banner 1080x250
banner 728x250

Dipercaya Pimpin Penurunan Merah Putih di Istana, Kombes Jerrold Kumontoy Bawa Nama Polri ke Panggung Nasional

Foto - Kombes Pol Jerrold Kumontoy, Amanah Polri Pimpin Penurunan Merah Putih di Istana Negara.

JAKARTA – Sebuah kehormatan besar sekaligus amanah negara dipercayakan kepada Kombes Pol. Jerrold Hendra Yosef Kumontoy, S.I.K., M.Si. Perwira menengah Polri yang merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) Angkatan 2003 Tantya Sudhirajati itu mendapat kepercayaan mewakili Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai Komandan Upacara Penurunan Bendera Merah Putih dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Negara.

Tugas tersebut bukan sekadar tampil dalam sebuah seremoni kenegaraan. Menjadi komandan upacara di Istana Negara merupakan tanggung jawab besar karena seluruh rangkaian berlangsung dalam momentum sakral peringatan kemerdekaan dan menjadi perhatian masyarakat Indonesia.

banner 728x250

Bagi Kombes Jerrold, kepercayaan itu sekaligus menjadi kesempatan membawa nama Polri, khususnya jajaran kepolisian di Kalimantan Timur, ke panggung nasional. Saat ini, Kombes Jerrold mengemban amanah sebagai Kapolresta Balikpapan.

Di balik penampilannya memimpin jalannya upacara, terdapat perjalanan panjang yang harus dilalui. Kesempatan berdiri sebagai komandan upacara kenegaraan tidak diperoleh secara instan. Ia harus mengikuti rangkaian seleksi dan persiapan bersama sejumlah perwira terbaik lainnya.

Proses tersebut menuntut kesiapan secara menyeluruh. Latihan terpusat dijalani untuk mematangkan setiap aspek yang diperlukan, mulai dari kedisiplinan, ketahanan fisik, konsentrasi, kemampuan baris-berbaris, ketegasan memberikan aba-aba hingga kemampuan memimpin jalannya upacara.

Setiap gerakan harus dilakukan dengan presisi. Setiap aba-aba harus terdengar tegas dan tepat. Konsentrasi juga harus tetap terjaga sejak awal hingga berakhirnya rangkaian upacara.

Tanggung jawab itu semakin besar karena Upacara Penurunan Bendera Merah Putih merupakan salah satu bagian penting dari rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kepercayaan kepada Kombes Jerrold sekaligus mencerminkan tanggung jawab seorang perwira Polri yang tidak hanya dituntut profesional dalam menjalankan tugas kepolisian sehari-hari, tetapi juga siap ketika negara memberikan amanah dalam kegiatan kenegaraan.

Dari Balikpapan Menuju Istana Negara

Sebagai Kapolresta Balikpapan, keseharian Kombes Jerrold tidak terlepas dari tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta memimpin jajaran kepolisian di salah satu kota strategis di Kalimantan Timur.

Namun, pada momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, tanggung jawab berbeda menantinya. Ia harus meninggalkan sejenak rutinitas tersebut untuk menjalani persiapan intensif sebagai calon komandan upacara.

Seleksi dan latihan menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh rangkaian dapat berjalan sesuai standar protokoler kenegaraan. Tidak hanya kemampuan fisik yang diuji, tetapi juga ketenangan, ketegasan, mental, serta kemampuan mengambil kendali di lapangan.

Dalam sebuah upacara kenegaraan, komandan upacara memiliki posisi sentral. Ia bertanggung jawab mengendalikan pasukan dan memastikan setiap tahapan berjalan tertib, disiplin, dan sesuai susunan acara.

Karena itulah, kepercayaan yang diberikan kepada Kombes Jerrold memiliki makna tersendiri. Di pundaknya bukan hanya melekat nama pribadi, tetapi juga institusi Polri dan daerah tempatnya mengemban tugas.

Kerja Keras dan Dukungan Keluarga

Di balik amanah besar tersebut terdapat proses yang tidak terlihat oleh publik. Latihan, disiplin waktu, kesiapan fisik dan mental menjadi bagian dari perjalanan menuju Istana Negara.

Dukungan keluarga juga menjadi kekuatan tersendiri. Doa dan semangat dari orang-orang terdekat turut mengiringi langkahnya dalam mempersiapkan diri untuk menjalankan tugas negara tersebut.

Bagi seorang perwira, penugasan semacam ini menjadi pengalaman sekaligus kehormatan yang tidak datang setiap saat. Terlebih, upacara peringatan kemerdekaan memiliki nilai historis dan emosional yang kuat bagi bangsa Indonesia.

Momentum penurunan Sang Merah Putih bukan hanya rangkaian protokoler, melainkan simbol penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan Indonesia.

Karena itu, setiap personel yang terlibat membawa tanggung jawab untuk menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya.

Membawa Nama Polri dan Kalimantan Timur

Terpilihnya Kombes Jerrold menjadi kebanggaan tersendiri bagi institusi Polri dan jajaran kepolisian di Kalimantan Timur. Dari tugasnya sebagai Kapolresta Balikpapan, ia dipercaya mengambil peran dalam salah satu momentum nasional yang disaksikan masyarakat dari berbagai penjuru Tanah Air.

Kepercayaan tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa profesionalisme, disiplin dan kesiapan merupakan bagian penting dalam perjalanan pengabdian seorang anggota Polri.

Tidak ada tugas besar yang lahir tanpa proses. Di balik beberapa saat ketika seorang komandan berdiri tegap di tengah lapangan upacara, terdapat latihan panjang, koreksi berulang, pengorbanan waktu, kesiapan fisik dan mental, serta tekad untuk memberikan yang terbaik.

Bagi Kombes Pol. Jerrold Hendra Yosef Kumontoy, amanah di Istana Negara menjadi bagian penting dalam perjalanan pengabdiannya.

Dari Akpol Angkatan 2003, perjalanan karier di tubuh Polri hingga memimpin Polresta Balikpapan, kini salah satu catatan penting kembali terukir: membawa nama Polri dan Kalimantan Timur, berdiri di Istana Negara, serta memimpin Upacara Penurunan Bendera Merah Putih pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Sebuah amanah yang menuntut ketegasan, ketenangan dan profesionalisme, sekaligus menjadi kehormatan untuk mengabdi kepada Merah Putih dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

( dd99 )

Loading

banner 728x250
banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x250