Mangupura – Suasana hiburan malam di kawasan wisata Canggu mendadak berubah mencekam setelah terjadi dugaan penembakan di The Shady Pig, Jalan Pantai Berawa No. 168, Canggu, Kuta Utara, Kabupaten Badung, pada Jumat (17/7/2026) sekitar pukul 02.50 WITA. Insiden yang diduga melibatkan penggunaan senjata api itu mengakibatkan dua orang mengalami luka tembak dan kini masih menjalani perawatan medis, sementara aparat kepolisian bergerak cepat melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap pelaku dan motif kejadian.
Begitu menerima laporan, Kapolres Badung AKBP Joseph Edward Purba turun langsung memimpin olah tempat kejadian perkara (TKP). Ia didampingi Kasatreskrim AKP Azarul Ahmad, Kapolsek Kuta Utara Kompol I Ketut Sukadana, tim Identifikasi, serta personel Satreskrim Polres Badung dan Polsek Kuta Utara.
Di lokasi kejadian, polisi memasang garis polisi, melakukan identifikasi secara menyeluruh, memeriksa sejumlah saksi, mengamankan barang bukti, serta menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) yang dipasang di sejumlah titik guna mengidentifikasi pelaku maupun kronologi lengkap peristiwa. Penyidik juga mengajukan permohonan visum terhadap kedua korban sebagai bagian dari pembuktian ilmiah dalam proses penyidikan.
Dari hasil olah TKP sementara, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti penting berupa pakaian korban yang berlumuran darah, sepasang sepatu, kaus kaki, kain, serta satu proyektil berwarna kuning tembaga yang diduga berasal dari senjata api yang digunakan dalam kejadian tersebut. Seluruh barang bukti kini telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan laboratorium forensik.
Korban pertama diketahui berinisial I.M.Y.M., seorang petugas keamanan (security) The Shady Pig. Ia mengalami luka tembak pada paha kiri dengan proyektil menembus hingga bagian belakang kaki. Korban kedua adalah seorang warga negara asing berinisial E.A., yang mengalami luka tembak di bagian atas lutut kiri dan saat ini masih mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit di Denpasar.
Berdasarkan keterangan sementara para saksi, insiden bermula dari keributan yang terjadi di area dekat DJ Booth. Di tengah situasi yang memanas, terdengar satu kali suara letusan yang membuat para pengunjung panik dan berhamburan keluar dari lokasi hiburan malam tersebut.
Salah seorang saksi menerangkan bahwa petugas keamanan I.M.Y.M. sempat berupaya melerai pertikaian yang terjadi antara korban E.A. dengan seorang pria yang diduga sebagai pelaku. Saat berusaha menjadi penengah dengan berdiri di depan E.A., korban I.M.Y.M. justru terkena tembakan. Proyektil diduga menembus tubuh korban pertama sebelum akhirnya mengenai E.A. yang berada tepat di belakangnya.
Hingga kini, identitas pelaku maupun motif pasti di balik dugaan penembakan tersebut masih dalam pendalaman penyidik. Polisi juga terus mengumpulkan alat bukti tambahan, termasuk keterangan saksi-saksi dan hasil analisis rekaman CCTV untuk memastikan rangkaian peristiwa secara utuh.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius aparat kepolisian mengingat terjadi di kawasan wisata internasional yang dikenal ramai dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara. Kepolisian memastikan proses penyelidikan akan dilakukan secara profesional, menyeluruh, dan berbasis alat bukti guna mengungkap pelaku serta mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat yang mengetahui atau memiliki informasi terkait kejadian tersebut agar segera melapor kepada penyidik guna membantu percepatan pengungkapan kasus. Sementara itu, polisi menegaskan bahwa seluruh informasi mengenai motif maupun pelaku masih menunggu hasil penyidikan sehingga masyarakat diminta tidak berspekulasi hingga penyelidikan selesai.
( dd99 )
Langsung ke konten







