banner 1080x250
banner 728x250
BUDAYA  

Gubernur Koster Doakan Kerahayuan Jagat Bali di Karya Ngusaba Kadasa Pura Ulun Danu Batur

Bangli – Gubernur Bali, Wayan Koster, memanjatkan doa untuk kerahayuan jagat Bali saat menghadiri dan melaksanakan persembahyangan dalam rangka Karya Ngusaba Kadasa di Pura Ulun Danu Batur, Kabupaten Bangli, pada Kamis, 2 April 2026, bertepatan dengan Wraspati Wage, Watugunung.

Kehadiran Gubernur Bali yang juga dikenal sebagai Murdaning Jagat Bali tersebut menjadi bagian dari wujud bhakti dan komitmen pemerintah dalam menjaga nilai-nilai spiritual, adat, budaya, serta keharmonisan alam Bali yang berlandaskan filosofi Tri Hita Karana.

banner 728x250

Dalam suasana yang penuh khidmat dan sakral, persembahyangan berlangsung dengan lancar, diiringi doa-doa suci yang dipanjatkan demi keselamatan, kesejahteraan, dan keharmonisan seluruh masyarakat Bali. Gubernur Wayan Koster memohon agar Ida Sang Hyang Widhi Wasa senantiasa melimpahkan kerahayuan, kedamaian, serta perlindungan bagi jagat Bali dari segala bentuk marabahaya dan gangguan.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Koster didampingi langsung oleh Pengemong Pura Ulun Danu Batur, Jero Gede Batur, bersama Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta, Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar, Pangelingsir Puri Agung Ubud Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, serta Komjen Pol. Putu Jayan Danu Putra. Kehadiran para tokoh ini semakin menambah kekhidmatan rangkaian karya yang menjadi salah satu upacara besar dan sakral bagi umat Hindu di Bali.

Usai melaksanakan persembahyangan, Gubernur Wayan Koster menyempatkan diri untuk berbaur bersama masyarakat dan para pemedek yang hadir dari berbagai wilayah di Bali. Kebersamaan tersebut terlihat saat beliau menyaksikan secara langsung pementasan Tari Wewalian yang berlangsung di Madya Mandala Pura Ulun Danu Batur.

Berbagai tari sakral dan tradisional ditampilkan dalam rangkaian karya tersebut, di antaranya Tari Rejang Dahabunga, Tari Batur, Tari Rejang Pemedak, Tari Baris Tumbak, Tari Rejang Desa Tejakula, Tari Baris Teruna, Tari Baris Jojor, Tari Baris Blongsong, Tari Bajra, Tari Presi, Tari Dadap, hingga Tari Rejang Dee. Penampilan tarian-tarian ini menjadi simbol persembahan suci sekaligus warisan budaya luhur yang terus dijaga keberlangsungannya oleh masyarakat adat Bali.

Momentum Karya Ngusaba Kadasa ini juga menjadi pengingat pentingnya menjaga kesucian pura, melestarikan tradisi leluhur, serta memperkuat persatuan masyarakat Bali dalam semangat gotong royong dan kebersamaan.

Gubernur Koster berharap melalui karya suci ini, Bali senantiasa dianugerahi kedamaian, kemakmuran, serta keseimbangan antara manusia, alam, dan spiritualitas, sehingga kerahayuan jagat Bali dapat terus terjaga untuk generasi sekarang maupun mendatang.

( dd99 )

Loading

banner 728x250
banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x250