Jakarta – Mutasi kembali bergulir di tubuh Tentara Nasional Indonesia sebagai bagian dari dinamika organisasi dan pembinaan karier prajurit. Salah satu yang menjadi sorotan adalah penunjukan Kolonel Inf Wahyu Yuniartoto—mantan ajudan Presiden Prabowo Subianto—sebagai Direktur C di BAIS TNI.
Sebelumnya, Wahyu menjabat sebagai Kapok Sahli Pangdam IX/Udayana. Penunjukan tersebut tertuang dalam surat telegram mutasi terbaru yang dikeluarkan Mabes TNI, menandai langkah strategis dalam penguatan sektor intelijen militer.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Aulia Dwi Nasrullah, menegaskan bahwa rotasi dan mutasi jabatan merupakan hal yang lazim dalam organisasi TNI. Langkah ini, menurutnya, merupakan bagian dari pembinaan karier prajurit sekaligus upaya memenuhi kebutuhan organisasi yang terus berkembang.
“Mutasi adalah proses alamiah dalam sistem pembinaan personel. Selain untuk penyegaran, juga sebagai bentuk peningkatan kapasitas dan optimalisasi kinerja organisasi,” ujarnya.
Selain rotasi jabatan, Mabes TNI juga mengaktifkan kembali posisi Kepala Staf Teritorial (Kaster) yang sempat dihapus sejak tahun 2001. Kebijakan ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat fungsi teritorial TNI dalam menghadapi tantangan keamanan yang semakin kompleks.
Dengan berbagai perubahan tersebut, TNI menegaskan komitmennya untuk tetap adaptif dan responsif terhadap dinamika
tugas di era modern, sekaligus menjaga profesionalisme dan kesiapsiagaan dalam menjalankan fungsi pertahanan negara.
( dd99 )
Langsung ke konten







