GIANYAR – Pengungkapan dugaan peredaran narkotika di kawasan Batubulan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, membuka temuan yang lebih serius. Tak hanya paket sabu, aparat Subdit III Direktorat Reserse Narkoba Polda Bali juga menemukan sepucuk pistol jenis Makarov, 74 butir amunisi, serta uang tunai Rp150 juta dari rumah seorang pria berinisial INM (42).
Temuan senjata api dan puluhan peluru tersebut membuat penyidikan berkembang. Polisi kini tidak hanya menelusuri dugaan jaringan narkotika yang melibatkan INM, tetapi juga mendalami dari mana pistol Makarov itu diperoleh, siapa pemilik sebelumnya, hingga untuk kepentingan apa senjata beserta amunisi tersebut disimpan.
Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Ariasandy menjelaskan, pengungkapan kasus berawal dari informasi masyarakat terkait dugaan aktivitas peredaran narkotika di wilayah Batubulan. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti Tim Opsnal Subdit III Ditresnarkoba Polda Bali dengan melakukan penyelidikan.
Hasilnya, pada Jumat, 14 Agustus 2026 sekitar pukul 18.00 WITA, petugas menemukan dan mengamankan INM di sebuah garasi mobil di Jalan Batuyang, Desa Batubulan.
“Tim Opsnal Subdit III Ditresnarkoba Polda Bali bergerak melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengamankan pelaku INM,” kata Ariasandy.
Saat dilakukan penggeledahan di lokasi pertama, petugas menemukan sebuah tas selempang yang di dalamnya terdapat lima paket diduga sabu. Barang tersebut dikemas menggunakan potongan pipet plastik dengan berat keseluruhan 2,17 gram bruto atau 0,92 gram netto.
Polisi turut mengamankan dua unit telepon seluler serta sebuah tas Tough Warrior. Barang-barang tersebut kemudian dijadikan bagian dari barang bukti untuk kepentingan penyidikan dan penelusuran dugaan jaringan peredaran narkotika.
Penyelidikan tidak berhenti di garasi tersebut. Polisi kemudian bergerak menuju rumah INM yang berada di Banjar Tegehe, Desa Batubulan.
Di kamar bagian depan rumah, petugas kembali menemukan lima paket diduga sabu yang disimpan di atas rak. Lima paket tersebut memiliki berat 4,71 gram bruto atau 3,82 gram netto.
Dengan demikian, dari dua lokasi penggeledahan polisi mengamankan total 10 paket sabu dengan berat 6,94 gram bruto atau 4,74 gram netto.
Pistol Makarov dan Puluhan Peluru Jadi Temuan Mencolok
Penggeledahan rumah INM kemudian mengungkap barang bukti yang jauh lebih mencolok. Polisi menemukan sepucuk pistol jenis Makarov berwarna silver-hitam bernomor seri T 18015.
Senjata tersebut ditemukan bersama sebuah kotak berlogo Glock. Tak berhenti sampai di sana, petugas juga menemukan 74 butir amunisi.
Keberadaan senjata api berikut puluhan peluru di kediaman seseorang yang sedang diselidiki dalam perkara narkotika menjadi bagian penting yang kini didalami penyidik. Polisi harus menelusuri asal-usul senjata tersebut, status kepemilikannya, jalur perolehannya, serta kemungkinan keterkaitannya dengan aktivitas lain.
Temuan itu membuat kasus ini bukan semata-mata soal jumlah sabu yang berhasil disita. Pistol dan 74 peluru menghadirkan pertanyaan serius yang harus dijawab melalui penyidikan: dari mana senjata itu berasal dan mengapa berada di rumah INM?
Rp150 Juta Ditemukan dalam Brankas
Selain narkotika dan senjata api, polisi menemukan uang tunai sebesar Rp150 juta yang tersimpan di dalam brankas hitam merek V-TEC.
Uang tersebut diduga berkaitan dengan aktivitas peredaran narkotika dan turut diamankan sebagai barang bukti. Penyidik masih perlu menelusuri aliran dana untuk memastikan sumber uang tersebut serta kemungkinan keterkaitannya dengan transaksi narkotika.
Sejumlah barang lain yang diduga berkaitan dengan aktivitas INM turut disita. Di antaranya timbangan digital merek Krisbow, plastik klip bening, potongan pipet plastik, bong, gunting, buku catatan penjualan, serta buku rekening BCA.
Keberadaan buku catatan dan rekening bank juga berpotensi menjadi pintu masuk penyidik untuk menelusuri pola transaksi, pihak-pihak yang berhubungan dengan INM, hingga kemungkinan adanya jaringan yang lebih luas.
Nama “Mek Tembau” Muncul, Polisi Buru Pemasok
Dalam pemeriksaan awal, menurut keterangan kepolisian, INM mengaku memperoleh sabu dari seseorang yang disimpan dalam kontak WhatsApp dengan nama “Mek Tembau”.
Identitas di balik nama tersebut kini menjadi salah satu fokus penyelidikan.
Polisi masih menelusuri siapa sebenarnya “Mek Tembau”, keberadaannya, serta hubungan yang bersangkutan dengan INM. Penelusuran ini penting untuk membongkar jalur pasokan narkotika dan menentukan apakah INM bergerak sendiri atau menjadi bagian dari jaringan peredaran yang lebih besar.
Penyidik juga dapat mendalami komunikasi pada perangkat elektronik yang diamankan, transaksi keuangan, catatan penjualan, serta barang bukti lain untuk mengembangkan perkara.
Asal Pistol Makarov Ikut Didalami
Selain memburu sumber narkotika, aparat juga menghadapi pekerjaan besar lain: mengungkap asal-usul pistol Makarov dan 74 butir amunisi.
Kepemilikan senjata tersebut masih dalam penyelidikan sehingga kesimpulan mengenai asal maupun penggunaannya harus menunggu hasil pemeriksaan penyidik.
“INM beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Ditresnarkoba Polda Bali untuk menjalani proses hukum dan penyidikan lebih lanjut, termasuk mendalami asal-usul senjata api dan amunisi,” ujar Ariasandy.
Pengembangan perkara menjadi krusial karena temuan senjata api di tengah pengungkapan kasus narkotika tidak boleh berhenti sebatas penyitaan barang bukti. Jalur perolehan senjata, pihak yang menyerahkan atau menjualnya, legalitas kepemilikan, hingga kemungkinan keterhubungan dengan pihak lain perlu dibuka secara terang melalui proses penyidikan.
Demikian pula dengan uang Rp150 juta. Jika penyidik menemukan bukti bahwa dana tersebut berasal dari transaksi narkotika, penelusuran aliran uang dapat menjadi pintu untuk mengidentifikasi transaksi dan pihak lain yang diduga terhubung dengan perkara.
INM kini diamankan di Ditresnarkoba Polda Bali untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut. Dalam perkara narkotika, penyidik menerapkan Pasal 114 ayat (1) dan Pasal 609 ayat (1) sesuai ketentuan hukum yang digunakan dalam penyidikan.
Kasus Batubulan ini pun masih menyisakan dua simpul penting yang menunggu dibongkar: siapa sosok di balik kontak “Mek Tembau” yang disebut sebagai sumber sabu, dan dari mana pistol Makarov beserta 74 butir peluru itu berasal.
Jawaban atas dua pertanyaan tersebut akan menentukan seberapa jauh kasus ini berkembang—apakah berhenti pada seorang tersangka atau justru membuka jaringan narkotika dan jalur peredaran senjata yang lebih luas.
( dd99 )
Langsung ke konten







