Lombok Barat — Perjalanan panjang dari bangku SMA di Singaraja hingga menduduki kursi pimpinan kepolisian di Lombok Barat menjadi bagian dari jejak pengabdian AKBP Mellysa Amelia, S.H., S.I.K., M.Si., M.Tr.SOU. Putri daerah Buleleng sekaligus alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 2006 itu kini dipercaya mengemban amanah sebagai Kapolres Lombok Barat, Polda Nusa Tenggara Barat (NTB).
Mellysa resmi dipercaya memimpin Polres Lombok Barat sejak 24 Juli 2026, menggantikan AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si. Penugasan tersebut menjadi babak penting dalam perjalanan kariernya setelah hampir dua dekade ditempa dalam berbagai bidang kepolisian, mulai dari fungsi operasional, reserse kriminal, perlindungan perempuan dan anak, lalu lintas, kepolisian sektor, sumber daya manusia, hingga pendidikan dan pelatihan Polri.
Kepercayaan memimpin Polres Lombok Barat juga memiliki catatan tersendiri. Mellysa disebut menjadi Kapolres wanita pertama di Lombok Barat, sekaligus menunjukkan bahwa pengalaman panjang dan kompetensi menjadi modal penting bagi seorang perwira untuk mendapatkan kepercayaan memimpin satuan kewilayahan.
Dari Singaraja Menuju Akademi Kepolisian
AKBP Mellysa Amelia lahir di Buleleng pada 12 Juni 1981. Jauh sebelum mengenakan seragam Korps Bhayangkara, masa remajanya dihabiskan di tanah kelahirannya.
Ia merupakan alumni SMA Negeri 4 Singaraja, tercatat sebagai siswa angkatan 1995–1998.
Mellysa bukan hanya dikenal sebagai pelajar yang menekuni pendidikan akademik. Semasa sekolah, ia aktif dalam berbagai kegiatan. Ia pernah menjadi drummer Ladies Band, bergabung dalam tim basket, serta mengikuti lomba gerak jalan putri 17 kilometer dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.
Berbagai aktivitas tersebut menjadi bagian dari masa muda Mellysa yang lekat dengan kedisiplinan, kerja sama, ketahanan fisik, dan keberanian tampil. Nilai-nilai itu kemudian terus terasah ketika dirinya memilih jalan pengabdian sebagai anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Mellysa menempuh pendidikan Akademi Kepolisian dan lulus pada 2006. Selepas pendidikan, perjalanan sebagai perwira Polri pun dimulai.
Pada 2007, Mellysa mendapatkan penempatan awal sebagai Perwira Pertama Polwil Surakarta. Dari sinilah perjalanan panjangnya di lapangan mulai terbentuk.
Ditempa dari Pelayanan hingga Reserse
Karier Mellysa kemudian banyak ditempa di wilayah Polres Sragen, Jawa Tengah. Ia pernah dipercaya menjadi Kepala SPK III sebelum kemudian bergeser ke fungsi reserse kriminal.
Dalam penugasan di bidang reserse, Mellysa menangani Unit Ruang Pelayanan Khusus (RPK) dan Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). Tugas tersebut memberinya pengalaman menangani perkara yang membutuhkan ketelitian, kemampuan komunikasi, sekaligus sensitivitas dalam memberikan perlindungan terhadap perempuan dan anak yang berhadapan dengan hukum.
Pengalaman operasionalnya semakin lengkap ketika ia masuk ke fungsi lalu lintas.
Pada 2009, Mellysa dipercaya menjabat Kaur Regident Satlantas. Setahun kemudian, pada 2010, ia menjalankan tugas sebagai Kanit Laka, sebelum kemudian dipercaya menjadi Kanit Regident Satlantas Polres Sragen pada 2011.
Deretan jabatan tersebut memperlihatkan perjalanan karier yang dibangun secara bertahap dari tingkat pelaksana hingga tanggung jawab kepemimpinan.
Dipercaya Menjadi Kapolsek
Memasuki 2012, tanggung jawab Mellysa semakin besar. Ia dipercaya memimpin satuan kepolisian sektor sebagai Kapolsek Bulakamba, Polres Brebes, Jawa Tengah.
Jabatan Kapolsek menjadi salah satu fase penting karena seorang perwira dituntut tidak hanya memahami penegakan hukum, tetapi juga mampu mengelola personel, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, membangun komunikasi dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta berbagai elemen di wilayahnya.
Setelah menjalani penugasan di Jawa Tengah, perjalanan kedinasan Mellysa kemudian membawanya ke lingkungan Polda Jawa Timur.
Pengalamannya dalam bidang lalu lintas kembali mendapatkan tempat. Pada 2014, ia dipercaya menjabat Kasat Lantas Polres Probolinggo.
Setahun berikutnya, pada 2015, Mellysa dipercaya menjadi Kasat Lantas Polres Jombang. Karier di bidang yang sama berlanjut ketika pada 2017 ia mengemban amanah sebagai Kasat Lantas Polres Pasuruan.
Pengalaman memimpin satuan lalu lintas di sejumlah wilayah dengan karakter masyarakat dan tingkat mobilitas berbeda semakin memperkaya kemampuan manajerial serta operasionalnya.
Dari Malang hingga Tanjung Perak
Setelah cukup lama berkecimpung dalam fungsi lalu lintas, Mellysa kembali memperoleh penugasan kewilayahan.
Pada 2017, ia dipercaya sebagai Wakapolsek Sukun, Polres Malang Kota. Tugas tersebut kembali menempatkannya pada lini pelayanan kepolisian yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Karier kewilayahannya kemudian berlanjut. Pada 2019, Mellysa mendapat amanah sebagai Kapolsek Pabean Cantikan, Polres Pelabuhan Tanjung Perak.
Penugasan di wilayah pelabuhan tentunya memiliki tantangan tersendiri. Dinamika masyarakat, aktivitas perdagangan, mobilitas manusia dan barang, hingga berbagai potensi gangguan keamanan menuntut kemampuan kepemimpinan dan koordinasi yang kuat.
Pengalaman demi pengalaman itulah yang secara perlahan membentuk rekam jejak Mellysa sebagai perwira dengan latar belakang penugasan yang beragam.
Masuk Bidang SDM hingga Lemdiklat Polri
Memasuki 2020, arah penugasan Mellysa berkembang ke bidang sumber daya manusia. Ia dipercaya menjabat Kasubbagselek Bagdalpers Ro SDM Polda Jawa Timur.
Pada Maret 2022, ia kemudian menjabat Analis Kebijakan Pertama Bidang Dalpers Ro SDM Polda Jatim dalam rangka mengikuti pendidikan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (Sesko AU).
Pada Agustus 2022, Mellysa menjalani penugasan sebagai Pamen SSDM Polri dalam rangka pendidikan Sesko AU Angkatan ke-59 Tahun 2022.
Selepas pendidikan tersebut, pada November 2022 ia dipercaya sebagai Pamen Pusdik Sabhara Lemdiklat Polri.
Pengabdiannya dalam dunia pendidikan kepolisian berlanjut. Pada 2023, Mellysa dipercaya menjadi Gadik Madya Pusdik Sabhara Lemdiklat Polri.
Penugasan di lembaga pendidikan memberikan dimensi berbeda dalam perjalanan kariernya. Tidak hanya melaksanakan tugas kepolisian di lapangan, Mellysa ikut berada dalam lingkungan yang berperan membentuk dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Polri.
Pendidikan Menjadi Bekal Pengabdian
Perjalanan karier tersebut berjalan beriringan dengan upaya meningkatkan kapasitas melalui pendidikan kepolisian maupun pendidikan akademik.
Selain Akpol 2006, Mellysa menempuh Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada 2014 serta Sesko AU pada 2022, yang mengantarkannya meraih gelar M.Tr.SOU.
Kemampuan di bidang lalu lintas juga diperkuat melalui Dikbangspes Perwira Manajemen Rekayasa Lalu Lintas pada 2010.
Ketika tanggung jawabnya berkembang dalam pengelolaan sumber daya manusia, ia mengikuti Dikbangspes Perwira Pertama Manajemen SDM pada 2017, kemudian Dikbangspes Pamen/PNS Golongan IV Manajemen SDM pada 2019.
Tidak hanya mengandalkan pendidikan kedinasan, Mellysa juga menempuh pendidikan akademik di luar institusi Polri.
Ia menyelesaikan pendidikan S1 di Universitas Slamet Riyadi Surakarta pada 2009, kemudian melanjutkan pendidikan S2 di Universitas Airlangga Surabaya dan menyelesaikannya pada 2018.
Kombinasi pengalaman lapangan, pendidikan kepolisian, pendidikan strategis dan akademik tersebut menjadi bekal dalam menjalankan tugas yang semakin kompleks.
Pengabdian Diiringi Sejumlah Tanda Kehormatan
Dedikasi Mellysa selama bertugas di institusi Polri turut tercatat melalui sejumlah tanda kehormatan.
Pada 2015, ia menerima Satyalancana Pengabdian 8 Tahun. Kemudian pada 2021, Mellysa memperoleh Satyalancana Ksatria Bhayangkara.
Penghargaan atas masa pengabdian kembali diterimanya pada 2023 melalui Satyalancana Pengabdian 16 Tahun.
Sementara perjalanan kepangkatannya berlangsung secara bertahap seiring masa dinas dan jabatan yang dijalani. Selepas Akpol 2006 ia menyandang pangkat Inspektur Polisi Dua (Ipda), kemudian naik menjadi Iptu pada 2010, AKP pada 2013, Kompol pada 2020, hingga akhirnya menyandang pangkat AKBP pada 2024.
Kembali Membawa Nama Putri Buleleng
Dua dekade perjalanan sebagai perwira Polri akhirnya membawa Mellysa pada amanah baru di Nusa Tenggara Barat.
Sejak 24 Juli 2026, AKBP Mellysa Amelia dipercaya menduduki jabatan Kapolres Lombok Barat. Kepercayaan tersebut sekaligus menempatkannya sebagai salah satu putri Buleleng yang berhasil menduduki posisi strategis di jajaran kepolisian kewilayahan.
Bagi masyarakat Buleleng, perjalanan Mellysa memiliki cerita tersendiri. Dari seorang siswi SMA Negeri 4 Singaraja yang aktif bermain basket, menjadi drummer Ladies Band dan mengikuti gerak jalan 17 kilometer, ia kemudian memilih jalan pengabdian melalui Akademi Kepolisian.
Karier itu tidak dibangun dalam waktu singkat. Mellysa melewati penugasan dari satu wilayah ke wilayah lain, mulai Surakarta, Sragen, Brebes, Probolinggo, Jombang, Pasuruan, Malang, Surabaya hingga akhirnya Lombok Barat.
Ia juga melintasi berbagai bidang tugas: pelayanan kepolisian, reserse, perlindungan perempuan dan anak, lalu lintas, kepemimpinan Polsek, pengelolaan sumber daya manusia, hingga pendidikan Polri.
Kini, setelah sekitar dua dekade mengabdi sejak lulus Akpol 2006, perjalanan tersebut membawanya pada tanggung jawab yang semakin besar.
Sebagai Kapolres wanita pertama di Lombok Barat, AKBP Mellysa Amelia tidak hanya memikul tanggung jawab menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Ia juga membawa harapan agar kepemimpinan kepolisian semakin profesional, humanis, responsif, dan mampu hadir di tengah masyarakat.
Dari Buleleng menuju Lombok Barat, perjalanan AKBP Mellysa Amelia menjadi potret panjang seorang putri daerah yang meniti karier dari bawah, ditempa oleh berbagai penugasan, terus meningkatkan pendidikan dan kompetensi, hingga akhirnya dipercaya memimpin sebuah kepolisian resor.
Sebuah perjalanan yang bermula dari bangku sekolah di Singaraja, berlanjut ke Akademi Kepolisian, dan kini sampai pada amanah sebagai Kapolres Lombok Barat Polda NTB.
( dd99 )
Langsung ke konten







