banner 1080x250
banner 728x250
BUDAYA  

Letjen TNI (Purn.) I Nyoman Cantiasa Hadiri Peluncuran Buku di Bangli, Sampaikan Filosofi “Tungku Tiga Batu” untuk Bali

Bangli – Kehadiran sosok jenderal ternama di tengah suasana peluncuran buku di Kabupaten Bangli, Minggu (5/4), sontak menyita perhatian seluruh hadirin. Sosok bersahaja yang dikenal murah senyum itu adalah , yang hadir dalam acara peluncuran buku “GerBANGLIterasi Surya Candra”. Begitu tiba di lokasi, para tamu undangan tampak bergegas menyambut dan mendekat, ingin bersalaman sekaligus menyapa jenderal kebanggaan Bali tersebut, Minggu (05/04/2026).

Kehadiran Letjen TNI (Purn.) I Nyoman Cantiasa memberikan nuansa istimewa pada kegiatan literasi yang digelar di Bangli. Figur yang lahir pada 26 Juni 1967 di Bubunan, Seririt, Buleleng ini dikenal sebagai salah satu putra terbaik Bali yang menorehkan karier cemerlang di tubuh . Sosoknya yang ramah, sederhana, dan penuh wibawa membuat para hadirin merasa dekat, sekaligus bangga atas kehadirannya.

banner 728x250

Dalam perjalanan karier militernya, Cantiasa merupakan lulusan terbaik tahun 1990. Tidak hanya itu, ia juga meraih predikat sebagai siswa dengan karya tulis terbaik pada Dikreg 41 tahun 2014. Prestasi tersebut menjadi bukti kapasitas intelektual dan kepemimpinannya yang telah teruji sejak awal pengabdian.

Kariernya di dunia militer terbilang sangat gemilang, terutama di satuan elite . Ia pernah dipercaya memegang sejumlah jabatan strategis, mulai dari Dantim Detasemen 81 Kopassus, Dantim Intel Grup 3 Sandhi Yudha, hingga Danyon 811 Satuan 81 Kopassus. Kiprahnya terus menanjak dengan menjabat Dandenma Kopassus, Waasintel Danjen Kopassus, Komandan Satuan 81 Kopassus pada 2010, serta Danmentar Akmil pada 2015.

Tidak hanya bersinar di satuan tempur, kariernya di wilayah teritorial pun sangat menonjol. Cantiasa pernah menjabat Danrem 163/Wirasatya, Danrem 173/Praja Vira Braja, kemudian dipercaya sebagai Kasdam XVII/Cenderawasih. Namanya semakin dikenal luas ketika menjabat Danjen Kopassus pada 2019, Pangdam XVIII/Kasuari, hingga Pangkogabwilhan III pada 2022.

Selepas pengabdian aktif di kesatuan, kiprahnya terus berlanjut di posisi strategis nasional. Ia sempat dipercaya sebagai Koordinator Staf Ahli Kepala Staf Angkatan Darat, dan jabatan terakhirnya sebagai jenderal bintang tiga adalah Wakil Kepala .

Dalam kesempatan peluncuran buku “GerBANGLIterasi Surya Candra”, Cantiasa turut menyampaikan pesan penuh makna yang menyentuh hati para hadirin. Dalam sekapur sirihnya, ia menggambarkan Bali dengan filosofi yang sangat kuat.

“Bali ini ibarat satu tungku dengan tiga batu.”

Ungkapan tersebut kemudian ia jelaskan sebagai simbol kekuatan utama yang menjaga Bali tetap kokoh dan harmonis. Tiga batu penyangga itu adalah adat, agama, dan pemerintah. Menurutnya, adat merupakan roh sekaligus identitas Bali yang harus terus dijaga, agama menjadi tuntunan spiritual masyarakat, sementara pemerintah hadir sebagai payung regulasi dan kebijakan yang berpihak kepada rakyat.

Pesan tersebut disambut antusias oleh seluruh hadirin karena dinilai sangat relevan dengan kondisi Bali saat ini. Filosofi “tungku tiga batu” menjadi pengingat bahwa kemajuan Bali harus tetap berpijak pada akar budaya, nilai spiritual, dan tata kelola pemerintahan yang kuat.

Peluncuran buku ini pun menjadi lebih berkesan dengan hadirnya tokoh nasional asal Bali yang tidak hanya membawa wibawa, tetapi juga menyampaikan pesan kebangsaan dan kebudayaan yang mendalam bagi masyarakat Bangli dan Bali secara keseluruhan.

( dd99 )

Loading

banner 728x250
banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x250