banner 1080x250
banner 728x250
Daerah  

“Wastra Hitakara” Dimulai di Badung, Dekranasda Bali Perkuat Promosi Wastra dan Industri Kreatif Berbasis Budaya

Foto - Ny. Putri Koster Buka “Wastra Hitakara” di Badung.

Badung – dipercaya menjadi daerah pertama penyelenggaraan Dekranasda Bali Fashion Roadshow “Wastra Hitakara” Goes to Badung, sebuah program yang diinisiasi Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali untuk memperkuat promosi wastra tradisional sekaligus mengembangkan industri kreatif berbasis budaya lokal. Kegiatan yang berlangsung di Lobby Utama Balai Budaya Giri Nata Mandala, Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, Kamis (23/7), menjadi wadah kolaborasi antara desainer muda, perajin kain tradisional, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta berbagai pelaku industri kreatif di Bali.

Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, menyampaikan apresiasi kepada Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, atas penyelenggaraan roadshow yang menjadikan Badung sebagai tuan rumah perdana. Menurutnya, kepercayaan tersebut merupakan sebuah kehormatan sekaligus motivasi bagi Pemerintah Kabupaten Badung untuk terus memperkuat sektor ekonomi kreatif yang berbasis pada kekayaan budaya daerah.

banner 728x250

Ia menilai kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi ajang peragaan busana, tetapi juga sarana strategis untuk memperkenalkan keindahan dan nilai budaya wastra Bali kepada masyarakat yang lebih luas. Selain itu, fashion roadshow ini diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi secara langsung kepada para pelaku industri kecil dan menengah, mulai dari perajin kain, penjahit, desainer, hingga model lokal yang terlibat dalam penyelenggaraannya.

“Program ini diharapkan mampu memperluas ruang promosi bagi para perajin, desainer, hingga pelaku IKM, sekaligus meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap produk wastra Bali. Industri fesyen berbasis wastra tradisional merupakan salah satu sektor strategis yang perlu terus didorong untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Bupati Adi Arnawa.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Kabupaten Badung, Ny. Rasniathi Adi Arnawa, menyatakan kesiapan pihaknya untuk mengembangkan kegiatan serupa dalam skala yang lebih besar sebagai agenda rutin daerah. Menurutnya, fashion show berbasis wastra akan menjadi salah satu media promosi yang efektif untuk memperkenalkan kain endek, tenun ikat, serta berbagai produk fesyen unggulan Badung kepada pasar yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Ia berharap semakin banyak ruang promosi yang tersedia akan semakin membuka peluang bagi para desainer lokal untuk menampilkan karya terbaiknya. Dengan demikian, industri kreatif Badung dapat berkembang lebih pesat dan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan perekonomian masyarakat, khususnya bagi para pelaku UMKM dan industri fesyen berbasis budaya.

Di sisi lain, Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, menjelaskan bahwa “Wastra Hitakara” dirancang sebagai roadshow yang akan digelar secara bergilir di seluruh kabupaten/kota di Bali. Konsep ini bertujuan agar kesempatan promosi tidak hanya terpusat di satu wilayah, melainkan dapat dirasakan secara merata oleh para perajin dan desainer di seluruh Bali. Selain menjadi ajang apresiasi terhadap karya anak bangsa, roadshow ini juga mengusung konsep business to business (B2B) yang membuka peluang terjadinya transaksi langsung antara masyarakat, pelaku usaha, dan para desainer lokal.

Pada penyelenggaraan perdana di Badung, panggung fashion roadshow menampilkan karya tujuh desainer Bali, yakni Basudewa, Shoppiss, Krins Studio, Taksu Design, Body & Mind, De’Luxe, serta koleksi busana adat pengantin karya Turah Mayun. Tiga di antaranya merupakan desainer asal Kabupaten Badung yang menampilkan kreativitas dalam mengolah kain tradisional Bali menjadi busana modern tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya.

Kegiatan ini juga dihadiri jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Badung, Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Badung Ny. Yunita Alit Sucipta, serta organisasi kewanitaan dari tingkat Provinsi Bali dan Kabupaten Badung. Kehadiran berbagai unsur pemerintah, organisasi perempuan, serta pelaku industri kreatif menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga, melestarikan, sekaligus mengembangkan wastra Bali sebagai identitas budaya yang memiliki nilai ekonomi tinggi serta mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

( NDR )

 

Loading

banner 728x250
banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x250