dalam membangun ekonomi berbasis adat.
Mengusung tema “26 Tahun BKS LPD Badung Mengabdi, Bersinergi dalam Harmoni Wujudkan LPD Sehat, Kuat, Berkelanjutan, Desa Adat Berdaulat”, peringatan HUT menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan BKS-LPD Badung sekaligus memperkuat komitmen dalam menjaga keberadaan LPD sebagai lembaga keuangan yang memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian desa adat.
Usai kegiatan, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi atas perjalanan BKS-LPD Badung selama 26 tahun. Ia berharap organisasi tersebut semakin solid, maju dan produktif, serta tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Tri Hita Karana dalam menjalankan perannya di tengah masyarakat.

Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Badung memiliki komitmen untuk terus mendukung keberadaan LPD. Dukungan tersebut tidak hanya diberikan dari sisi permodalan, tetapi juga melalui pembangunan ekosistem ekonomi yang mampu menciptakan ruang pertumbuhan bagi seluruh pelaku ekonomi di Kabupaten Badung.
Menurut Bupati, pembangunan infrastruktur menjadi salah satu bagian penting dalam menciptakan ekosistem ekonomi yang sehat. Infrastruktur yang memadai akan memberikan rasa nyaman bagi masyarakat maupun investor untuk beraktivitas dan menanamkan modal, sehingga pada akhirnya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Bupati Adi Arnawa berharap dukungan terhadap LPD dapat terus berjalan secara berkelanjutan. Sebagai lembaga keuangan milik desa adat, LPD memiliki posisi strategis dalam menggerakkan perekonomian masyarakat sekaligus mendukung keberlangsungan adat, seni dan budaya Bali.
Apresiasi terhadap perkembangan LPD di Kabupaten Badung juga disampaikan Ketua BKS-LPD Provinsi Bali, Nyoman Cendikiawan. Ia menilai BKS-LPD Badung telah menjadi salah satu barometer pengelolaan LPD di tingkat Provinsi Bali. Bahkan, sejumlah program kerja yang dikembangkan di Badung telah menjadi referensi dan diadopsi dalam pengembangan BKS-LPD Provinsi Bali.
Saat ini, Kabupaten Badung memiliki 122 LPD dengan dukungan 1.331 karyawan. Total aset LPD di Kabupaten Badung telah mencapai sekitar Rp11 triliun. Jumlah tersebut menunjukkan besarnya peran LPD Badung dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus memberikan kontribusi terhadap perekonomian Bali.
Cendikiawan menyampaikan bahwa total aset LPD se-Provinsi Bali saat ini mencapai sekitar Rp36 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar 31 persen berasal dari LPD yang berada di Kabupaten Badung. Capaian tersebut sekaligus menjadi tanggung jawab bersama untuk menjaga agar LPD tetap sehat, kuat dan mampu menjalankan fungsinya secara berkelanjutan.
Ia mengajak seluruh jajaran LPD bersama para mitra untuk terus menjaga eksistensi lembaga keuangan desa adat tersebut. Keberadaan LPD tidak hanya berkaitan dengan aspek ekonomi, tetapi juga memiliki peran dalam mendukung pelestarian seni, adat dan budaya Bali.
Sementara itu, Ketua Panitia HUT ke-26 BKS-LPD Badung, Ketut Sender, menyampaikan bahwa peringatan HUT menjadi wujud rasa syukur atas eksistensi LPD di Kabupaten Badung. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan kebersamaan di antara seluruh karyawan LPD.
Selain perayaan dan kegiatan kebersamaan, HUT ke-26 BKS-LPD Badung juga diisi dengan aksi sosial sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat. Bantuan berupa paket sembako atau tali kasih diserahkan kepada penyandang disabilitas di wilayah Desa Adat Kwanji, Sempidi.
Bantuan tersebut bersumber dari kas BKS-LPD Badung serta dukungan para donatur. Kegiatan sosial tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi penerima sekaligus menjadi bagian dari komitmen LPD untuk terus hadir dan memberikan kontribusi bagi masyarakat.
Ketut Sender mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga dan mengembangkan LPD sebagai lembaga keuangan yang kokoh. Dengan pengelolaan yang sehat dan profesional, LPD diharapkan semakin mampu mendukung pembangunan desa adat serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Peringatan HUT ke-26 BKS-LPD Badung turut dihadiri Kepala Kantor BPD Bali Cabang Mangupura dan Badung, perwakilan Jamkrida Provinsi Bali, Kabag Audit LP LPD Bali, Bendesa Madya Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten Badung, Ketua BKS-LPD Kabupaten Badung, serta seluruh jajaran ketua dan karyawan-karyawati LPD se-Kabupaten Badung.
Momentum 26 tahun pengabdian BKS-LPD Badung diharapkan menjadi pijakan untuk terus memperkuat sinergi, meningkatkan profesionalisme dan menjaga kesehatan lembaga. Dengan dukungan pemerintah, desa adat dan seluruh pemangku kepentingan, LPD Badung diharapkan tetap menjadi kekuatan ekonomi masyarakat sekaligus bagian penting dalam menjaga keberlanjutan adat dan budaya Bali.
( NDR )
Langsung ke konten







