banner 1080x250
banner 728x250

Polda Bali Peringati Hari Kesaktian Pancasila 2026, Kapolda: Pancasila Harga Mati, Jaga Persatuan dan Keutuhan NKRI

Foto - Kapolda Bali: Pancasila Harga Mati, NKRI Wajib Dijaga.

DENPASAR — Kepolisian Daerah Bali menggelar Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 di halaman depan Mapolda Bali, Kamis (1/10/2026). Upacara berlangsung khidmat sebagai momentum untuk kembali meneguhkan komitmen terhadap Pancasila sebagai dasar negara, ideologi bangsa, sekaligus perekat persatuan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Upacara dipimpin langsung Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya, S.H., S.I.K., M.Si., dan diikuti Wakapolda Bali Brigjen Pol. I Made Astawa, S.I.K., M.Si., para Pejabat Utama Polda Bali serta personel Polda Bali yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

banner 728x250

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial tahunan. Momentum 1 Oktober menjadi pengingat bahwa nilai-nilai Pancasila harus terus hidup dan diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Bagi jajaran Kepolisian, nilai Pancasila juga menjadi landasan moral dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat serta dalam penegakan hukum.

Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya menegaskan bahwa setiap personel Polda Bali mempunyai tanggung jawab untuk menjaga nilai-nilai Pancasila sekaligus memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Pancasila adalah harga mati. Tidak boleh ada ruang bagi siapa pun yang berupaya memecah belah persatuan dan mengganggu keutuhan NKRI. Saya tekankan kepada seluruh personel Polda Bali, jadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam setiap pelaksanaan tugas,” tegas Kapolda Bali.

Pesan tersebut sekaligus menegaskan bahwa tugas menjaga persatuan bangsa tidak dapat dipisahkan dari tugas kepolisian. Di tengah perkembangan teknologi informasi dan derasnya arus komunikasi melalui media sosial, berbagai bentuk hoaks, provokasi, intoleransi, radikalisme maupun informasi yang dapat memicu perpecahan menjadi tantangan yang harus diantisipasi bersama.

Karena itu, personel Polda Bali dituntut tidak hanya memiliki kemampuan profesional dalam menjalankan tugas kepolisian, tetapi juga memiliki integritas, soliditas dan kepekaan terhadap dinamika yang berkembang di tengah masyarakat.

Polri harus hadir sebagai institusi yang memberikan rasa aman, menjaga ketertiban serta memberikan pelayanan dan penegakan hukum secara profesional, humanis dan berkeadilan.

“Hadir untuk masyarakat, jaga keamanan, tegakkan hukum secara berkeadilan, dan rawat persatuan bangsa. Jangan pernah memberikan ruang bagi intoleransi, radikalisme, provokasi maupun tindakan yang dapat mengganggu keamanan dan memecah belah persatuan masyarakat,” lanjut Kapolda Bali.

Dalam konteks Bali sebagai daerah tujuan wisata nasional dan internasional, stabilitas keamanan memiliki arti yang sangat penting. Keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi kebutuhan masyarakat, tetapi juga menjadi salah satu fondasi dalam menjaga kehidupan sosial, adat, budaya serta aktivitas perekonomian dan pariwisata Pulau Dewata.

Oleh sebab itu, Polda Bali terus mendorong penguatan sinergi dengan berbagai unsur dalam menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif.

Kapolda Bali menekankan bahwa menjaga keamanan dan persatuan bukan semata-mata tugas Kepolisian. Dibutuhkan kolaborasi dan sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, generasi muda serta seluruh komponen masyarakat.

Perbedaan suku, agama, adat, budaya maupun latar belakang sosial harus menjadi kekuatan bangsa dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika, bukan menjadi alasan untuk menciptakan perpecahan.

Semangat Pancasila harus diwujudkan melalui penghormatan terhadap perbedaan, semangat gotong royong, kepedulian sosial, ketaatan terhadap hukum serta komitmen menjaga persatuan.

Polda Bali berkomitmen untuk terus menjaga Pulau Bali agar tetap aman, damai, tertib dan kondusif. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan tugas kepolisian yang profesional, berintegritas dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 sekaligus menjadi momentum refleksi bagi seluruh jajaran Polda Bali untuk memperkuat pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara.

Nilai-nilai Pancasila diharapkan tidak berhenti pada pembacaan maupun simbol dalam sebuah upacara, tetapi benar-benar tercermin dalam setiap pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.

Di tengah berbagai tantangan yang terus berkembang, persatuan menjadi modal utama bangsa Indonesia. Keamanan tidak mungkin terwujud tanpa kebersamaan, sementara kebersamaan harus dibangun di atas penghormatan terhadap nilai-nilai Pancasila.

Persatuan adalah kekuatan bangsa. Pancasila adalah perekatnya. Menjaga NKRI adalah tanggung jawab bersama.

( dd99 )

Loading

banner 728x250
banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x250