KARANGASEM – Insiden kebakaran menimpa KMP Putri Yasmin saat berlayar melintasi Perairan Selat Lombok, Rabu (12/8/2026) pagi. Peristiwa tersebut memicu operasi SAR gabungan dan evakuasi terhadap para penumpang untuk menghindari risiko yang lebih besar.
KMP Putri Yasmin diketahui tengah melakukan pelayaran dari Pelabuhan Padang Bai, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, Bali, menuju Pelabuhan Lembar, Lombok. Kapal tersebut membawa total 114 penumpang.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 35 penumpang dievakuasi kembali menuju Pelabuhan Padang Bai, Bali. Proses pemindahan dilakukan sebagai bagian dari upaya penyelamatan setelah kapal mengalami kebakaran di tengah pelayaran.
Kasatpol Air Polres Karangasem, AKP I Gede Murdana, membenarkan adanya puluhan penumpang yang dievakuasi kembali menuju Padang Bai. Saat memberikan keterangan, kapal yang membawa para penumpang tersebut disebut masih dalam perjalanan dan belum bersandar di pelabuhan.
“Ya benar, ada 35 orang penumpang yang dievakuasi kembali menuju ke Padang Bai. Sementara posisi belum nyandar di pelabuhan,” ujar Murdana.
Kebakaran Dilaporkan Pukul 04.15 WITA
Berdasarkan informasi Basarnas Bali yang diterima dari Basarnas Mataram, insiden kebakaran KMP Putri Yasmin dilaporkan terjadi sekitar pukul 04.15 WITA.
Kantor SAR Mataram kemudian menerima laporan kejadian tersebut sekitar pukul 04.39 WITA. Informasi itu langsung ditindaklanjuti dengan pengerahan personel dan sejumlah armada SAR menuju lokasi kejadian.
Operasi penyelamatan difokuskan pada keselamatan seluruh penumpang dan awak kapal serta memastikan proses evakuasi berlangsung cepat dan terkoordinasi.
Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, mengatakan sejumlah armada langsung dikerahkan setelah pihaknya menerima laporan.
“Kami telah mengerahkan KN 220 Mataram, Rigid Inflatable Boat (RIB), dan Rigid Buoyancy Boat (RBB) ke lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi serta berkoordinasi dengan kapal-kapal yang berada di sekitaran lokasi kejadian,” katanya.
Pengerahan beberapa jenis armada tersebut menunjukkan luasnya operasi penyelamatan yang dilakukan di tengah perairan Selat Lombok. Koordinasi dengan kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi juga menjadi bagian penting untuk mempercepat pertolongan apabila diperlukan.
SAR Mataram dan Denpasar Bergerak Bersama
Penanganan kebakaran KMP Putri Yasmin melibatkan unsur SAR dari dua wilayah, yakni Kantor SAR Mataram dan Kantor SAR Denpasar.
Dari Bali, Kantor SAR Denpasar mengerahkan KN SAR Arjuna untuk membantu proses evakuasi dan pengamanan di sekitar lokasi kejadian.
Tidak hanya melalui jalur laut, pemantauan juga dilakukan dari udara. Sebuah helikopter dari SGi Air Bali dikerahkan guna mendukung pemantauan situasi serta operasi penyelamatan.
Operasi gabungan turut melibatkan berbagai unsur lainnya, antara lain KMP PortLink II, KAL Lembar, TNI AL, Polres Lombok Barat, Polairud Lombok Barat, Syahbandar Pelabuhan Lembar, kapal yacht, masyarakat setempat, serta sejumlah unsur terkait lainnya.
Keterlibatan banyak pihak menjadi bagian penting dalam memastikan penanganan keadaan darurat di tengah laut dapat dilakukan secara cepat, terutama ketika keselamatan lebih dari seratus orang menjadi perhatian utama.
35 Penumpang Dibawa Kembali ke Bali
Sebanyak 35 penumpang akhirnya diputuskan untuk dievakuasi kembali menuju Padang Bai. Aparat dan petugas terkait terus melakukan koordinasi untuk memastikan para penumpang tiba dengan selamat serta mendapatkan penanganan yang diperlukan setelah mengalami situasi darurat di tengah pelayaran.
Sementara itu, keselamatan seluruh penumpang dan awak kapal tetap menjadi prioritas dalam operasi tersebut. Petugas juga terus memantau perkembangan kondisi KMP Putri Yasmin dan situasi di sekitar lokasi kebakaran.
Insiden ini kembali menunjukkan tingginya risiko pelayaran di jalur penyeberangan antarpulau dan pentingnya kesiapsiagaan prosedur keselamatan kapal, mulai dari sistem pencegahan kebakaran, alat keselamatan, hingga kecepatan koordinasi ketika keadaan darurat terjadi.
Selat Lombok merupakan salah satu jalur pelayaran penting yang menghubungkan Bali dan Nusa Tenggara Barat. Karena itu, setiap insiden di kawasan tersebut membutuhkan respons cepat agar gangguan pelayaran tidak berkembang menjadi tragedi yang lebih besar.
Hingga proses evakuasi berlangsung, tim gabungan terus bekerja memastikan penumpang dapat dipindahkan dari situasi berbahaya menuju lokasi yang lebih aman.
Penyebab pasti kebakaran KMP Putri Yasmin belum dijelaskan dalam informasi awal yang diterima. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui sumber api dan kronologi teknis terjadinya kebakaran.
Perkembangan mengenai kondisi kapal, keselamatan seluruh penumpang dan awak, serta hasil pemeriksaan penyebab kebakaran masih menunggu keterangan lebih lanjut dari otoritas terkait.
( dd99 )
Langsung ke konten







