banner 1080x250
banner 728x250

Wakapolda Hadiri Paripurna DPRD: Sinergi Jadi Kunci Jaga Pulau Dewata

Foto - Wakapolda Bali Hadiri Paripurna HUT ke-68 Provinsi Bali.

Denpasar – Peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali menjadi momentum memperkuat sinergi seluruh elemen dalam menjaga Pulau Dewata sekaligus menjawab berbagai tantangan pembangunan ke depan. Semangat itu mengemuka dalam Rapat Paripurna ke-47 DPRD Provinsi Bali Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026.

Wakapolda Bali Brigjen Pol. I Made Astawa, S.I.K., M.S.I., hadir dalam rapat paripurna yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali tersebut di Ruang Sidang Utama DPRD Provinsi Bali, Denpasar, Jumat (14/8/2026).

banner 728x250

Rapat ini tak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan. Peringatan 68 tahun perjalanan Provinsi Bali sekaligus menjadi ruang refleksi terhadap capaian pembangunan, tantangan yang masih harus diselesaikan, hingga arah pembangunan Pulau Dewata untuk generasi mendatang.

Hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Bali, Wakil Gubernur Bali, Ketua DPRD Provinsi Bali, Sekretaris Daerah Provinsi Bali, unsur Forkopimda, serta perwakilan berbagai instansi. Di antaranya Korem 163/Wira Satya, Binda Bali, Lanal Denpasar, Pengadilan Tinggi, unsur TNI-Polri, dan lembaga pemerintahan lainnya.

68 Tahun Bali, Bukan Sekadar Seremoni

Dalam prakata pembukaan rapat, Ketua DPRD Provinsi Bali menekankan bahwa Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali harus dimaknai lebih dalam dari sekadar peringatan seremonial.

Momentum tersebut menjadi kesempatan untuk mengenang sejarah panjang perjalanan Bali sekaligus memberikan penghormatan kepada para pahlawan, pendahulu, pemimpin, dan seluruh komponen masyarakat yang telah memberikan tenaga, pikiran serta pengabdiannya bagi pembangunan Bali.

Peringatan Hari Jadi Bali juga menjadi momentum evaluasi dan introspeksi terhadap perjalanan pemerintahan dan pembangunan daerah.

Bali diharapkan tetap kokoh menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan identitas, adat, budaya, tradisi serta nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi kekuatan Pulau Dewata.

“Peringatan Hari Jadi Provinsi Bali hendaknya menjadi momentum untuk menyatukan tekad dan semangat, hidup harmonis, bersatu, saling menghargai, serta mempererat kebersamaan dalam menjalankan tugas dan kewajiban,” demikian salah satu pesan yang disampaikan dalam sidang tersebut.

Pesan itu menjadi penting di tengah perkembangan Bali sebagai salah satu destinasi pariwisata dunia yang menghadapi persoalan semakin kompleks.

Pertumbuhan ekonomi dan pariwisata harus berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan, adat, budaya, keamanan serta kesejahteraan masyarakat Bali.

Gubernur Paparkan Arah Bali hingga 100 Tahun ke Depan

Dalam pidato peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali, Gubernur Bali menyampaikan rasa syukur atas perjalanan Bali sejak ditetapkan sebagai provinsi melalui Undang-Undang Nomor 64 Tahun 1958.

Penghormatan juga disampaikan kepada para Gubernur Bali terdahulu serta tokoh-tokoh yang telah mendedikasikan dirinya dalam membangun dan menjaga Bali.

Pembangunan Bali ditegaskan tetap berpijak pada visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru.

Konsep pembangunan tersebut berorientasi pada keseimbangan dan keharmonisan alam, manusia serta kebudayaan Bali.

Arah tersebut kemudian diperkuat melalui Haluan Pembangunan Bali Masa Depan 100 Tahun Bali Era Baru 2025–2125 yang berlandaskan nilai-nilai Sad Kerthi, yakni Atma Kerthi, Segara Kerthi, Danu Kerthi, Wana Kerthi, Jana Kerthi, dan Jagat Kerthi.

Untuk periode 2025–2030, pembangunan Bali diarahkan pada enam bidang prioritas. Mulai dari pelestarian adat, agama, tradisi, seni dan budaya; kesehatan dan pendidikan; transformasi perekonomian melalui Ekonomi Kerthi Bali; pembangunan infrastruktur dan transportasi; lingkungan, kehutanan dan energi; hingga pengembangan Bali Pulau Digital dan Keamanan Bali melalui SIPANDU BERADAT.

Sampah, Kemacetan hingga Wisatawan Asing Jadi Tantangan

Di balik perkembangan Bali sebagai destinasi internasional, sejumlah persoalan strategis masih menjadi pekerjaan besar yang membutuhkan penanganan lintas sektor.

Permasalahan sampah, kemacetan, alih fungsi lahan, kerusakan ekosistem, ketimpangan pembangunan antarwilayah, transportasi hingga penataan akomodasi pariwisata menjadi bagian dari tantangan tersebut.

Persoalan lain yang mendapat perhatian adalah aktivitas wisatawan asing yang melanggar ketentuan maupun tidak menghormati norma dan aturan yang berlaku di Bali.

Penyelesaian berbagai persoalan tersebut tidak dapat dibebankan hanya kepada satu institusi.

Kolaborasi Pemerintah Provinsi Bali bersama pemerintah kabupaten/kota, TNI, Polri, Imigrasi, Desa Adat dan seluruh pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan, ketertiban, kenyamanan serta keberlanjutan Bali.

Kehadiran Wakapolda Perkuat Sinergi Keamanan dan Pembangunan

Kehadiran Wakapolda Bali Brigjen Pol. I Made Astawa dalam Rapat Paripurna ke-47 DPRD Provinsi Bali tersebut sekaligus mencerminkan komitmen Polda Bali untuk terus membangun sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh unsur masyarakat.

Keamanan menjadi salah satu fondasi penting bagi pembangunan Bali.

Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif akan memberikan ruang bagi aktivitas ekonomi, investasi, kehidupan sosial budaya hingga sektor pariwisata untuk tumbuh secara berkelanjutan.

Karena itu, kerja sama antara Polda Bali, Pemerintah Provinsi Bali, DPRD, TNI, Forkopimda, Desa Adat dan masyarakat menjadi semakin strategis menghadapi perkembangan Bali ke depan.

Polda Bali juga mendukung berbagai langkah strategis untuk mempertahankan Bali sebagai daerah yang aman dan nyaman.

Salah satunya melalui penguatan sistem keamanan berbasis kearifan lokal melalui SIPANDU BERADAT yang melibatkan aparat keamanan bersama unsur masyarakat dan Desa Adat.

Sinergi juga diperlukan dalam menghadapi persoalan narkotika, kriminalitas, gangguan keamanan, serta pengawasan terhadap berbagai aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban masyarakat.

Termasuk pengawasan terhadap wisatawan asing agar keberadaan mereka tetap menghormati hukum, adat, budaya serta norma yang berlaku di Pulau Dewata.

Bali Harus Maju Tanpa Kehilangan Jati Diri

Memasuki usia 68 tahun, tantangan Bali tidak lagi hanya berbicara mengenai bagaimana meningkatkan pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi.

Tantangan yang tak kalah penting adalah bagaimana Bali dapat berkembang tanpa kehilangan jati dirinya.

Adat, tradisi, budaya, spiritualitas, lingkungan serta kearifan lokal menjadi modal utama yang membedakan Bali dari daerah maupun destinasi lain di dunia.

Karena itu, pembangunan diharapkan tidak hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga memastikan warisan tersebut tetap hidup dan dapat diteruskan kepada generasi mendatang.

Di sisi lain, perkembangan teknologi, arus investasi, urbanisasi dan pertumbuhan pariwisata membutuhkan tata kelola yang semakin kuat.

Keamanan dan ketertiban pun menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari arah pembangunan tersebut.

Bali yang aman memberikan kepastian bagi masyarakat untuk beraktivitas, memberikan kenyamanan bagi wisatawan, serta menciptakan iklim positif bagi dunia usaha dan investasi.

Namun keamanan Bali juga membutuhkan keterlibatan masyarakat. Pemerintah, aparat keamanan, Desa Adat, pelaku pariwisata hingga masyarakat memiliki tanggung jawab bersama menjaga Pulau Dewata.

Dari Warisan Masa Lalu Menuju Bali 100 Tahun

Rapat Paripurna ke-47 DPRD Provinsi Bali kemudian ditutup Ketua DPRD Provinsi Bali dengan menyampaikan apresiasi kepada seluruh undangan yang mengikuti rangkaian kegiatan.

Peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali pada akhirnya menjadi lebih dari sekadar penanda bertambahnya usia sebuah provinsi.

Momentum ini menjadi pengingat perjalanan panjang Bali sekaligus titik untuk melihat jauh ke depan.

Warisan para pendahulu harus dijaga, tantangan hari ini harus diselesaikan, sementara pembangunan masa depan harus dipersiapkan dengan visi yang matang.

Di tengah perubahan global yang semakin cepat, Bali dituntut mampu menjaga keseimbangan antara kemajuan dan kelestarian, antara investasi dan kepentingan masyarakat, serta antara pariwisata modern dan kekuatan adat serta budaya lokal.

Semangat kebersamaan pemerintah daerah, DPRD, TNI-Polri, Desa Adat dan seluruh masyarakat menjadi modal penting menghadapi tantangan tersebut.

Enam puluh delapan tahun Bali menjadi momentum memperkuat satu tekad: menjaga warisan masa lalu, menyelesaikan persoalan hari ini, dan membangun masa depan Pulau Dewata yang aman, maju, sejahtera, berbudaya serta berkelanjutan bagi generasi mendatang.

( dd99 )

Loading

banner 728x250
banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x250