Mimika – Perjalanan hidup AKBP Alredo Agustinus Rumbiak, S.I.K., M.Tr.Mil., M.Han. merupakan bukti nyata bahwa keberhasilan lahir dari ketekunan, kerja keras, dan semangat pantang menyerah. Perwira menengah Polri kelahiran Jakarta, 28 Agustus 1983 ini berhasil mengubah kegagalan menjadi pijakan menuju kesuksesan hingga dipercaya memimpin Polres Mimika, salah satu wilayah strategis di Provinsi Papua Tengah.
Pelantikan AKBP Alredo sebagai Kapolres Mimika dilaksanakan pada Senin, 13 Juli 2026, dalam upacara serah terima jabatan yang dipimpin langsung oleh Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini, di Lapangan Apel Mapolda Papua Tengah, Kabupaten Nabire. Penugasan tersebut menjadi babak baru dalam perjalanan panjang pengabdiannya kepada institusi Polri dan masyarakat Indonesia.
Di balik seragam kepolisian yang kini dikenakannya, tersimpan kisah perjuangan yang penuh tantangan. Alredo tumbuh dalam keluarga sederhana. Ayahnya, Alex Rumbiak, merupakan mantan petinju sekaligus pernah bekerja sebagai petugas keamanan di sebuah bank swasta di Tangerang, Banten. Dari sosok sang ayah, Alredo belajar arti disiplin, kejujuran, keberanian, dan kerja keras, nilai-nilai yang kemudian menjadi fondasi dalam membangun kariernya.
Darah olahraga yang mengalir dalam dirinya membawanya menekuni dunia tinju sejak usia muda. Berkat latihan yang disiplin dan semangat juang yang tinggi, Alredo berhasil menorehkan berbagai prestasi membanggakan. Ia pernah menjadi Juara Nasional serta meraih medali perunggu pada ajang bergengsi Arafura Games 2001 di Australia. Prestasi tersebut menunjukkan kualitasnya sebagai atlet nasional yang mampu bersaing di tingkat internasional.
Namun, di balik kesuksesan sebagai petinju, Alredo memiliki cita-cita yang jauh lebih besar, yakni menjadi anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia. Jalan menuju impian itu ternyata tidak mudah. Ia harus merasakan pahitnya kegagalan sebanyak dua kali saat mengikuti seleksi Bintara Polri melalui Polda Metro Jaya.
Kegagalan tersebut tidak membuatnya menyerah. Justru pengalaman itu menjadi motivasi untuk terus memperbaiki diri, meningkatkan kemampuan fisik maupun mental, serta mempersiapkan diri lebih matang. Kesempatan emas akhirnya datang pada tahun 2004 ketika ia mengikuti pemusatan latihan nasional tinju. Di sela-sela aktivitas sebagai atlet, Alredo memberanikan diri mengikuti seleksi Akademi Kepolisian (Akpol) melalui Polda Papua.
Keputusan itu menjadi titik balik dalam hidupnya. Berkat kerja keras, disiplin, dan doa yang tidak pernah putus, ia berhasil lolos seleksi dan diterima sebagai Taruna Akademi Kepolisian Angkatan 39. Tiga tahun kemudian, tepatnya pada tahun 2007, Alredo resmi dilantik sebagai perwira Polri, mewujudkan impian yang selama ini diperjuangkannya dengan penuh pengorbanan.
Setelah menjadi perwira, sebagian besar perjalanan kariernya ditempa di Korps Brigade Mobil (Brimob), khususnya di lingkungan Pasukan Gegana Korbrimob Polri. Di satuan elite tersebut, ia dipercaya mengemban berbagai jabatan strategis yang menuntut profesionalisme, keberanian, serta kemampuan kepemimpinan yang tinggi.
Kariernya berkembang mulai dari Komandan Peleton, Kasubden Perlawanan Teror, Wakil Komandan Detasemen A Perlawanan Teror, Kepala Seksi Operasional Pasukan Gegana, hingga Komandan Detasemen A Satuan Intelijen Korbrimob Polri. Pengalaman panjang di bidang operasi khusus dan penanganan ancaman berisiko tinggi membentuk karakter kepemimpinan yang tegas, profesional, berintegritas, sekaligus humanis.
Kepercayaan institusi terus mengiringi perjalanan kariernya. Pada tahun 2025, AKBP Alredo dipercaya menjabat sebagai Kapolres Nduga. Di wilayah yang memiliki tantangan keamanan cukup kompleks tersebut, ia menunjukkan dedikasi dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan.
Atas rekam jejak dan pengabdiannya, Polri kembali memberikan amanah baru dengan menunjuknya sebagai Kapolres Mimika. Jabatan ini bukan sekadar promosi, tetapi juga bentuk kepercayaan institusi terhadap kapasitas kepemimpinan yang dimilikinya.
Sebagai Kapolres Mimika, AKBP Alredo menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pelayanan kepolisian yang profesional, modern, dan humanis. Ia bertekad memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, TNI, Forkopimda, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen masyarakat guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif di Kabupaten Mimika.
Menurutnya, keberhasilan menjaga keamanan tidak dapat diwujudkan hanya oleh aparat kepolisian semata, tetapi membutuhkan kolaborasi, komunikasi yang baik, serta kepercayaan dari seluruh lapisan masyarakat.
Di balik tugas berat sebagai pemimpin kepolisian, AKBP Alredo juga dikenal sebagai sosok yang sederhana dan sangat mencintai keluarga. Ia didampingi sang istri, Sri Mintarsih Rumbiak, serta dua putri tercinta, Graselynn Rumbiak dan Chleony Rumbiak. Dukungan keluarga menjadi sumber kekuatan yang selalu menyertainya dalam setiap langkah pengabdian.
Perjalanan hidup AKBP Alredo Agustinus Rumbiak menjadi inspirasi bagi banyak orang bahwa kegagalan bukanlah akhir dari sebuah cita-cita. Dua kali gagal memasuki institusi Polri tidak membuatnya berhenti bermimpi. Sebaliknya, kegagalan itu menjadi bahan bakar untuk terus bangkit hingga akhirnya berhasil menjadi perwira Polri, mengabdi di satuan elite Brimob, dan kini dipercaya memimpin Polres Mimika.
Kisahnya mengajarkan bahwa keberhasilan tidak ditentukan oleh seberapa sering seseorang jatuh, melainkan oleh keberanian untuk terus bangkit, berjuang, dan tidak pernah menyerah. Dengan dedikasi, integritas, serta semangat pengabdian yang tinggi, AKBP Alredo Agustinus Rumbiak membuktikan bahwa mimpi besar akan menjadi kenyataan bagi mereka yang terus berusaha tanpa mengenal kata putus asa.
( dd99 )
Langsung ke konten







