banner 1080x250
banner 728x250

Setoran Berujung Petaka, Sopir Truk di Karangasem Diduga Dibakar Hidup-hidup

Foto - Pelaku di amankan Polisi Usai Sopir Truk Diduga Dibakar karena Persoalan Setor.

KARANGASEM – Persoalan uang setoran truk diduga berubah menjadi aksi kekerasan serius di Desa Muncan, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem. Seorang sopir truk berinisial GS alias Gede Selamet (21) mengalami luka bakar sekitar 40 persen setelah diduga dibakar oleh bosnya sendiri, Jumat (18/9/2026).

Peristiwa ini menjadi perhatian karena dugaan kekerasan tersebut disebut terjadi ketika korban sedang sakit dan beristirahat di kamar rumahnya. Perselisihan mengenai setoran yang seharusnya dapat diselesaikan tanpa kekerasan justru diduga berujung pada tindakan yang membahayakan nyawa.

banner 728x250

Korban kini harus menjalani penanganan medis lebih lanjut di RS Prof. Ngoerah (Sanglah), Denpasar, sementara terduga pelaku telah diamankan kepolisian.

Korban Sedang Sakit, Bos Datang Menanyakan Setoran

Berdasarkan informasi yang dihimpun, GS diketahui sudah sekitar dua hari tidak bekerja karena kondisi kesehatannya sedang kurang baik. Korban berada di rumah dan beristirahat di kamar.

Pada Jumat siang, terduga pelaku yang disebut merupakan bos korban datang ke rumah tersebut. Kedatangannya diduga berkaitan dengan uang setoran truk yang belum diserahkan korban selama beberapa hari.

Terduga pelaku kemudian menemui GS di dalam kamar. Pertemuan tersebut diduga berubah menjadi cekcok setelah keduanya membicarakan persoalan setoran.

Korban disebut hanya mampu menyerahkan sebagian uang dari jumlah yang dipersoalkan. Namun, jumlah tersebut diduga tidak diterima oleh terduga pelaku. Uang yang diserahkan korban disebut dilempar ke lantai.

Situasi kemudian semakin memanas.

Menurut informasi awal yang diperoleh, terduga pelaku diduga telah membawa pertalite. Bahan bakar tersebut kemudian diduga digunakan dalam aksi pembakaran terhadap korban.

Api menyambar tubuh GS dan turut membakar bagian kamar berukuran sekitar 3 x 4 meter yang ditempati korban.

Tubuh Terbakar, Korban Berlari Keluar Mencari Pertolongan

Dalam kondisi mengalami luka bakar, GS disebut masih mampu berlari keluar dari kamar untuk mencari pertolongan.

Seorang warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung berteriak meminta bantuan. Warga sekitar kemudian berdatangan dan memberikan pertolongan kepada korban.

GS selanjutnya dibawa menuju Puskesmas Selat untuk mendapatkan penanganan awal. Karena luka bakar yang dialaminya cukup serius, korban kemudian dirujuk ke RS Prof. Ngoerah untuk mendapatkan perawatan medis lebih intensif.

Kepolisian menyebut korban mengalami luka bakar sekitar 40 persen.

Peristiwa yang diduga bermula dari persoalan setoran tersebut kini tidak lagi sekadar menjadi persoalan hubungan kerja antara sopir dengan pemilik atau bos truk. Dugaan penggunaan bahan bakar untuk membakar korban membuat perkara tersebut masuk ke ranah hukum dan memerlukan penyidikan menyeluruh untuk memastikan rangkaian kejadian, motif, serta pertanggungjawaban pihak yang terlibat.

Kapolres Karangasem: Pelaku Sudah Diamankan

Kapolres Karangasem AKBP I Made Santika membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurut keterangan Kapolres, terduga pelaku telah diamankan oleh kepolisian.

“Pelaku sudah diamankan, pelaku adalah bos korban. Menurut keterangan yang diperoleh korban ini sudah 15 hari belum nyetor, selain itu ada riwayat meminjam uang juga, kemungkinan bosnya emosi, cekcok hingga akhirnya terjadi pembakaran,” ujar AKBP I Made Santika.

Keterangan tersebut memberikan gambaran awal mengenai dugaan latar belakang perselisihan. Namun, motif dan kronologi lengkap tetap harus didasarkan pada hasil penyidikan kepolisian, pemeriksaan saksi, barang bukti, serta keterangan pihak-pihak terkait.

Terlepas dari adanya persoalan setoran ataupun pinjaman uang, dugaan tindakan kekerasan terhadap seseorang tetap merupakan perkara yang harus diproses berdasarkan hukum.

Botol Bekas Wadah Pertalite Diamankan

Polisi bergerak melakukan penyelidikan dan mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian.

Salah satu barang yang diamankan adalah botol bekas wadah pertalite yang diduga berkaitan dengan pembakaran tersebut.

Keberadaan barang bukti itu akan menjadi bagian penting dalam mengungkap bagaimana peristiwa terjadi. Penyidik juga masih mendalami keterangan para saksi yang mengetahui atau berada di sekitar lokasi saat kejadian.

Tidak berhenti sampai di sana, kepolisian disebut turut menelusuri lokasi pembelian pertalite yang diduga digunakan dalam insiden tersebut. Penelusuran ini penting untuk memperjelas rangkaian peristiwa sebelum pembakaran terjadi.

Penyidik perlu memastikan apakah bahan bakar tersebut memang sengaja dibawa sebelum pertemuan dengan korban, dari mana diperoleh, serta bagaimana penggunaannya ketika kejadian berlangsung. Fakta-fakta tersebut nantinya dapat menjadi bagian penting dalam konstruksi perkara.

Persoalan Setoran Tak Boleh Berubah Menjadi Kekerasan

Kasus di Muncan ini menjadi pengingat keras bahwa sengketa pekerjaan maupun persoalan utang-piutang tidak dapat diselesaikan dengan kekerasan.

Apabila terdapat setoran yang belum dibayarkan, utang, ataupun kewajiban lain yang dianggap belum diselesaikan, tersedia mekanisme penyelesaian melalui komunikasi, perjanjian, gugatan keperdataan, maupun proses hukum sesuai karakter persoalannya.

Kekerasan bukan instrumen penagihan.

Terlebih apabila penyidikan nantinya membuktikan bahwa korban benar-benar dibakar menggunakan bahan bakar, aparat penegak hukum perlu mengungkap perkara tersebut secara terang: mulai dari motif, persiapan sebelum kejadian, alat yang digunakan, hingga tindakan terduga pelaku pada saat dan setelah insiden.

Status hukum dan pasal yang diterapkan terhadap terduga pelaku sebaiknya menunggu konstruksi resmi penyidik berdasarkan alat bukti dan hasil pemeriksaan.

Korban Berjuang Pulih, Polisi Dalami Kasus

Kini perhatian utama tertuju pada kondisi GS. Di usia baru 21 tahun, sopir truk asal Muncan tersebut harus menjalani perawatan akibat luka bakar yang disebut mencapai sekitar 40 persen.

Sementara korban berjuang mendapatkan perawatan medis, kepolisian memiliki tugas mengurai secara utuh apa yang sebenarnya terjadi di dalam kamar tersebut.

Apakah pembakaran dilakukan secara spontan saat cekcok memuncak atau terdapat rangkaian tindakan sebelumnya menjadi bagian yang perlu dibuktikan melalui penyidikan, bukan disimpulkan sebelum seluruh bukti diperiksa.

Keterangan saksi, hasil olah tempat kejadian perkara, barang bukti, rekam medis korban, serta penelusuran asal pertalite dapat menjadi bagian penting untuk membuat perkara ini terang.

Yang pasti, persoalan setoran truk di Muncan kini telah berubah menjadi perkara serius. Seorang sopir muda mengalami luka bakar sekitar 40 persen, seorang terduga pelaku telah diamankan, dan polisi kini mendalami dugaan pembakaran yang nyaris merenggut nyawa korban.

Publik menunggu proses hukum berjalan transparan dan profesional agar motif, kronologi, serta pertanggungjawaban hukum dalam peristiwa ini dapat diungkap berdasarkan bukti.

Loading

banner 728x250
banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x250