Kuta – Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Badung, Nyonya Yunita Alit Sucipta, secara resmi membuka Pelatihan Garnish dan Fruit Carving yang diikuti oleh 50 ibu rumah tangga di Wantilan Palghuna Pura Kedonganan, Desa Adat Kedonganan, Kecamatan Kuta, Sabtu (18/7). Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan keterampilan perempuan dalam mempercantik penyajian makanan sekaligus mendukung penguatan sektor kuliner dan pariwisata di Kabupaten Badung.
Pelatihan tersebut menghadirkan narasumber Eny Kojiro yang memberikan materi sekaligus praktik langsung mengenai teknik menghias makanan (garnish) dan seni mengukir buah (fruit carving). Melalui pelatihan ini, para peserta dibekali kemampuan untuk meningkatkan nilai estetika sajian sehingga lebih menarik dan memiliki nilai tambah, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun usaha kuliner.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Kecamatan Kuta Ni Luh Yuliadewi, Sekretaris GOW Kabupaten Badung Made Yayun Narentri, Bendesa Adat Kedonganan I Wayan Sutarja, Lurah Kedonganan Putu Ary Wimbardi, jajaran Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI), anggota Tim Penggerak PKK Kedonganan, serta para undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Ketua GOW Kabupaten Badung Nyonya Yunita Alit Sucipta menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini sangat relevan karena Desa Kedonganan merupakan salah satu destinasi wisata kuliner yang telah dikenal luas, sehingga peningkatan keterampilan masyarakat, khususnya kaum perempuan, menjadi bagian penting dalam mendukung kualitas pelayanan di sektor pariwisata.
Ia menilai ibu-ibu PKK memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penguasaan berbagai keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun dikembangkan menjadi peluang usaha yang mampu menambah pendapatan keluarga.
“Kedonganan merupakan salah satu kawasan pariwisata yang terkenal dengan wisata kulinernya. Karena itu, ilmu yang diperoleh melalui pelatihan ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan keterampilan dalam mengolah dan menyajikan berbagai jenis makanan. Semoga keterampilan ini dapat diterapkan di lingkungan keluarga, masyarakat, bahkan menjadi peluang usaha yang mampu meningkatkan kesejahteraan,” ujar Yunita Alit Sucipta.
Ia juga berharap pelatihan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari pemberdayaan perempuan di Kabupaten Badung. Menurutnya, perempuan yang memiliki keterampilan, kreativitas, dan kemandirian akan mampu memberikan kontribusi besar bagi pembangunan keluarga maupun daerah.
Sementara itu, Bendesa Adat Kedonganan I Wayan Sutarja menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Ketua GOW Kabupaten Badung beserta jajaran yang telah memberikan kesempatan kepada masyarakat Kedonganan untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru melalui pelatihan tersebut.
Menurutnya, sebagian besar masyarakat Kedonganan menggantungkan kehidupan pada sektor pariwisata, sehingga peningkatan kemampuan dalam bidang kuliner menjadi bekal yang sangat penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada wisatawan.
Selain itu, Bendesa Adat Kedonganan juga menegaskan komitmen masyarakat untuk terus mendukung berbagai program Pemerintah Kabupaten Badung, termasuk penguatan program pemilahan dan pengolahan sampah berbasis sumber sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan lingkungan dan keberlanjutan kawasan pariwisata.
Pelatihan berlangsung dengan penuh antusiasme. Para peserta mengikuti setiap sesi teori maupun praktik secara aktif, mulai dari teknik dasar menghias hidangan hingga seni mengukir buah menjadi berbagai bentuk yang menarik dan bernilai estetika tinggi.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Badung bersama GOW Kabupaten Badung terus mendorong peningkatan kapasitas perempuan agar semakin produktif, kreatif, dan mampu berkontribusi dalam mendukung kemajuan sektor pariwisata, ekonomi keluarga, serta pembangunan daerah secara berkelanjutan.
( K.I )
Langsung ke konten







